
Hingga suatu hari terjadi hal yang diluar dugaan Toni.
Tiba suatu hari, ketika usia Toni telah menginjak 74 tahun, Toni mengalami pertemuan dengan banyak makhluk halus.
Mata batinnya otomatis telah terbuka dengan sendirinya dan dirinya mulai bisa melihat alam yang berbeda
Makhluk halus yang berasal dari bangsa dedemit maupun jin mulai mendekat ke arah tubuh Toni yang terbujur kaku.
Toni terdiam, tubuhnya tak bisa digerakkan sama sekali. Anak laki-laki Toni mulai membacakan ayat suci alqur an supaya Toni bisa segera sembuh dari sakitnya.
Kejadian ini dialami oleh Toni berhari-hari.
"Tubuhku tak bisa aku gerakkan sama sekali" gumam Toni dalam hati
"Bagaimana ini?"
"Aku juga tak bisa berbicara dengan anakku"
__ADS_1
"Anakku tampak serius mengaji" gumam Toni dalam hati.
Saat Toni tak dapat menggerakkan tubuhnya, tiba-tiba sosok bayangan hitam datang menemuinya.
"Hei, Toni"!
"Kau harus ikut dengan ku" ucap bayangan hitam itu memaksa Toni
Bayangan hitam itu mempunyai wajah yang sangat menyeramkan, dan Toni begidik melihatnya.
"Tidak, aku tidak akan ikut dengan mu" ujar Toni berusaha melepaskan genggaman tangan sosok bayangan itu agar mau melepaskan tangannya
"Aku butuh bantuan mu" jerit Toni memanggil anak anaknya yang saat itu sedang mengaji di samping Toni.
Namun dari semua anak Toni yang ada di tempat itu, tak ada yang mendengar jeritan Toni. Mereka hanya melihat raga Toni yang terbujur kaku, dengan mata yang masih terpejam.
Setelah menolak ajakan bayangan hitam itu, Toni dipertemukan dengan sosok makhluk yang aneh lagi. Dan lagi-lagi Toni dipaksa untuk mengikuti mereka.
__ADS_1
Hingga suatu hari, saat raga Toni tak mampu bertahan, jin mata merah dengan mudah membawa jiwa Toni pergi ke alam nya.
Memang sudah dilakukan perjanjian antara Toni dan jin mata merah jika ajal tiba, Jiwa Toni akan ikut jin mata merah. Sedangkan roh Toni tetap kembali kepada Tuhannya.
Roh toni masih tetap suci, dan akhirnya roh Toni berpisah dengan jiwa Toni yang saat ini sedang tergadai di alam jin bersama jin mata merah dan Tumini sampai kiamat tiba. Bedanya Toni menjadi budak seumur hidup dan bekerja di alam jin sebagai balasan hutang Toni pada jin mata merah, sedangkan Tumini menjadi bangsa jin di alam jin sampai kiamat tiba.
Setelah kematian raga Toni, para tetangga Toni dan anak Toni mulai menguburkan jasad Toni yang terbujur kaku. Semua anak Toni merasa kehilangan, begitu pula beberapa istri muda Toni yang berada di berbagai daerah.
Harta Toni yang berlimpah berangsur-angsur habis entah kemana. Anak-anak Toni banyak yang hidup miskin setelah kepergian Toni begitu juga dengan istri-istrinya.
Toni sengaja tak menurunkan pesugihannya pada anak-anaknya karena dirinya tak ingin anak nya tersesat seperti dirinya.
Akhir cerita untuk Toni
Kemana perginya jiwa Toni? sangat tergantung dengan Keyakinan dan Laku Amal-Ibadah yang dilakoninya selama hidup didunia. Ketika memuja (membuka hati kepada) mahluk lain bukan kepada Allah SWT, Toni telah mempersembahkan tenaganya kepada sesama mahluk, baik manusia ataupun mahluk lain walau mereka berada di dimensi yang lebih tinggi, maka secara langsung Toni membatasi diri Toni sendiri dan potensi spiritualnya. Setiap saat membuka hatinya untuk hal/mahluk lain selain untuk berhubungan langsung dengan Allah SWT, maka Toni telah tersesat dari tujuan hidup yang sebenarnya.
Orang yang menghambakan diri, menggadaikan diri kepada selain Allah Yang Maha Esa, akan ditarik janji gadainya. Orang yang mencari petapaan di gunung atau ditempat lain, akan ditagih jiwanya sebagai balasan kekayaan metarial yang didapatnya selama hidup oleh penunggu gunung atau tempat lainnya. Orang atheis, kafir yang tidak percaya adanya Allah SWT, apalagi suka berbuat zalim, Jiwanya gelap matanya buta dan telinganya tuli. Tidak boleh melihat dan mendengar apa-apa. Jiwanya akan menunggu dalam dimensi kegelapan, hingga sangkakala berbunyi.
__ADS_1
Bersambung
Tunggu kelanjutan nya