
nenek jin tersenyum dan berkata
"iya nak"
"Kau masih mempunyai kekuatan pelet dalam menggunakan selendang ijo milikmu"
"Namun, tak ada campur tangsn kebo ijo"
"Pengaruh kebo ijo telah hilang"
"Dia tak bisa mengintai mu lagi" jawab nenek jin
"Oh, aku sangat senang sekali"
"nenek jin, apakah aku bisa menjadi murid mu?" tanya Tumini tibs-tiba
"Oh, tentu saja kau boleh menjadi muridku"
"Aku akan mengajarkan pelet kepadamu"
"Selendang ijo ini akan menjadi pusakamu, dan kau bisa menguasai nya sendiri tanpa campur tangan makhluk lain" jawab nenek jin singkat
"Lalu bagaimana dengan Rita?" tanya Tumini sambil menggandeng tangan Rita menghadap ke nenek Jin.
"Rita akan selalu mengukuti mu"
"Dia akan tetap menjadi temanmu, kau tenang saja" jawab nenek jin.
Rita tersenyum lebar mendengar ucapan nenek jin yang cukup melegakan hatinya
"Baiklah nek, aku ingin menjadi muridmu mulai sekarang"
__ADS_1
"Seluruh tubuhku yang kehitaman ini apa bisa hilang?" tanya Tumini penasaran.
"Tubuh mu yang telah menghitam, akan hilang jika kau mandi di sungai 7 sumber"
"Aku akan mengantarmu ke sana"
"Jika kau telah berhasil mandi di air 7 sumber, kau akan terbebas dari warns hitam di kulitmu"
"Oh ya, satu lagi"
"Tubuh mu semakin tua jika kau kembali ke dunia fana"
"Aku menyarankan, tinggalah di alam jin selamanya" ucap nenek jin memberi nasehat kepada Tumini.
Tumini dengan mata berkaca menjawab
"Nenek, sebenarnya aku dan Rita ingin segera mati"
"Namun, setiap kami berkeinginan ingin mati, selalu saja ada halangan yang membuat kami harus hidup"
"Tumini, ini adalah jalan hidup yang kau pilih"
"Kau akan menjadi wanita penguasa jagad jin jika kau mau"
"Tapi dengan satu syarat"
"Kau harus menjalani ritual nya"
"Dengan begitu, kau akan hidup abadi bersama Rita sampai kiamat tiba" jawab nenek jin
"Sekarang, aku akan mengantarkan kalian ke sungai tujuh sumber"
__ADS_1
"Sungai tujuh sumber terletak tak jauh dari sini"
"Hanya saja, dalam melewatinya akan ada kejadian aneh yang membuat kamu ekstra sabar" ucap nenek jin
"Baiklah nenek, aku mau"
"Aku ingin segera bebas dari warna hitam iniX ucap Tumini.
Mereka bertiga akhirnya menuju ke sungai tujuh sumber.
Sungai itu sangat deras airnya dan berwarna putih jernih. Airnya sangat segar dan jarang sekali bangsa jin yang mandi di sana.
Bagi bangsa jin, sungai tujuh sumber merupakan sungai keramat milik mereka
Mereka jarang mandi di situ karena, airnya sangat dingin dan menusuk tulang bagi para jin
Tapi bagi manusia, rasa dingin itu sedikit memudar.
Tumini dan Rita bisa dikategorikan bangsa manusia dan beraroma lelembut.
hingga Tumini tak memiliki identitas di alam jin. Untuk menutupi indentitasnya, nenek jin memberikan mutiara putih dan dipasang di kepala mereka.
Mereka terlihat seperti ular jika dilihat oleh bangsa jin lainnya.
"Tumini, Rita kalian sudah masuk di negeri jin dan telah menjadi warga disini"
"Aku menutupi identitas kalian dengan mutiara yang akus sematkan di kepala kalian"
"Mutiara ini milik bangsa jin sejak ribuan tahun yang lallu dan aku menyimpannya.
"Sekarang, mutiara ini aku berikan kepads kalian untuk menghindar dari beberapa jin yang jahat
__ADS_1