Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Mulai ketahuan


__ADS_3

Tiba malam jumat kliwon dimana waktunya Devi menyusui tuyulnya kembali. Kali ini Devi sedikit merasa aneh dengan sikap sang tuyul.


"Kenapa dengan tuyul ku?"


"Gerakannya mulai melambat tak selincah dulu"


"Dia juga tak menunjukkan wajah senyum dan lidahnya makin panjang saja"


"Lidahnya lebih panjang dari kemarin aku membawanya dari gunung" gumam Devi mengamati sang tuyul


"Tuyul, hari ini jadwal ku menyusui mu"


"Aku akan menyusui mu sekarang" ujar Devi


Devi merasa tak enak hati karena sudah sebulan lamanya dia tak menyusui sang tuyul.


Devi pun masuk ke dalam kamar rahasia nya.


Melihar Devi datang dan menawarkan air susu nya, tuyul peliharaan Devi langsung loncat kegirangan karena dirinya sudah merasakan dahaga yang amat sangat.


Cukup lama devi berada di ruang rahasia itu. Tak biasanya dia berada di sana dalam waktu yang sangat lama.

__ADS_1


Suami Devi yang saat itu berada di rumah dan anak Devi penasaran karena Devi tak kunjung keluar dari tempat itu.


"Dik, kamu apakah masih menyusui?" tanya suami Devi dengan suara yang sedikit nyaring


Tak ada jawaban dari dalam dan hal itu membuat suami Devi cemas.


Namun kecemasan itu berusaha dihilangkan nya dan dia masih menunggu beberapa jam lagi di luar pintu.


Namun rupanya setelah menunggu satu jam lagi, devi tak kunjung keluar dari kamar.


Karena tak sabar menunggu di luar akhirnya suami devi nekat masuk ke dalam kamar. Sebelum masuk ke dalam kamar, suami devi meletakkan anak nya yang masih bayi di tempat tidur bayi yang ada di samping kamar devi.


Dengan pelan-pelan suami devi masuk ke ruangan yang gelap itu.


Tak ada jawaban sama sekali dari devi.


Karena ruangan itu panjang dan tak berujung, dirinya berjalan terus masuk ke dalam kamar itu sampai jauh.


Sementara itu, ustadz Janu rupanya telah melakukan ritual pengusiran makhluk gaib di rumah ibu-ibu komplek yang menjadi korban pencurian uang oleh tuyul peliharaan devi.


"Bu, setelah saya melakukan ritual pengusiran roh dedemit yang ada di rumah ibu, di rumah ibu dan rumah lainnya sudah aman dari dedemit maupun makhluk halus"

__ADS_1


"Tak kan ada yang bisa masuk ke rumah ibu lagi" ucap ustadz Janu pada bu Rusdi


"Ustadz, apakah benar ada makhluk halus yang sering datang kemari?"


"Soal nya, uang kami sering hilang" tanya bu rusdi dan ibu-ibu komplek yang lain


"Tenang lah bu"


"Kalaupun nanti ada, mereka tak kan bisa masuk lagi kok"


"Kalau bisa, bu rusdi dan teman-teman lain beli kaca yang besar dan pasang di tempat uang yang disimpan"


"Nanti, makhluk itu akan pergi dengan sendirinya" ucap ustadz janu.


"Oh terimakasih ustadz Janu"


"Kalau begitu, kami semua akan membeli kaca sesuai dengan apa yanh diminta oleh ustadz" jawab bu rusdi


Setelah selesai berdoa di rumah bu rusdi dan ibu-ibu komplek perumahan dimana devi berada, ustadz Janu ijin untuk pamit pulang karena ada kasus lain yang akan dia tangani


Saat ustadz Janu pergi meninggalkan rumah bu rusdi, dia melewati rumah megah yang besar, dan rumah itu adalah rumah Devi

__ADS_1


"Sepertinya ada yang aneh dalam rumah itu"


"Auranya sangat gelap sekali" gumam ustadz Janu sambil berjalan pelan-pelan di depan rumah itu.


__ADS_2