Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Pesugihan tuyul


__ADS_3

Toni sedikit marah pada istrinya, Namun kemarahan itu ditahannya. Cukup dirinya saja yang tahu. Toni tak ingin jika dia marah, istrinya akan pergi meninggalkannya mengingat saat ini dia sangat mencintai istrinya itu.


"Aku bisa sedikit tenang"


"Jika aku punya anak perempuan, aku akan berikan pada jin pesugihanku saja"


"Rina kan bisa buat anak lagi bersamaku" gumam Toni dalam hati.


Malam itu, cukup membuat Toni sedikit tenang karena permasalahan tumbal sudah diatasi oleh Toni.


Toni langsung tiduran menikmati indahnya mimpi malam itu tanpa gangguan apapun.


Namun dalam benak Toni dirinya terus berpikir akan kelakuan Rina yang menipunya.


Muncul niat jahat Toni yaitu nanti jika situasi sudah reda dan pernikahannya sudah setahun, dirinya berniat menikah lagi dengan wanita lain. Toni ingin menikmati rasanya menikmati wanita perawan yang selama ini tak pernah dinikmatinya.


"Lebih baik, aku harus mencari istri lagi nantinya tanpa menceraikan Rina"


"Aku harus melakukan penyatuan tubuh dengan banyak wanita muda, agar mereka bida melahirkan anak-anakku"


"Aku dengan mudah memilih mereka untuk menjadi tumbal nantinya"


"Ha ha ha" Toni tersenyum puas. Tampak nya masalah tumbal pada jin merah bukan masalah lagi baginya karena dia telah menemukan ide cemerlang yaitu nanti jika pernikahan nya dengan Rina telah mwnginjak setahun, dirinya akan menikah siri dengan beragam wanita muda.


"Tak kan ada yang menolak ku karena aku sudah kaya raya sekarang" gumam Toni dalam hati.


Di tempat lain yaitu alam jin, Tumini dan Rita rupanya telah menunggu pengumuman sayembara menjadi ratu jin yang akan diumumkan dua hari lagi.


Sambil mengisi kekosongan, Tumini melihat tuyul peliharaannya yang ada di belakang rumah nenek jin. Tuyul itu tetap periang dan badannya juga tetap kecil.


"Oh, baguslah"


"Tuyul ku sudah beradaptasi sekarang".


"Aku harus segera mencarikan majikan untuknya"


"Tampaknya dia perlu air susu ibu untuk memulihkan dahaganya karena telah lama ibu nya meninggal setelah melahirkannya" gumam Tumini dalam hati.


Rita yang saat itu ada di samping Tumini bertanya


"Tumini, bagaimana?"


"Apakah kau bersikeras mencarikan majikan untuk tuyul itu?" tanya Rita penasaran


"Oh, tentu Rita"


"Aku tak akan membiarkannya seperti ini"


"Biarlah tuyul itu menikmati hari-harinya di dunia"


"Pasti dia senang nantinya jika telah mempunyai majikam baru" ujar Tumini pada Rita

__ADS_1


"ya, terserah kamu Tumini"


"Yang penting, dua hari lagi kita harus bersiap untuk mendengar pengumuman dari raja jin, siapa yang berhak menjadi ratu jin" ujar Rita menambahkan


"Ya rita"


"Aku juga menunggu kesempatan emas ini"


"Tak akan aku sia-siakan kesempatan ku ini" ujar Tumini


Setelah berbincang cukup lama, Tumini dan Rita akhirnya pergi ke arah timur dimana mereka akan dipertemukan oleh beberapa manusia yang sedang melakukan ritual untuk meminta pesugihan.


Tumini dan Rita mulai duduk di sebuah batu besar yang letakknya di perbatasan antara negeri jin dan negeri siluman. Tumini melihat beberapa manusia yang meminta pesugihan dengan jalan pintas.


"Rita, lihatlah wanita itu" ucap Tumini sambil melihat sosok wanita muda yang sangat cantik


"Tampaknya, wanita itu cocok menjadi majikan tuyul ku" ucap Tumini pada Rita


"Oh, ya baguslah"


"Terimalah sesajen nya dan sekarang bawa dia ke tempat kita" ujar Rita


Tumini pun mengambil sesajen milik wanita muda itu. Tampak wanita muda itu senang karena sesajen nya hilang tiba-tiba.


