Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Curhat


__ADS_3

Tumini dan Rita menganggukkan kepalanya. Mereka berdua langsung duduk di kursi yang sudah disediakan oleh kedua pemuda itu.


Kedua pemuda itu bernama jupri dan Sanu. Jupri dan sanu adalah dua bersaudara dari golingan bangsa jin.


Nenek suni mulai menyapa Tumini dan Rita yang saat itu sedang duduk melihat isi rumah yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


"Nona, apakah kau bukan dari golongaj bangsa jin?"


"Aroma tubuh kalian berbeda dengan kami dan aku bisa mencium nya" ucap Nenek suni sambil melihat tubuh Tumini dari atas sampai bawah.


"Oh iya nenek"


"Sebenarnya, kami adalah bangsa manusia yang tersesat di alam jin ratusan tahun yang lalu" jawab Tumini dengan nada sopan.


"Ya, aku tahu"


"Minumlah dulu"


"Mungkin kalian haus" ucap nenek suni sambil memberikan dua gelas air putih.


Nenek Sani sangat baik hati kepada Tumini dan Rita.


"Nak, sepertinya dalam tubuhmu sedang tidak baik-baik saja" tiba-tiba nenek Sani berkata kepada Rita dan Tumini mengenai mereka berdua.


"Kok nenek tahu?" tanya Tumini


"yah, aku adalah bangsa jin yang sudah tua"

__ADS_1


"Aku tau semuanya karena aku mengalami banyak hal disini" ucap nenek suni tersenyum


"Oh iya nek"


"Kami berdua telah terjebak di alam jin"


"Ingin mati, tapi tak bisa"


"Tubuh kami terbelenggu oleh bubum pemurni jiwa yang sudah kami curi di alam jin ratusan tahun yang lalu"


"Sebenarnya, kami dulu adalah mantan tahanan di alam jin ini, namun karena keberuntungan kami, kami berdua bisa keluar dari alam ini dan sembunyi di alam dedemit" ucap tumini panjang lebar.


"Bubuk pemurni jiwa?"


"Itu adalah barang berharga di alam kami"


"Berarti, kalian berdua harus tinggal di sini selamanya" ucap nenek tua itu dengan nada serius.


"Benarkah nek?"


"Berati, kami tak bisa kembali ke alam dunia dan menikmati kematian layaknya manusia normal yang lain?" tanya Tumini dan Rita dengan nada seriu"


"Benar nak"


"Tak ada yang bisa menyembuhkan orang yang sudah meminum bubuk pemurni jiwa"


"Bangsa jin sendiri tak ada yang berani meminumnya karena bubuk pemurni jiwa dijaga ketat oleh raja jin sendiri" ucap nenek suni.

__ADS_1


"Nek, kami sangat takut jika kami berdua ketahuan raja jin"


"Seratus tahun yang lalu, kami menjadi buronan raja jin dan untungnya kami bisa keluar dari negeri ini"


"Sekarang, kelihatannya raja jin lama telah berganti dengan raja jin yang baru"


"Itulah yang membuat kami berdua lega" ucap Tumini panjang lebar.


"Oh ya nak"


"Raja jin Almon telah turun tahta, dan dia digantikan oleh putranya"


"Ketika putranya yang berkuasa, tak lagi memikirkan hal itu, dan masalah kalian berdua sudah di tutup"


"Jadi kalian tak perlu cemas lagi" ucap nenek suni memberi penjelasan.


"Iya nek, lalu apa yang harus kami lakukan jika sudah begini?" tanya rita sambil berurai air mata


nenek sani tersenyum tipis melihat wajah Rita dan Tumini. Tampak kesedihan dalam raut wajah mereka.


"Sudahlah nak, sementara kalian berdua tinggal bersama nenek. Masalah makanan, kalian tak perlu kawatir. Cucuku akan mencarikan makanan untuk kalian" ucap nenek sani


"Oh terimakasih nenek" ucap Tumini sambil menyodorkan tangannya kepada nenek suni dengan tujuan untuk bersalaman.


Nenek suni melihat tangan Tumini yang terbelenggu lilitan selendang ijo.


Tumini, apakah kau sedang melakukan perjanjian dengan dedemit rendahan kebo ijo?" tanya nenek Suni terkejut

__ADS_1


Nenek suni melihat kedua tangan Tumini telah menghitam dan menggerogoti tubuh wanita cantik itu.


__ADS_2