
Sedikit demi sedikit, tuyul peliharaab Devi makin liar saja. Taring nya yang awal nya mulai tumpul akhirnya sedikit demi sedikit muncul. Lidah nya yang semula pendek, kembali ke bentuk semula yaitu panjang menjuntai.
Hal itu tak terlalu diperhatikan devi karena devi jarang sekali pergi ke kamar rahasianya. Devi lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-teman nya.
Tiba suatu hariz ustadz Janu mempunyai waktu luang, dan berencana akan mendatangi rumah bu rusdi.
Sebelum pergi ke rumah by Rusdi, ustadz Janu menelepon bu rusdi terlebih dahulu
"Halo bu rusdi, maaf saya baru bisa menghubungi bu Rusdi sskarang"
"Sore ini, saya akan pergi ke rumah bu rusdi"
"Apakah bu rusdi ada waktu?" tanya ustadz Janu pada bu rusdi
"Oh ya pak"
"Ada pak" jawab bu rusdi singkat
"Baiklah kalau begitu"
"Saya akan sampai di rumah bu Rusdi selesai mahgrib" ucap ustadz Janu pada bu rusdi
"Baiklah ustadz" jawab bu rusdi
__ADS_1
Setelah menelepon bu Rusdi, ustadz Janu segera bersiap membawa bekal seadanya. Bekal itu yang nantinya akan diberikan kepada bu Rusdi.
Sementara itu, Bu rusdi yang baru saja menerima telepon dari ustadz Janu segera pergi ke halaman depan rumahnya untuk bercerita kepada bu rusmini perihal dirinya yang sudah mendapatkan telepon dari ustadz Janu.
Kebetulan, bu rusmini adalah tetangga depan rumahnya dan biasanya merek sering ngerumpi di depan rumah mereka.
"Bu rusmini, aku membawa berita gembira nih" ucap bu rusdi sambil menunjukkan senyuman nya yang manis. Walaupun bu Rusdi sudah berumur 45 tahun, namun aura kecantikan bu rusdi bisa memikat bapak bapak di sekitar kompleksnya.
Bu rusmini yang mendengar ucapan bu rusdi langsung penasaran dan bertanya pada bu Rusdi
"Oh, berira gembira apa?" tanya bu rusmini penasaran
"Sebentar lagi ustadz Janu datang"
"Wah baguslah"
"Kapan dia akan ke sini?" tanya bu rusmini pada bu Rusdi
"Selesai mahrib dia akan datang kesini"
"Ayo kita iuran saja buat kasih amplop pads ustadz Janu, bagiamana?" tanya bu rusdi memberi penawaran
"Baiklah kalau begitu"
__ADS_1
"Lebih hemat kita iuran saja"
"Kalau ngasih sendiri-sendiri malu kalau hanya ngasih sedikit"
"Kalau iuran kan kita bisa lebih berhemat dan ngasihnya agak banyak" jawab bu rusmini
Akhirnya mereka berdua bersepakat untuk iuran. Ternyata, sebagai bendahara arisan, Bu rusdi mengakali nya dengan meminta iuran pada beberapa ibu- ibu kompleks yang mempunyai keluhan yang sama dengan dirinya, sehingga upah yang akan diberikan kepada ustadz Janu lumayan sebanding dengan harga kulkas dua pintu.
Setelah meminta iuran kepada ibu-ibu kompleks yang mempunyai keluhan yang sama dengan dirinya, Bu rusdi sedikit bisa bernafas lega. Dalam pikiran bu rusdi, dirinya akan terbebas dari permasalahan ini.
Di tempat lain, Tumini dan Rita telah sampai di negeri Jin. Tampak raja jin mulai duduk di singasananya.
Beberapa peserta mulai duduk di tempat duduk nya masing-masing, termasuk Tumini
"Rita, lihatlah"
"Raja jin telah duduk di singasanya"
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Aku jadi salah tingkah" bisik Tumini pada Rita
"Tumini, bukan hanya kamu yang salah tingkah, aku dan peserta lainnya juga begitu" jawab Rita
__ADS_1