Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Budak baru


__ADS_3

Tumini sangat puas akhir-akhir ini. Sedikit demi sedikit segala tabir yang tertutup mulai terbuka pelan-pelan.


Mulai dari aki mamang yang tak diduga sudah menjadi budaknya, jin mata merah juga telah tunduk dan patuh padanya.


Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu. Sayembara menjadi ratu jin telah dimulai. Tumini menunggu giliran untuk mengikuti sayembara itu.


Sambil menunggu dan waktu menunggu sangatlah lama, Tumini dan Rita singgah sejenak di istana pantai selatan yang didalamnya berisi beberapa jin lain yang ikut mengantri untuk ikut serta dalam sayembara.


Tumini akan memulai sayembara sekitar 3 hari waktu jin dan jika dihitung masih 3 tahun waktu dunia. Sebuah waktu yang lama bagi manusia namun sebentar bagi kaum jin.


Di tempat lain yaitu di negeri manusia, pernikahan Sandra dan Doni akan diadakan hari ini. Berkat acara ritual yang kemarin dilakukan oleh Sandra dan Doni, tak ada dedemit yang mengganggu pernikahan mereka.


Mereka berdua melangsungkan pernikahan dengan aman dan damai. Sandra dan Doni sengaja tak mengundang kyai yusuf karena mereka akan langsung pergi ke tempat kyai yusuf jika acara pernikahan mereka telah selesai. Ada banyak hal yang mereka rencanakan dikemudian hari mengenai suatu hal yang masih mereka rahasiakan.


Sementara itu, kebo ijo masih asyik makan makanan sesajen yang diberikan oleh Sandra dan Doni. Kekuatan mantra sesajen itu membuat kebo ijo kenyang sepanjang hari dan lupa memikirkan misi utamanya.


Di tempat lain, anak keturunan kebo ijo yang ada di dalam botol semakin beringaa saja. Seiring berjalan nya waktu, anak dedemit kebo ijo makin tumbuh berkembang di dalam botol.


Hampir setiap hari, botol itu bergerak sendiri tanpa henti. Wajah bayi dedemit itu mulai terlihat menyeramkan dan hanya kyai yusuf yang tau.


Karena tak ingin botol penyimpanan nya pecah akibat desakan bayi dedemit milik kebo ijo, kyai yusuf akhirnya berinisiatif mengantarkan botol itu di istana raja jin yaitu di pantai selatan dimana disana sekarang diadakan pesta sayembara besar untuk mencari ratu jin.


"Aku harus secepatnya pergi mengantar bayi dedemit ini ke alam jin"


"Agar dia tak mengganggu manusia lagi" gumam kyai yusuf dalam hati.


Akhirnya, kyai yusuf pergi ke alam gaib dimana dirinya akan mengubur botol itu di dasar laut selatan.


Perjalanan yang dilakukan oleh kyai yusuf cukup melelahkan. Banyak rintangan yang terjadi. Suasana ombak di laut yang sangat dasyat, ditambah beberapa jin pengganggu kerap menggoda kyai yusuf selama perjalanan.


Sampailah kyai yusuf di sebuah tempat dimana disitu adalah tempat penyimpanan berbagai jasad manusia yang bekerjasama dengan kaum jin.


Disitu juga tempat dimana jasad Tumini dan Rita yang diawetkan oleh nenek jin.


"Tempat ini tetap sama seperti dulu"


"Tak berubah sama sekali" gumam kyai yusuf sambil mengamati ke sekeliling ruangan itu


Kyai yusuf langsung duduk bersila dan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan meletakkan botol berisikan bayi dedemit itu di sebuah lubang.


Ternyata, kyai yusuf tak tahu jika di dalam lubang itu juga tersimpan sebuah peti yang berisikan jasad Tumini dan Rita


Setelah meletakkan bayi dedemit itu dalam sebuah lubang, kyai yusuf segera pergi meninggalkan alam jin itu karena aura mistis disana sangatlah kuat.

