Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
pesugihan


__ADS_3

Toni dan Baini akhirnya sampai di pusat kota kerajaan jin. Pemandangan di tempat itu sangat asing sekaligus menyenangkan bagi Toni.


"Baini, di tempat ini suasananya sangat menyenangkan".


"Banyak makanan yang dihidangkan"


"Apakah ini gratis?" tanya Toni penasaran


Baini yang melihat Toni tertawa lepas


"Ya, disini makanan gratis"


"Kau boleh makan sepuasnya" kata Baini


"Baiklah kalau begitu, aku akan memakannya" ucap Toni tersenyum senang


Lambat laun, semakin lama makan, Toni melihat kejanggalan yang terjadi di tempat sayembara itu.


Wajah mereka semakin lama semakin berbeda dari awal pertama bertemu.


Namun, Toni tak mau tahu dan terus berusaha beradaptasi karena kalaupun Toni tahu, Toni tak tahu cara untuk kembali pulang.


Sayup-sayup terdengar suara gamelan yang menenangkan hati Toni. Dua penari cantik memainkan selendang nya dihadapan sang raja.


Toni iseng bertanya lagi pada Baini yang saat itu terpukau dengan tarian yang dimainkan oleh Tumini dan Rita


"Baini, siapa kedua penari itu?" tanya Toni sambil menunjuk Tumini yang saat itu masih asyik menari memakai selendang ijo.


"Entahlah, tariannya sangat bagus"


"Nanti, setelah tarian ini selesai, kita warga yang melihat harus menentukan pilihan dan memberikan dukungan pada mereka"


"Sepertinya, aku akan memberikan dukungan pada kedua wanita ini"


"Wajahnya sangat cantik dan karismatik"


"Pantas lah dia menjadu ratu kami" ucap Baini terpesona


"Kalau kamu, mau pilih yang mana?" baini mulai bertanya atas pilihan Toni


"Aku ngikut saja"


"Pertunjukan sebelumnya juga tidak bagus dan membosankan"


"Tapi kalau dua penari yang kita lihat sekarang, sepertinya mereka punya kelebihan" ucap Toni sok tahu.


Baini pun manggut-manggut. Tak menunggu waktu lama, pertunjukan yang dimainkan Tumini pun selesai. Beberapa warga yang melihat kontes diminta untuk menentukan pilihan mereka masing-masing


Warga jin berbondong-bondong menentukan pilihannya saat itu juga. Toni pun ikut serta bersama Baini teman barunya itu. Setelah selesai menentukan pilihannya, Sayembara pun selesai dan semua warga diijinkan pulang.


Tampak raja jin memberikan sebuah pengumuman yang mengejutkan. Pengumuman calon ratu jin akan diumumkan satu minggu ke depan karena jumlah peserta yang melebihi kapasitas.


Tiba-tiba suasana menjadi hening dan beberapa warga pun pulang kembali ke rumah masing-masing termasuk Baini.


Toni mulai bingung karena tak punya arah untuk pulang.


"Aku harus bagaimana nih"


"Temanku Baini juga sudah pulang entah kemana"

__ADS_1


"Aku sendirian"


"Aku ingin pulang tapi aku tak tahu arah lagi" gumam Toni sedih.


Dengan langkah gontai, Toni mulai berjalan menuju ke arah timur, entah kemana perginya Toni pun tak tahu.


Saat melangkahkan kakinya ke timur, Toni melihat dua penari cantik yang memakai selendang ijo itu juga berjalan sama persis dengannya.


Dengan segenap keberaniannya, Toni bertanya pada Tumini dan Rita dimana sebenarnya dirinya saat ini.


"Nona cantik, tunggu aku" panggil Toni sambil berlari ke arah Tumini dan Rita


Tumini pun menoleh dan mencari sumber suara. Tampak Toni berlari terengah-engah mengejar mereka.


"Iya, ada apa kau memanggil kami anak muda?" tanya Tumini penasaran


"Nona, aku tersesat di pulau ini"


"Entah dimana saya sekarang, sepertinya pulau ini sangat asing bagi saya" ucap Toni jujur.


Tumini dan Rita pun mengamati tubuh Toni dari atas sampai bawah.


