Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Pencarian dan kehilangan


__ADS_3

Anak dedemit kebo ijo rupanya berusaha membangunkan jasad Tumini namun tak bisa .


"Ibu, kau dimana?"


"Di sini hanya tubuhmu saja yang ada"


"Kalau begitu, aku akan mencari keberadaan mu" ucap anak dedemit kebo ijo


Dengan mencium aroma tubuh Tumini, anak dedemit kebo ijo mulai hafal aroma tubuh itu dan berusaha mencari sosok jiwa Tumini yang saat ini ikut sayembara di kerajaan jin.


Di tempat lain, kebo ijo mulai merasakan lapar lagi. Sesajen yang diperoleh dari ritual Sandra rupanya telah habis dilahapnya.


"Aku lapar"


"Sekarang, aku akan mencari anakku"


"Aku tak ingin anakku kelaparan seperti ku" gumam kebo ijo


Dedemit kebo ijo akhirnya pergi ke pantai selatan untuk menonton sayembara sekaligus mencari makanan di sana.


Sayembara pun di mulai. Beberapa jin menunjukkan keahliannya dihadapan sang Raja jin. Tak lama kemudian giliran Tumini dan Rita yang maju mengikuti sayembara.


Mereka menunjukkan sebuah tarian memakai selendang ijo yang saat ini sudah menjadi hak Tumini.


Selendang ijo itu memancarkan sinar yang luar biasa di kalangan jin. Raja jin yang menyaksikan terpikat akan tarian yang Tumini mainkan, begitu juga dengan tarian Rita.


Bukan hanya raja jin saja yang tertarik akan tarian Tumini, Adik sang raja jin juga tertarik akan tarian yang dimainkan oleh Rita.


"Kakak, tarian nya sangat bagus"


"Mereka berdua sangat cantik dan wajahnya berbeda dengan jin lain"


"Aku tak menyangka jika mereka juga dari bangsa kita" ucap adik sang raja jin yang bernama pangeran


Akibat tarian itu, pantai selatan mengeluarkan ombak yang tak seperti biasanya. Para nelayan sangat takut untuk pergi melaut karena cuaca sedang tak bersahabat


Berbeda dengan Toni, sosok pemuda berusia 17 tahun tak tahu jika cuaca sedang buruk, nelayan tak boleh mencari ikan. Yang ada dalam pikiran Toni adalah dia harus secepatnya mencari ikan dalam situasi apapun. Karena bagi Toni, tak mencari ikan sehari membuat keluarganya kelaparan.


Wajar saja Toni berprinsip demikian. Karena Toni menjalani hidup miskinl di desanya. Selain miskin, beberapa temannya mengejek dan meremehkan orang seperti Toni.


"Biarlah, aku akan terus mencari ikan disini"


"Jika aku pulang, orang tuaku pasti kelaparan" gumam Toni sambil terus mencari ikan di laut.


Hal itulah yang membuat Toni bertahan mencari ikan dilaut walau ombak makin tinggi.


Tak terasa, Perahu Toni berjalan ke tengah laut dan Toni terjebak di sana. Tubuhnya terombang-ambing di atas perahu.


Suasana sudah malam hari waktu itu. Toni mulai cemas karena ombak yang menyerangnya.

__ADS_1


"Duh, bagaimana ini"


Toni mulai kebingungan waktu itu. Toni mulai menoleh ke kanan dan ke kiri. Yang ada hanya suasana pantai yang sepi, tak ada perahu lain yang lewat.


Hingga akhirnya, Tubuh Toni tertelan ombak pantai yang sangat tinggi


"Ahhhkkk"


"Tolongggg" Toni berteriak meminta tolong pada siapapun yang ada di sana


Usaha Toni sia-sia belaka


Tubuhnya tergulung ombak dan tenggelam di laut selatan yang dalam.


Walau sudah tenggelam, Toni masih berusaha naik ke permukaan. Kemampuan nya yang pandai berenang sedikit menolong nya waktu itu.


Namun, karena tekanan ombak yang sangat kuat, Toni tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.


Kepalanya berada di permukaan, namun mudah tersapu ombak lagi sehingga nafas Toni mulai naik turun karena kemasukan air laut yang sangat banyak.