__ADS_1


Kyai Yusuf tak bisa berlama-lama di alam itu karena energi mistis di pusat kerajaan jin sangatlah kuat, tak sama dengan alam dedemit yang terletak di pegunungan.


"Tugasku sudah selesai"


"Semoga saja, jika bayi demit ini bisa memecahkan botol milikku, dia akan hidup di alam ini, tanpa mengganggu manusia" gumam kyai yusuf


Setelah tugasnya selesai, kyai yusuf kembali ke alam manusia dengan perasaan lega


"Aku telah melaksanakan tugas ku"


"Sekarang, aku akan kembali pulang"


Kyai yusuf pun pulang kembali ke alam manusia.


Sepeninggal kyai Yusuf, botol yang berisikan bayi dedemit itu mulai bergerak tanpa henti seakan mencari jalan keluar.


Tutup botol yang semula sangat kuat lambat laun semakin longgar dan terkikis.


Bayi demit kebo ijo rupanya ingin keluar dari botol itu. Tenaga nya sangat kuat dan sulit dikalahkan...


Wajahnya makin terlihat sangat menyeramkan.


"Cit cit cit" suara anak kebo ijo mulai mengerang tanda ingin keluar dari dalam botol yang membelenggunya.


"Tumini, suara apakah itu?"


"Seperti suara gunung meletus"


"Bukankah di dunia jin tak ada gunung meletus?" tanya Rita penasaran


Tumini mencoba merasakan getaran suara itu dan berusaha menenangkan diri.


"Ya"


"Seperti ada kekuatan besar yang keluar dari alam jin" ucap Tumini sambil terus mengamati keadaan sekitar.


Rupanya, suara itu tak begitu dihiraukan oleh bangsa jin yang lain karena hal itu lumrah bagi mereka.


Suara dentuman keras menandakan ada sosok jin baru yang lahir, atau ada beberapa jin yang berhasil keluar dari belenggu yang mengurungnya.


"Sudahlah Rita"


"Anggap tak terjadi apa-apa"

__ADS_1


"Lihatlah teman jin yang lain, "


"Mereka tak menghiraukan suara itu"


"Hanya kita saja" ucap Tumini


Akhirnya bayi dedemit itu keluar dan melangkah tak tentu arah.


"Siapa aku?"


"Dimana aku?"


"Kemana ibuku?" ucap suara bayi dedemit itu sambil berputar-putar mencari orang terdekat di samping nya.


Tanpa sengaja, Bayi dedemit milik kebo ijo melihat jasad Tumini yang tersimpan di sebuah peti.


"Oh, mungkin dia adalah ibuku" ucap bayi dedemit itu sambil membuka peti milik Tumini.


Bayi itu mulai melihat wajah Tumini yang saat itu tertidur di dalam peti.


"Ibu..." bayi dedemit itu menocba memanggil Tumini ibu karena wanita pertama yang dilihat bayi itu adalah Tumini.


Sambil memutar di jasad Tumini, bayi dedemit itu bersandar di tubuh Tumini.


Cukup lama bayi itu bersandar dan akhirnya tertidur cukup lama.


Entah kapan bayi itu terbangun karena setelah keluar dari dalam botol, tenaga nya terkuras habis dan untuk pemulihan tenaga nya yang banyak terkuras, bayi dedemit itu membutuhkan waktu tidur cukup lama.


Darah manusia bercampur dedemit ada pada bayi itu, dan dia telah mencium aroma tubuh Tumini yang dia anggap sebagai ibunya.


Saat bayi dedemit itu tertidur di samping Tumini, tumini yang saat itu berada di kerajaan jin merasakan hal yang aneh dalam tubuhnya.


"ada apa dengan tubuhku?"


"Mengapa terasa hangat sekali?" gumam Tumini sambil terus merasakan hal aneh yang ada dalam tubuhnya


"Ada apa Tumini?" tanya Rita penasaran


"Entahlah Rita, aku merasakan ada seseorang yang menyentuh tubuhku"


Tubuhku terasa hangat"


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa tunggu. episode selanjutnya kawan


__ADS_2