
Sementara itu, di dunia, Indah terkejut dengan apa yang telah terjadi begitu juga dengan Doni.
Saat mereka terbangun, banyak darah perawan masih berceceran di kasur yang empuk tempat mereka menginap.
"Hah, apa yang kau lakukan kepadaku?" tanya Indah kepada Doni yang juga saat itu tidak tahu apa-apa
"Aku juga tidak tahu"
"Mengaoa kita berdua ada di sini?"
"Bukankah kita tidak mengenal satu sama lain?" tanya indah sambil menangis karena nasib nya yang buruk kala itu
"Aku juga tidak tahu mengapa aku bisa berada di sini"
"Saat itu, aku sedang mabuk dan aku tak sadar ada kamu disamping ku" ucap Doni sambil menatap Indah dengan tatapan iba.
"Kau sudah mengambil kegadisan ku"
"Aku minta kau bertanggung jawab" ucap Indah dengan nada sedikit mengancam
"Hah, tanggung jawab?"
__ADS_1
"Itu tidak mungkin"
"Aku sudah punya pacar dan sebentar lagi aku akan menikah dengannya" jawab Doni berusaha menghindari Indah
"Tidak, aku tak terima" jawab Indah sambil terus berurai air mata.
sementara itu, ada sosok makhluk lelembut yang rupanya mengintai Indah. Dirinya rupanya telah menikmati darah perawan milik Indah yang dipersembahkan Tumini kepadanya.
makhluk lelembut itu berada di samping Indah dan tak berpindah karena masih menikmati kenikmatan keduniawian nya.
Dalam dunia gaib, sebenarnya, Doni tak melakukan apapun terhadap Indah. Tubuh Doni dikendalikan makhluk gaib yang bernama kebo ijo.
Dengan memanfaatkan Tumini, kebo ijo dengan leluasa mendapatkan darah perawan milik Indah dan telah memakannya.
Akibat hubungan terlarang itu, di rahik indah, ada janin kebo ijo yang bersarang di sana dan hal itu tentunya tidak diketahui oleh Indah.
Dalam dunia mistik, Wajah Indah seketika menjadi pucat pasi karena cahaya tubuh nya juga diserap oleh kebo ijo.
Hanya orang yang berilmu tinggi yang dapat melihatnya.
Bagi manusia biasa, mereka melihat Indah layaknya manusia pada umumnya.
__ADS_1
Doni berusaha menenangkan Indah dan membawa Indah pulang ke rumahnya. Indah pun menuruti ajakan Doni dan berharap Doni akan bertanggung jawab atas segala perbuatannya.
"Indah, ayo ikut aku ke rumahku"
"Kau akan aman di sana"
"Tapi ingat satu hal, aku tak mungkin bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi karena aku merasa aku tak melakukan apa-apa terhadapmu" ucap Doni kepada Indah.
Indah hanya terdiam dan dirinya tak punya pilihan lain. Akhirnya dengan kesabarannya Indah mau mengikuti Doni.
Sementara itu, di negeri jin, Tumini sedikit terbebas dari tuntutan tumbal selendang ijo karena kebo ijo masih asyik menikmati darah perawan Indah yang masih segar.
Dirinya akan mulai mengejar Tumini jika jangka waktu pemberian Tumbal telah habis.
Sementara itu di negeri jin, Tumini dan Rita sedikit bisa bernafas lega karena telah mempunyai teman bangsa jin yang sangat baik kepadanya.
Saat mereka mulai memasuki rumah kedua pemuda itu, tampak sepasang mata memandang mereka. Rupanya dia seorang nenek tua dan sesepuh tertua di sana.
Usia nya mencapai 10.000 tahun dan masih terlihat sehat saat itu.
"Siapakah dia?" tanya Tumini kepada kedua teman barunya itu
__ADS_1
"Oh, dia adalah nenek ku"
"Dialah yang merawat kami selama ini" jawab kedua jin itu.