Cukup lama Toni di atas permukaan laut tanpa makan dan minum. Toni hanya meminum air laut karena tak ada makanan lagi di tengah laut.


Saat Toni mulai menyerah pada takdir, Tiba-tiba Toni melihat sebuah daratan ada di depan matanya, Dengan cepat Toni berenang menuju ke daratan itu.


"Waw, ada daratan di sana"


"Tapi, mengapa situasi disana terang benderang dan ada lampu?"


"Apakah ini sudah pagi?" gumam Toni sedikit lega.


Toni segera berenang ke arah daratan itu. Semakin lama semakin dekat dan terlihat banyak orang yang berpesta di daratan itu.


"Apakah aku terdampar di pulau seberang?" gumam Toni sambil mengamati beberapa warga yang ada di sana


Toni akhirnya berhasil mendarat di sebuah daratan yang masih aneh baginya.


Banyak warga yang berpakaian aneh di desa itu. Suasana seperti siang hari dan banyak orang yang berjualan di sana.


Tampak di sebuah gedung yang sangat mewah, terdengar alunan musik gamelan yang memekikkan telinganya.


Iseng-iseng Toni bertanya pada salah satu orang yang berlalu lalang di sana.


"Permisi pak"


"Di gedung itu ada konser apa?"


"Kok ramai sekali?" tanya Toni penasaran


"Oh, disana sedang diadakan sayembara"

__ADS_1


"Sang raja sedang mencari ratu yang tepat untuknya"


"Ayo kalau kau mau ikut melihat sayembara itu, kebetulan aku juga ingin melihatnya" ucap seseorang yang ditemui Toni.


Mendengar jawaban dari orang asing itu, Toni menjadi sangat bingung.


"Apa?"


"Kerajaan?"


"Apakah aku masuk ke lorong waktu, dan aku tersesat di jaman kerajaan masa lampau?" gumam Toni semakin tak mengerti dengan apa yang dialaminya.


Toni mulai melihat pakaian yang dipakai oleh penduduk yang berlalu lalang di sana. Beberapa dari mereka memakai pakaian adat jawa yang bagus dan Indah. Hanya Toni yang memakai kaos oblong warna hijau.


Karena tak punya pilihan lain, Toni akhirnya ikut orang itu menuju ke tempat sayembara dimana Tumini dan Rita ikut dalam sayembara itu.


Selama perjalanan menuju ke sebuah gedung, Toni melihat teman barunya itu memakan sebuah makanan dan minuman. Perut Toni serasa keroncongan karena sejak awal dia tersesat, dirinya belum makan sama sekali.


Karena tak tahan akan rasa laparnya, Toni memberanikan diri untuk meminta makanan yang dimakan oleh teman barunya itu.


"Teman, aku belum makan sejak tadi"


"Apa aku boleh minta makanan yang kau makan itu?" pinta Toni sedikit memohon


"Oh ya, makanlah"


"Nih" ucap teman barunya itu sambil menyodorkan makanan pada Toni.


Toni mulai melihat makanan yang diberikan oleh teman barunya itu. Bentuknya seperti daging ayam yang sudah diberi bumbu sedap.


"Hem, sepertinya enak" gumam Toni


Akhirnya Toni memakan makanan itu sambil berjalan menuju ke tempat sayembara yang diadakan kerajaan Jin.


"Oh ya namamu siapa?" tanya Toni penasaran


Sejak awal kenal dengan teman barunya, Toni belum bertanya siapa nama teman baru nya yang baik hati itu


"Oh namaku Baini"


"Oh Baini, nama yang sangat kuno" gumam Toni dalam hati


Keesokan harinya,, Di tempat lain yaitu di rumah Toni, orang tua Toni dan warga sibuk mencari Toni yang hilang di laut.


Mereka bahu membahu mencari Toni ke pinggiran pantai namun belum ketemu


"Toni, dimana kamu nak"


"Ibu tak ingin kamu kenapa-napa"

__ADS_1


"Semoga kamu baik-baik saja nak" ucap ibu Toni berharap keajaiban datang pada anaknya yang hilang


__ADS_2