
Akhirnya Bu rusdi dan teman-teman yang lain sepakat untuk masuk ke dalam kamar terlarang itu. Mereka semua sebenarnya sangat penasaran karena situasi rumah bu devi sangat aneh berbeda dengan rumah-rumah mewah yang biasa mereka kunjungi.
Selain ada ruang rahasia, rumah bu devi tak ada ayat suci alqur an sama sekali di tembok nya.
Selama ibu komplek melihat seisi rumah bu devi, mereka tak melihat musholla di rumah itu.
"Bu, gak ada musolla disini ya?"
"Aku belum sholat ashar nih" ucap salah satu ibu-ibu yang ikut rombongan itu
"Iya, disini juga gak ada mukena"
"Hus"
"Siapa tahu bu devi beda agama dengan kita" ujar bu rusmini menyela pembicaraan ibu-ibu yang bergosip
"Kalau beragama lain, pasti ada simbol agama lain"
"Tapi ini kagak ada" ujar bu rusdi memberikan idenya.
"Iya juga sih"
"Kalau beragama lain, ada identitas tertentu" tambah ibu-ibu yang lain
"Jadi gimana nih"
apa kita tetap intip kamar misterius itu, mumpung devi masih di dapur" ujar bu rusdi menanyakan kembali kepada teman-temannya
"Ya, ayok"
__ADS_1
"Jangan ditunda lagi" ujar rusmini
Rombongan ibu-ibu itu pergi ke kamar dimana disitu tertulis dilarang masuk.
Sampailah mereka di depan pintu kamar misterius itu. Yang bertugas membuka pintu adalah bu Rusdi. Dengan sedikit keberaniannya
Pintu kamar rahasia milik Devi ternyata mudah dibuka.
"Ceklek"
Pintu mulai terbuka pelan dan di dalam kamar terlihat gelap.
Di meja, ada lilin yang terlihat remang-remang
"loh, kok ada lilin?"
"Bukankah devi sangat kaya?"
"Harusnya kamar ini diberi lampu"
"Harga lampu kan tidak mahal" ujar bu rusdi memberi pendapat
Dua orang ibu-ibu perwakilan yang masuk ke dalam. Mereka adalah bu rusdi dan bu rusmini. Lainnya menunggu di luar karena sambil melihat apakah devi sudah kembali dari dapur. Rumah devi yang sangat besar, membuat jarak antara dapur dan ruang tamu membutuhkan perjalanan yang cukup jauh.
Sambil mengendap-endap ke dalam kamar, Rusmini dan bu rusdi melihat seisi ruangan itu.
"Loh, disini kok ada sesajen seperti bunga?"
"Lilin juga ada di sini?" ucap Bu rusdi sambil terus berjalan menyusuri kamar gelap itu. Mereka hanya diterangi lilin yang pencahayaan nya sangat minim
__ADS_1
Saat bu rusdi melangkah lebih jauh lagi menuju ke dalam, Tiba-tiba kaki bu rusdi seperti ada yang menarik
"Eh, bu rusmini"
"Kamu menarik kaki ku ya?" tanya bu rusdi yang saat itu berada di depan bu rusmini
"Enggak"
"Aku dari tadi gak pegang kaki mu sama sekali"
"Loh, kenapa kaki ku terasa berat untuk melangkah lebih jauh lagi?" tanya bu rusdi penasaran
"Tak tahu lah aku"
"Mungkin perasaan mu saja"
"Karena takut, kamu jadi merasakan seperti ku tarik" ucap Rusmini pada bu rusdi
"Oh ya benar juga katamu" jawab bu rusdi pendek
Bu rusdi mulai melihat kaki nya sendiri karena merasakan hal yang aneh pada kakinya.
Muncul anak bayi kecil yang aneh dan bayi itu terlihat remang-remang karena suasana dalam kamar sangat gelap sehingga bu Rusdi tak melihatnya dengan jelas.
"Ah, seperti anak kecil menarik kaki ku"
"Aduh, sakit sekali, dia seperti menggigit kakiky" ucap bu rusdi kesakitan
Sementara itu, di luar kamar, teman bu rusdi mulai memanggil mereka berdua agar cepat keluar dari kamar itu karena devi akan segera kembali dari dapur untuk memberikan hidangan pada mereka
__ADS_1