Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Gosip lagi


__ADS_3

Setelah Devi membeli sayur bu rusdi pagi harinya, sekitar sore harinya bu rusdi bertemu dengan tetangga lain dan menceritakan perihal Devi yang baru saja membeli sayur di tokonya


"Ibu-ibu, saya tadi melihat bu devi baru keluar dari rumah megahnya"


"Ini aku dikasih duwit seratus ribu"


"Devi tak meminta kembalian" ucap bu rusdi sembari membetulkan rambutnya


"Oh ya benarkah?"


"Enak ya bu devi"


"Sekarang, keluarganya sudah kaya raya"


"Tak perlu capek-capek kerja" ujar salah satu tetangga devi


"Iya begitulah bu"


"Oh ya, gimana kalau kita semua ke rumah bu devi?" tanya bu rusdi pada teman teman ngrumpinya


"Emangnya kenapa bu rusdi mau kesana?"


"Bu devi kan tak mengadakan acara apa-apa?" tanya Murni salah satu tetangga yang juga cerewet sama dengan bu rusdi


"Kalian tidak lihat keadaan devi?"


"Saat berbelanja sayur di tokoku, wajahnya sangat pucat"


"Sepertinya dia sedang sakit"


"kayak kekurangan darah" ujar bu rusdi menjelaskan


"Oh benarkah?"

__ADS_1


"Biasanya lok orang kaya kan kalau sakit langsung periksa ke rumahs sakit?"


"Mengapa bu devi tak segera periksa saja ya?" tanya bu murni


"Ya itulah bu, yang bikin aku penasaran" jawab bu rusdi


"Kalau kalian semua setuju, ayo kita patungan bayar iuran untuk bawa oleh-oleh buat bu devi"


"Kalau ngeliat sih aku kasihan" ujar bu rusdi berusaha mengajak teman-temannya ke rumah devi.


"Oh ya, baguslah"


"Idemu bagus juga"


"Kalau begitu, ibu-ibu, ayo kita bayar iuran"


"Keuangan di pegang bu rusdi saja"


Sebagian besar, ibu-ibu komplek setuju dengan ide dari bu rusdi. Mereka semua akhirnya menyetor iuran dan mereka serahkan pada bu rusdi untuk mengelolanya.


"Ya baguslah, aku mau membelikan bingkisan untuk bu Devi"


"Bentar aku mau ambil uangku dulu"


"Tinggal aku yang belum bayar iuran" ucap bu devi tersenyum simpul


Saat bu devi merogoh kantong nya, tak ada uang di kantongnya"


"Uang milik bu devi yang tadi pagi diberikan kepadanya tiba-tiba hilang tak berbekas


"Hah, buk"


"Uangku ada di mana ya?" tanya bu devi mulai bertanya pada teman-teman nya yang saat itu masih ada di dekatnya

__ADS_1


"Loh kami malah tidak tahu bu"


"Bukannya ibu yang mengingatnya?"


"Sejak tadi aku tak melihat bu rusdi mengeluarkan uang sama sekali" ujar bu murni ikutan bingung


"Loh, uang ku yang tadi tuh pemberian dari bu devi"


"Dia membeli sayuran ku" ujar bu rusdi dengan perasaan sedih


"Uangku ilang lagi deh" ujar bu rusdi penuh penyesalan


"Coba saja aku pakai uang itu untuk beli bensin, mungkim gak ilang"


"Eh, malah aku taruh di saku bajuku" ujar bu rusdi kesal.


Yaudah bu rusdi, ini aku pinjami dahulu ya?"


"Besok bu rusdi bisa membayarnya kok" ucap bu rusmini memberi kemudahan


"Ya makasih bu rusmini"


"Besok aku bayar hutangku ya?" jawab bu rusdi.


akhirnya bu rusdi membelanjakan uang iuran warga di supermarket terdekat untuk diberikan kepada devi yang saat itu sedang berada di rumahnya


Dalam perjalanan ke supermarket, bu rusdi selalu berpikir dan berpikir, mengapa uang nya selalu saja hilang.


"Pasti ada yang tidak beres ini"


"Aku harus segera menyelidikinya"


"Aku tak mau rugi terus terusan" ujar bu rusdi sambil terus berjalan

__ADS_1


__ADS_2