Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
bertemu teman lama


__ADS_3

Tumini makin popular saja di kalangan bangsa jin, terutama saat melakukan perjalanan ke laut selatan dimana raja jin berada.


Beberapa jin mulai melirik ke arah Tumini dan Rita yang saat itu sedang berjalan menuju ke arah kerajaan Jin. Nenek jin rupanya tak ikut serta karena nenek jin harus merawat tanaman di rumahnya yang makin tumbuh subur saja.


Setiap tanaman yang berbunga, nenek jin menyimpan bunganya dan meletakkan nya di sebuah lemari khusus. Tujuan nya adalah menambah energi nenek jin agar tetap prima walaupun usia nya telah mencapai ribuan tahun.


Di pantai selatan, tampak Rita sedang berbincang dengan Tumini. Kali ini pembicaraan mereka sangat serius.


"Rita, sebentar lagi kita sampai dan menemui raja jin"


"Apa kau pernah melihat wajah Raja jin yang baru?"


"Apakah wajahnya sangat menyeramkan?" tanya Rita sambil berjalan menyusuri rawa rawa pantai laut selatan


"Belum sama sekali"


"Aku tak pernah tahu wajah sang Raja jin"


"Menurut nenek jin, wajahnya sangat tampan" ucap Tumini sambil tersenyum lebar


"Ya, kalau begitu kita lihat saja nanti" kata Rita sambil tersenyum


Tumini berjalan bersama Rita. Selendang ijo milik Tumini mulai dipakai, begitu juga dengan rita menggunakan selendang ijo yang dipinjam nya dari Tumini. Walau sebenarnya selendang ijo hanya ada satu selendang, namun Tumini bisa memberikan sari pati selendang kepada Rita menggunakan selendang ijo serupa miliknya karena mereka berdua telah menjadi satu kesatuan yang utuh.


Tibalah mereka berdua di kerajaan Jin dimana raja Jin berada di sana.


Sang raja jin duduk di singasananya. Banyak pengawal dengan rupa yang aneh masuk ke dalam istana itu. Sebelum masuk ke dalam istana, beberapa jin ditanya tentang identitas mereka masing-masing.


Tumini dan Rita berhasil selamat karena mereka telah melakukan ritual paku jiwa. Kini mereka mempunyai identitas baru yaitu menjadi sosok siluman ular yang disegani oleh masyarakat jin.


Semua peserta berkumpul jadi satu di istana itu. Tumini berjalan melihat semua orang yang ada di istana itu, mulai dari pelayan bangsa jin sampai pejabat bangsa jin ada di sana.


Secara tak sengaja, Tumini melihat sosok aki mamang yang dulu pernah ditemuinya di dunia.


"Rita, aku lihat aki mamang ada di sini" ucap Tumini terus memandang sosok aki mamang yang dulu pernah memberikan selendang ijo kepadanya.


"hah, Siapa aki mamang?"


"Aku tak pernah mengenal nya" jawab Rita sambil melihat ke arah sosok lelaki tua yang duduk di lantai istana jin


"Rita, aki mamang adalah seorang dukun yang pernah aku datangi ketika aku hidup di dunia"


"Dialah yang menjerumuskan ku ke lembah nista ini, dengan memberikan selendang ijo ini kepadaku, dengan imbalan, aku bisa menjadi penari terkenal jika memakai selendang itu"


"Waktu itu, aku masih lugu akan kehidupan dunia lain, dan tanpa pikir panjang aku menerima semuanya"

__ADS_1


"Tapi, selendang ijo ini membawa petaka kepadaku karena rupanya aki mamang telah mengadakan perjanjian dengan penghuni selendang ijo ini" ucap Tumini panjang lebar


"Sudahlah Tumini, semua sudah terjadi"


"Kau juga tak bisa mengembalikan keadaan seperti semula"


"Sekarang, kita ikuti sayembara ini sampai selesai" kata Rita memberi semangat kepada Tumini


"Tidak Rita"


"Aku akan menemui aki mamang sekarang"


"Lihatlah dia"


"Sekarang, dia duduk di lantai dan menjadi budak beberapa jin yang datang"


"Aku akan memberikan pelajaran kepadanya" ucap Tumini


Tumini segera pergi menuju ke arah dimana aki mamang berada.


