Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
persyaratan kekayaan


__ADS_3

"Suparto, tak ada tumbal apapun"


"Dia cukup menyusui tuyul itu setiap malam jumat kliwon" ucap Tumini pendek.


"Baiklah nyi Ratu"


"Saya akan laksanakan semua perintah nyi ratu" ucap Suparto mengakhiri pembicaraan itu.


Setelah berbincang dengan Tumini, pak Suparto langsung menyampaikannya pada Devi tentang apa yang harus dilakukan devi ketika memelihara tuyul.


Suparto langsung menemui Devi dan menyampaikan semua hal yang dibicarakan Tumini kepadanya.


"Devi, aku sudah mendapatkan tuyul dari nyai ratu"


"Sekarang, aku akan menyerahkan tuyul ini padamu"


Tampak tuyul itu bercanda dengan pak suparto.


Wajah nya tersenyum lepas. Terkadang tuyul itu bermain-main di punggung pak suparto. Devi yang melihat tuyul itu merasa jijik karena wajahnya sangat menyeramkan.


"Tapi ingatlah"


"Jangan sampai lupa kalau kau harus menyusui tuyul ini seminggu sekali yaitu tiap malam jumat kliwon" ucap pak Suparto pada Devi


"Hanya menyusui saja pak?"


"Gak ada persyaratan lain?" tanya Devi penasaran


"Oh tidak ada persyaratan lain lagi kok"


"Nanti kalau ada yang perlu ditanyakan lagi, kau kembali lah kesini" ucap pak Suparto


"Baiklah pak" jawab Devi


Devi pun langsung menggendong bayi dedemit (tuyul )itu dan membawanya pulang ke rumahnya


Di rumah Devi, ada anak Devi yang masih bayi dan saat itu masih minum asi.


"Kebetulan sekali, aku berbagi air susu ibu dengan bayi tuyul ini" gumam Devi dalam hati


Malam itu juga, Devi melancarkan aksinya. Tuyul milik Devi mematuhi semua arahan Devi yaitu mencuri uang di tetangga nya yang kaya.


Dalam waktu seminggu Devi bisa meraup keuntungan yang sangat fantastis.


"Aku sekarang sudah kaya"


"Semua hutangku lunas" ucap Devi bangga


Suami Devi juga senang karena istrinya berhasil mendapatkan pesugihan tuyul yang tak perlu memberikan tumbal apapun selain memberi air susu ibu.

__ADS_1


Tiba waktunya Devi memberi upah pada tuyul itu. tepat malam jumat kliwon Devi melaksanakan ritual di sebuah kamar khusus.


Memang, Devi menyediakan ruang khusus untuk tuyul peliharaan nya itu.


"Tuyul, sini nak"


"Ibu akan menyusui kamu" panggil Devi memanggil tuyul anak keturunan kebo ijo itu


"Asyik, makasih bu" jawab Tuyul peliharaan nya itu


Akhirnya tuyul itu minum air susu ibu milik Devi. Tuyul itu meminum sangat banyak hingga Devi kewalahan dibuatnya


"Sudah ya nak?"


"Ibu sudah lemas"


"Besok lagi ya?" ucap Devi pada tuyul peliharaannya itu


"Bu, aku masih kurang"


"Sekali lagi ya?" pinta tuyul itu pada Devi


Akhirnya Devi memberikan air susu lagi pakai payudara sebelah kiri. dan tuyul itu langsung menghabiskan jatah sisa asi untuk anak kandung Devi


"Gimana nak?"


"Uda kenyang?" tanya devi pada tuyul peliharaan nya itu


"Nanti aku akan bekerja dan mencari uang yang banyak, agar aku bisa minum susu lagi"


"Susunya enak banget"


"Baru kali ini aku meminum susu"


"Biasanya aku makan tumbuhan yang ada dirumah ibuku" ucap tuyul itu senang.


Devi dengan langkah gontai pergi dari ruangan itu. Dirinya langsung makan sebanyak banyakknya untuk memulihkan tenaganya.


"Menyusui tuyul ternyata tak sama dengan menyusui manusia"


"Badanku terasa lemas sekali"


"Kalau setiao hari rasa nya aku tak kan kuat" gumam Devi dalam hati


Wajah Devi pucat malam itu. Tapi semua itu dibalas dengan kekayaan yang berlimpah.


"Uangky banyak, tapi badanku lemas" gumam Devi


Di ruangan milik devi, tampak tuyul peliharaan nya merasa kenyang sekali. Dia sangat senang dengan nasib nya sekarang

__ADS_1


"Ibu Tumini memang hebat"


"Aku bisa menjadi sehat seperti sekarang"


"Besok, aku akan mengambil uang lagi, agar majikanku tetap kaya" gumam tuyul itu


lambat laun keanehan terjadi. Tuyul itu membelah diri dan muncul seorang tuyul baru yang mirip dengannya namun lebih kecil


"Hei, siapa kamu"? tanya tuyul itu


"Aku saudaramu"


"Aku akan membantu kamu mencari uang buat majikan" jawab tuyul duplikat yang mirip dengan nya


"Wah, kamu saudaraku?"


"Baguslah"


"Aku mempunyai teman sekarang"


"Ibuku pasti senang melihat saudaraku"


"Harta ibu pasti berkali-kali lipat nantinya jika aku dan saudaraku mencuri bersama" ucap tuyul tertua


Di tempat lain, sayembara yang diselenggarakan raja jin mulai diumumkan. Tumini secara tak sabar datang ke acara pertemuan akbar itu


"Rita, ayo kita berangkat ke kerajaan jin"


"Pengumuman akan diumumkan hari ini" ujar Tumini


"Oh ya benar, tunggu dulu"


Rita pun bersiap menuju ke arah sayembara akbar yang digelar oleh sang raja jin.


Mereka berdua pun akhirnya berjalan berdua menuju laut selatan.


"Wah Tumini"


"Sepertinya seluruh rakyat jin hadir dalam sayembara itu, termasuk nenek jin" ujar Rita pada Tumini.


"Ya, sepertinya jika kamu memenangkan sayembara ini, aku akan ikut mengabdi kepadamu dan jadi penasehatmu saja" ujar Rita tersenyum senang.


"Tenang Rita"


"Kau nanti akan jadi duplikat ku"


"Wajahmu akan mirip dengan ku" ujar Tumini memberi sebuah harapan indahnpada Rita


"Ya Tumini, aku senang mendengarnya" jawab Rita

__ADS_1


"


__ADS_2