
Sandra akhirnya pulang bersama Doni sang pacar. Di perjalanan mereka berdua masih saja penasaran mengapa kyai yusuf menunda esok harinya, bukan sekarang saja membantu mereka.
"Doni, kenapa sih kita harus menunggu besok?" tanya Sandra penasaran
"Sandra, aku juga gak ngerti"
"Kita ikuti aja apa kata kyai yusuf" ucap Doni kepada Sandra.
"Baiklah kalau begitu"
"Aku akan tunggu sampai besok"
"Aku sudah tidak sabar ingin tahu apakah benar nenek ku bersekutu dengaj iblis" ucap Sandra sambil memakai helm nya
Mereka berdua pun pulang dari rumah kyai Yusuf dengan menaiki sepeda motor milik Doni. Untuk pulang dari rumah kyai Yusuf, mereka berdua harus melewati hutan dimana Tumini dan Rita berada.
"Doni, sampai hutan kita pelan-pelan saja"
"Aku ingin mendengar suara aneh itu" ucap Sandra kepada Doni yang saat itu sedang asyik menyetir.
"Sandra?"
"Kau berani?" tanya Doni terkejut.
"Doni, aku gak percaya kalau di hutan ini ada suara rintihan"
"Makanya, aku ingin membuktikan kalau itu hanya dongeng saja" ucap Sandra
__ADS_1
"Oke aku turuti"jawab Doni kepada Sandra
Akhirnya, Doni menyetir mobil pelan sekali dan tibalah mereka di hutan dimana Tumini dan Rita berada di sana.
Hari sudah mulai menjelang magrib, namun Sandra dan Doni tak beranjak dari hutan itu. Mereka ingin mendengar apakah suara aneh di hutan itu ada.
"Doni, kita berhenti di sini saja"
"Sepertinya, kita sudah berada di tengah hutan" ucap Sandra sambil menepuk bahu Doni sang pacar
"Baiklah Sandra" jawab Doni sambil menghentikan laju motor nya.
Akhirnya, mereka duduk di sebuah batu besar dimana di samping batu itu ada pohon besar yang rindang.
Bulu kuduk Doni merinding begitu juga dengan Sandra.
"Bulu kuduk ku merinding nih" ucap Doni sembari mengusap keringat nya yang menetes di dahinya.
" Doni, aku juga merasakan hal yang sama dengan mu" jawab Sandra sambil memperhatikan ke sekeliling hutan.
Suasana hutan semakin gelap dan tak ada lampu penerangan apapun. Hanya lampu senter di ponsel milik Doni dan Sandra yanng membantu penerangan untuk mereka berdua.
"Mana?"
"Tak ada suara rintihan itu" ucap Sandra sambil melihat ke sekeliling hutan yang gelap.
"Iya, sejak tadi aku hanya dengar suara jangkrik saja" ucap Doni
__ADS_1
"Kita tunggu saja di sini sampai jam 12.00 malam" ucap Sandra kepada Doni
"Sandra, kau nekat sekali"
"Ayo kita pulang sekarang"
"Suasana sudah sangat malam dan aku juga takut" jawab Doni kepada Sandra.
Sandra memandang ke arah Doni dan sedikit menertawakan Doni
"Ha ha ha"
"Dasar penakut kau Doni"
"Belum ketemu setan nya saja kau sudah takut"
"Apalagi kau bertemu dengan setan beneran" ucap Sandra kepada Doni.
"Sandra, sejak dulu kau selalu begini"
"Baiklah"
"Kita tunggu sampai jam 12.00 malam, kalau tak ada suara dan bukti apapun, berati omongan tetanggamu hanya fitnah saja" ucap Doni sambil mengambil rokok di saku bajunya
Sandra mengangguk kan kepalanya tanda dirinya menerima ide Doni
Setelah sekian lama hening, tanpa mereka sadari, mereka mengalami rasa kantuk yang amat sangat. Kantuk mereka tak terbendung lagi seperti terhipnotis sesuatu, dan pada akhirnya mereka berdua tertidur pulas di atas batu besar di tengah Hutan
__ADS_1