Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Suatu permasalahan


__ADS_3

Ustadz Janu mulai berdoa dengan khusyuk. Lantunan Doa yang diucapkan oleh ustadz Janu mulai terdengar hingga ke telinga Devi dan tuyul peliharaannya.


Suami Devi rupanya juga ada di sana, namun Suami devi dalam keadaan pingsan.


Lantunan Doa yang dipanjatkan oleh ustadz Janu lambat laun membuat telinga sang tuyul panas sehingga dirinya berhenti menyusu pada Devi.


"Hei, pak tua, hentikan ocehan mu"


"Telingaku terasa panas mendengarnya" pekik sang tuyul sambil menutup kedua telinganya.


Namun, ucapan dari sang tuyul tak dihiraukan oleh ustadz Janu. Dirinya terus saja merapalkan doa kepads sang kuasa.


Lambat laun, tubuh sang tuyul mulai merasakan kepanasan


"Ah,...panas"


"Hentikan" pekik sang tuyul menjerit


Suara jeritan sang tuyul rupanya terdengar sampai di negeri jin dimana Tumini dan Rita yang saat itu masih menanti pengumuman dari sang raja jin.


"Hem, ada yang tak beres dengan tuyul peliharaan ku yang saat ini berada di dunia manusia"


"Rita, sambil menunggu berita dari sang raja jin, aku mau mengambil tuyul ku dulu"


"Kau tunggu di sini dulu ya?" ucap Tumini pads Rita


"Ya Tumini"


"Setelah selesai, cepatlah kembali" jawab rita pads Tumini.


Perbedaan waktu yang panjang antara negeri jin dan negeri manusia membuat Tumini bisa mengunjungi alam manusia dengan sangat cepat.

__ADS_1


Jika di negeri jin 5 menit, maka di dunia manusia butuh 5 hari untuk melalui nya.


Tumini akhirnya mulai terbang menemui tuyul peliharaannya yang saat itu berada di rumah devi.


Tak membutuhkan waktu lama, Tumini langsung sampai di ruang rahasia yang berada di rumah devi itu.


Kedatangan Tumini membuat terkejut ustadz Janu yang saat itu sedang melantunkan doa untuk mengusir tuyul peliharaan Tumini.


Terlihat dengan jelas wajah Tumini yang sangat cantik dan rambut yang terurai panjang.


Selendang ijo yang menjadi ciri khas Tumini mulai dipakai dan seluruh baju Tumini pun berwarna hijau senada dengan selendang yang dipakainya.


Tumini langsung menyapa ustadz Janu dengan nada sedikit kesal


"Hei, pak tua"


"Mengapa kamu mengganggu pengikutku?" tanya Tumini sambil memandang ke arah ustadz Janu


Mendengar pertanyaan dari Tumini, ustadz Janu segera menjawab


"Aku tidak mengganggu pengikutmu"


"Lihatlah"


"Aku tidak melakukan apa-apa terhadapnya"


"Aku hanya membaca doa sesuai dengan agama yang aku anut" ujar ustadz Janu penuh ketegasan


"Pak tua, lebih baik kau jangan mencampuri urusan ku lagi"


"Devi dan suaminya telah berhutang banyak dengan ku"

__ADS_1


"Mereka harus menggantinya dengan jiwanya" ujar Tumini sambil menggendong tuyul peliharaannya


"Tidak"


"Aku tidak akan membiarkan mereka mengganti hutang nya dengan jiwa mereka"


"Bukankah wanita ini telah memberikan air susu untuk makhluk kerdil peliharaan mu itu?" tanya ustadz Janu pada Tumini


"Berarti, dia telah membayarnya" ucap ustadz Janu tegas


"Ya, dia telah membayarnya"


"Tapi,aku butuh jiwanya"


"Lebih baik, kau tak perlu ikut campur" ucap Tumini pada ustadz Janu


Tumini langsung menyerang ustadz Janu dengan kekuatan gaib yang dimilikinya.


Namun, karena ustadz janu mempunyai ilmu batin yang kuat, serangan Tumini tak mampu menembus pertahanan yang dimiliki ustadz Janu.


Ustadz Janu tetap saja berdoa dan membuat tuyul peliharaan Tumini makin lemas. Sementara itu, doa ustadz Janu tak bisa menembus kekuatan Tumini karena sejatinya Tumini juga manusia sama dengan ustad, Janu. Hanya saja bedanya raga tumini telah berada di laut selatan dan tersimpan rapi di sana.


"Pak tua"


"Aku akan pergi membawa tuyul ku"


"Kau boleh menang sekarang"


"Aku tak punya banyak waktu meladeni orang sepertimu" ucap Tumini kesal


Tubuh tumini langsung menghilang dengan membawa tuyul peliharaan nya itu.

__ADS_1


Saat Tumini pergi meninggalkan ustadz Janu, tiba-tiba ruangan itu berubah menjadi terang benderang. Keanehan pun terjadi.


__ADS_2