"Aki mamang, kau ingat dengan ku?" tiba-tiba Tumini mulai menyapa aki mamang yang tertunduk lesu saat itu


Mendengar suara yang tak asing di telinganya, aki mamang segera melihat ke arah datangnya suara


"Kamu Tumini?" aki mamang mencoba menebak siapa wanita yang saat itu ada di depannya.


"Aku Tumini"


"Mengapa kau berada di negeri jin?"


"Bukankah dulu kau telah mati?" tanya Tumini penasaran


"Tumini, sebagai dukun aku telah mengadakan perjanjian dengan para jin di laut selatan"


"Aku dan mereka telah menjalin kesepakatan jika aku mati kelak, jiwa ku akan diambil oleh mereka dan akan menjadi budak mereka sampai kiamat"


"Imbalannya, selama aku di dunia, aku bisa menjadi seorang dukun terkenal dan kaya raya" ucap aki mamang menjelaskan kisah hidup nya.


"Oh ya Tumini, mengapa kau berada di sini?"


"Apakah kau juga mengabdi pada jin sama sepertiku?" tanya Aki mamang penasaran


Aki mamang melihat dengan detail wajah Tumini, mulai dari rambut sampai rok yang dipakai Tumini.


"Aki mamang, aku lebih beruntung dari mu"

__ADS_1


"Sekarang, aku bukan seorang tahanan ataupun budak lagi"


"Aku bisa menjadi diriku sendiri"


"Lihatlah selendang yang aku pakai"


"Sekarang, aku bisa memakai nya dengan bebas tanpa imbalan tumbal apapun" ucap Tumini dengan nada kesal.


"Sekarang, aku ingin membalaskan dendam ku selama aku berada di dunia"


"Aku akan meminta mu menjadi budak ku kepada pemilik mu sebelum nya"


"Mana dia?" tanya Tumini penasaran


Tumini langsung melihat ke segala arah dan dirinya menemukan sosok lelaki berkumis dan mempunyai jenggot sangat panjang.


"Itukah majikan mu?" tanya Tumini pada aki mamang


Aki mamang pun mengangguk dan Tumini segera pergi menuju ke tempat dimana lelaki berkumis itu berada.


Rita tak ikut serta. Dirinya diberi tugas oleh Tumini untuk menjaga aki mamang agar aki mamang tak sampai kabur.


Tak membutuhkan waktu lama, Tumini rupanya bisa merayu lelaki berkumis itu dan memberikan aki mamang sepenuhnya kepadanya.


"Aki mamang, sekarang kau resmi menjadi budak ku"


"Tugas mu hanyalah mencuci pakaian ku, mengelap sepatuku dan mau jika suatu saat aku meminta mu semauku" ucap Tumini.


Kali ini tatapan Tumini ke arah aki mamang sangat tajam.


Jiwa aki mamang tertunduk dan mengangguk. Dirinya tak bisa berkutik dengan perintah Tumini karena di negeri jin, dirinya merupakan golongan kasta terendah dan terlemah.


Aki mamang tak mempunyai kekuatan apa-apa di negeri jin. Dirinya hanya menjadi budak para jin yang ada di sana.


Wajah sumringah ada di raut wajah Tumini. Kini dirinya makin merasa bahwa Dirinya berada di atas angin.


"Tak ada yang bisa melawan ku kali ini" gumam Tumini dalam hati


Begitu pula dengan Rita.


Di tempat lain, kebo ijo mulai berjalan menyusuri pantai. sebelum ikut menonton pemilihan ratu jin, kebo ijo iseng mampir di tempat dimana Sandra dan Doni berada.


"Aku harus secepatnya menemui Sandra dan Doni"


"Aku akan mengganggu mereka karena akibat ulah mereka, aku menjadi terlunta-lunta begini dan kehilangan anakku" gumam kebo ijo

__ADS_1


Saat berada di rumah Sandra, kebo ijo dikejutkan dengan arwah Indah yang duduk terdiam di pojok ruangan. Selama hidup di dunia dan mengandung anaknya, Indah tak pernah melihat wajah kebo ijo yang sebenarnya.


__ADS_2