Jika sesajen hilang tepat di depan matanya, itu berarti telah diterima oleh jin penunggu lembah yang ada di bawah gunung padagarang.


Gunung padagarang adalah sebuah gunung tempat orang dari berbagai wilayah melakukan ritual pesugihan. Di sana ada juru kunci yang mengarahkan mereka. Juru kunci itu bernama Suparto.


Melalui mata batin suparto, beberapa manusia yang hendak mencari pesugihan bisa berkomunikasi dengan para jin yang ada di lembah itu.


Tentunya, sebelum suparto bisa berkomunikasi dengan jin, ada suatu kejadian yang membuat Suparto bisa berkomunikasi dengan beberapa jin sehingga bisa membantu warga yang mencari pesugihan.


Saat Tumini menerima sesajen dari salah satu manusia yang menjalankan ritual, Tumini telah berkomunikasi dengan Suparto terlebih dahulu dan wanita muda itu lebih memilih tuyul karena tumbal nya tak terlalu berat. Hanya menyusui nya dan menganggap dia anak sendiri.


Nama wanita yang meminta pesugihan itu adalah devi.


Karena sudah tak tahan dengan keadaan suaminya yang miskin, Devi nekat mencari pesugihan tuyul untuk melunasi hutang-hutang nya yang makin menggunung.


Perjanjian telah dilakukan oleh Tumini dan Devi melalui perantara Suparto


"Nyonya Devi, ritual anda telah diterima oleh sang ratu "


"Sekarang pulanglah"


"Besok, kau ditunggu di sini untuk menerima tuyul yang akan membantumu dalam mencari uang" ucap Suparto memberi penjelasan pada Devi.


"Baiklah pak Suparto, kalau begitu aku mau pulang dulu ya" ucap Devi dengan perasaan senang tak karuan.


"Ya"


"Pulanglah sekarang" ucap Suparto pendek

__ADS_1


Sementara itu Tumini kembali ke rumah nenek jin untuk mengambil tuyul peliharaannya untuk diberikan kepada Devi, majikan baru si tuyul.


Sesampai di rumah nenek jin, Tumini mengintip sang tuyul peliharaannya dan menyapanya


"Anakku, bagaimana keadaan mu?"


"Apakah kau betah disini?" tanya Tumini basa basi pada tuyul itu


"Ya bu, aku sangat betah disini" jawab si tuyul sambil tersenyum


e"Oh ya bagus kalau begitu"


"Nak ibu punya berita bagus buatmu" ujar Tumini sambil mendekat ke arah tuyul bodoh itu


"Oh ya ibu ada apa?"


"Kau akan ikut majikan barumu"


"Jika ikut dia, kau akan diberi air susu ibu"


"Mau kan?" ucap Tumini sambil tersenyum


"Wah mau bu"


"Sejak lahir aku tak mendapat air susu ibu karena ibu sudah terbaring lemah di peti itu" ucap Tuyul itu sambil mengingat saat pertama kali dia bertemu dengan jasad Tumini yang tak berdaya


"Ya, nak"


"Mau ya?"


"Kalau mau ayok aku bawa ke majikan mu sekarang" ajak Tumini


"Ya ibu" jawab tuyul itu


Tuyul itu akhirnya naik ke punggung Tumini untuk ikut bersama Tumini menemui Devi, yang menjadi majikan barunya


Tumini akhirnya berjalan membawa tuyul itu ke gunung padagarang, dimana Devi melakukan ritual di tempat itu.


Sesampai di gunung padagarang, Tumini menyerahkan tuyul itu pada pak Suparto.


"Pak suparto, ini aku serahkan tuyul"


"Kau sampaikan pada Devi, jangan lupa menyusui nya pada malam jumat kliwon"


"Tak ada tumbal apapun"


"Devi hanya bertugas menyusui nya saja" ucap Tumini pada pak Suparto


"Nyi ratu, apa pantangan nya?" tanya pak suparto


Tumini tersenyum mendengar pertanyaan pak Suparto itu.

__ADS_1


__ADS_2