"Sepertinya, lelaki ini adalah manusia yang tersesat" gumam Tumini dalam hati


Tumini melirik ke arah Rita dan tampak nya Rita juga berpikiran yang sama sepertinya.


"Oh ya, dari mana asalmu anak muda?" tanya Tumini mencoba memancing Toni agar mengatakan semuanya.


"Nona, saya anak nelayan yang miskin di desa ponan"


"Karena saya tak punya uang untuk makan, saya mencari ikan di laut dan tiba-tiba ada ombak besar menyerang saya"


"saya pun tersesat ke pulau ini" ucap Toni panjang lebar


"nak, kamu telah tersesat di negeri jin"


"Apakah kau ingin kembali ke tempatmu?" tanya Tumini


Toni melihat Tumini dengan tatapan tak berdaya. Dirinya pasrah meratapi nasib nya yang ternyata tersesat di negeri jin.


"Iya nona, aku ingin kembali"


"Tapi, jika aku kembali, aku tetap saja diejek tetangga dan teman karena kemiskinan ku" ucap Toni


Tumini melihat Toni dengan tersenyum.


"Nak, apakah kau ingin kaya?"


"Aku bisa memberikan nya padamu" ucap Tumini sambil tersenyum penuh misteri.


"Iya nona, aku ingin kaya" jawab Toni tanpa berpikir panjang.


"Sekarang, pejamkan matamu" pinta Tumini pada Toni.


Toni mulai memejamkan mata dan tak lama kemudian Toni tertidur.


Saat Toni mulai tertidur, Tumini segera menggosok cincin merah yang dipakainya, dan keluarlah sosok jin mata merah salah satu pengikut setianya.


"Iya Nyi Ratu"

__ADS_1


"Ada apa kau memanggil ku?" tanya jin mata merah sambil menundukkan kepalanya pada Tumini


"Jin mata merah, aku punya pekerjaan untuk mu"


"Manusia nelayan ini ingin cepat kaya"


"Aku meminta mu memberikan kekayaan kepadanya" pinta Tumini pada jin mata merah


"Siap nyi Ratu"


Setelah itu, Jin mata merah memberikan sisik ular di saku baju Toni, dan dengan kekuatan gaib, Toni dibawa pulang oleh jin mata merah kembali ke dunia manusia


Keesokan harinya, Toni ditemukan terdampar di pinggir pantai selatan


"Toni..."? salah satu nelayan yang menemukan Toni


Toni pun terbangun dan melihat ke sekeliling.


"Loh, ini kan pinggir pantai tempat ku mencari ikan?" ucap Toni


"Toni, kau sudah sadar rupanya"


"Ayo, aku antar pulang"


"Semua warga di sini sibuk mencarimu"


"Kamu sudah hilang seminggu lebih"


"Ibumu sekarang sakit-sakitan karena memikirkan mu" ucap salah satu teman nelayan yang menemukan dirinya.


"Hah, benarkah?"


"Bukankah aku hanya pergi hanya satu jam saja?"


"Mengapa sampai satu minggu?" tanya Toni penasaran


"Sudahlah Toni"


"Jangan ngelantur"


"Ayo cepat pulang"


"Orang tuamu sudah kangen sama kamu" ucap teman nelayannya


"Oh baiklah"


"Aku akan pulang"


Toni pun pulang bersama teman nelayan nya. Di perjalanan pulang, Toni mengingat pertemuannya dengan sosok wanita cantik yang menari di sayembara kerajaan.


"Siapa ya wanita itu?" gumam Toni dalam hati


"Tak sengaja Toni merogoh kantong bajunya karena terasa berat sekali sejak tadi"


"Apa sih yang ada di kantong ku?" gumam Toni


Toni pun melirik ke kantong bajunya dan ternyata dalam kantong bajunya ada emas permata yang menyilaukan matanya


"Hah, benarkah ini?" Toni masih berusaha menyembunyikan hal ini pada teman nya yang saat itu berada di samping nya, dan menutup kembali kantong bajunya agar teman nelayan nya tak tahu apa yang dia lihat itu.

__ADS_1


bersambung tunggu episode selanjutnya ya..


Nanti akan ada episode yang menyentuh hatimu


__ADS_2