
Di alam dedemit, Rita dan Tumini menari seperti biasa. Hanya saja selendang ijo miliknya sudah sulit untuk dikendalikan lagi.
Selendang ijo milik tumini mulai bergerak-gerak tak tentu arah. Penghuni selendang ijo tampaknya haus akan tumbal yang tak pernah di dapatkannya selama dirinya dipakai oleh Tumini.
Untuk mengatasi hal itu, akhirnya Tumini dan Rita pergi ke dunia manusia demi mencari darah perawan yang akan dijadikan tumbal untuk selendangnya itu.
jiwa tumini dan Rita akhir nya terbang menuju ke sebuah pusat diskotik terbesar di kota itu.
Diskotik itu berada di pusat kota. Para wanita penghibur mencari nafkah di sana.
Lelaki hidung belang silih berganti mencari wanita yang bisa memuaskan nafsu mereka.
"Rita, sepertinya tempat ini cocok untuk kita" ucap Tumini dengan menunjukkan senyum lebar nya.
"Baiklah, ayo kita masuk ke dalam"
"Kita lihat terlebih dahulu apa yang terjadi di dalam" ucap Rita sambil menggandeng tangan Tumini.
Saat mereka berdua berhasil masuk, tampak beberapa lelaki hidung belang sedang meminum anggur dan terdapat beberapa pelayan wanita duduk melayani mereka.
"Tumini, apakah kita tidak salah datang kesini?"
__ADS_1
"Tak kan ada darah perawan di sini" ucap Rita sambil mengamati ke sekeliling.
"Ah, sudahlah Rita"
"Kita jalani dulu" jawab Tumini pendek
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam sebuah diskotik dimana banyak wanita cantik disana.
Tumini melihat-lihat ke sekitar, terlihat sosok gadis belia berusia sekitar 18 tahun. gadis itu dibawa paksa oleh seorang lelaki.
"Lepaskan aku" ucap gadis malang itu.
Tubuh gadis itu penuh luka. dan tiba saat nya gadis malang itu di kurung dalam kamar sempit yang ada di pojok ruangan diskotik. Tumini dan Rita yang melihat hal itu langsung mendekati gadis belia itu.
Tumini, lebih baik, kau saja yang merasuki tubuh gadis itu. Aku diluar saja yang bertugas memantau semua kegiatan mu" ucap Rita
"Baiklah Rita, aku akan mencoba nya" ucap Tumini sambil menghampiri gadis malang itu.
Rupanya, gadis malang itu bisa melihat kedatangan Tumini. Mata kanan gadis malang itu berwarna kehijauan jika dilihat secara gaib, sedangkan mata kiri nya berwarna coklat seperti biasa nya
"Hah, siapa kau" teriak wanita malang itu ketika melihat Tumini mendekati dirinya.
__ADS_1
Tumini menyembunyikan rasa terkejutnya dan mencoba berinteraksi dengan wanita malang itu.
"Nduk, siapa namamu" tanya Tumini sambil memandang ke arah wanita itu
"Namaku Indah" jawab wanita malang itu pendek.
"Mengapa kau sampai berada di tempat ini?" tanya Tumini sembari terus mendekat ke arah wanita malang itu.
"Ceritanya panjang"
"Aku dijual oleh ibu tiriku dan akhirnya aku dipaksa ke sini untuk melayani pria hidung belang"
"Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap indah sambil menangis tersedu-sedu.
"Tenanglah nduk, apakah kau mau aku bantu?" tanya Tumini merayu wanita malang itu
"Benarkah kau ingin membantuku?" tanya indah sembari berharap
"Benar, aku akan membantu mu dan menjadikan mu sosok wanita yang kuat" ucap Tumini meyakinkan.
Tanpa berpikir panjang, akhirnya Indah mengiyakan saja tawaran Tumini karena saat itu Indah tak punya siapa-siapa lagi selain sosok Tumini, makhluk asing yang datang di saat yang tepat.
__ADS_1