
Sandra tertegun mendengar ajakan Doni dan tampak Doni telah melahap sebagian makanan yang dihidangkan.
"Ayo Sandra, kita makan sepuasnya"
"Rasanya enak banget" ucap Doni sambil menyodorkan makanan yang baru saja dicobanya kepada Sandra.
Sandra melirik ke arah makanan yang ditawarkan Doni kepadanya.
Kepala ayam, sayur mayur dan ikan asin menjadi lauk utama makanan itu.
Sedangkan, jenis hidangan nya beragam, dan jika Sandra mau, dirinya bisa memilih menu apa yang menjadi kesukaannya.
Namun, Sandra mencoba menahan rasa laparnya karena masih curiga akan makanan yang dihidangkan.
Bau makanan itu sangat harum sehingga membuat air liur Sandra tak berhenti menetes.
"Hem, aku ingin segera memakan hidangan itu"
"Tapi mengapa tangan ku terasa berat untuk mengambil nya?" gumam Sandra dalam hati.
Sandra melihat kesekeliling. Tampak penduduk desa asyik menikmati hidangan itu dengan sangat lahap. Mereka seperti manusia yang sangat kelaparan.
Makan begitu cepat dan seakan tak pernah berhenti. Sandra sangat ketakutan melihat pemandangan yang terjadi.
"Ini kok aneh ya?" ucap Sandra sambil menggenggam tangan Doni.
"Aneh kenapa Sandra?" tanya Doni penasaran
"Apa kau tak melihat ada hal aneh di sini?"
"lihatlah orang-orang disekitarmu"
"Mereka makan seperti setan" ucap Sandra sambil menunjuk ke arah seorang laki-laki yang melahap kepala ayam dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Sandra"
"Kau kenapa sih"
"Emang kalau lagi lapar semua manusia begitu"
"Mungkin saja dia sejak pagi belum makan"
"Aku juga makan seperti yang orang itu lakukan kok" ucap Doni meyakinkan Sandra agar pacarnya itu tidak curiga lagi atas kelakuan warga desa yang makin mencurigakan.
"Ayo Doni, kita pulang sekarang" ajak Sandra tiba-tiba.
Sandra segera menarik tangan Doni tanpa persetujuan Doni.
Hal yang mendadak itu membuat Makanan milik Doni belum sampai dihabiskan oleh Doni.
"Sandra, tunggu"!
"Aku ingin membungkus makanan ini" ucap Doni sambil pergi mengambil bungkusan Hidangan yang tersedia di pesta itu.
Doni meletakkan beberapa makanan di jok sepeda miliknya.
"Ayo Sandra, kita pulang" ucap Doni sambil menggandeng tangan Sandra.
Sebeluk berjalan pulang, Doni mencoba menghidupkan kembali sepeda motornya dengan harapan, sepeda motor Doni bisa menyala.
Dan tiba-tiba " Greng greng"
Suara sepeda motor Doni mulai terdengar dan Sandra pun tersenyum kegirangan.
"Akhirnya, sepedamu bisa juga dipakai" ucap Sandra sambil menepuk badan sepeda milik Doni.
Akhirnya, mereka berdua pergi meninggalkan pesta itu dengan menaiki sepeda milik Doni yang tiba-tiba bisa menyala sendiri setelah sebelumnya rusak tanda sebab yang pasti.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Sandra dan Doni telah sampai di jalan raya. Betapa lega nya mereka berdua karena pada akhirnya mereka berdua menemukan jalan keluar.
"Doni, antar aku pulang dulu ya?"
"Aku sudah tak sabar ingin menceritakan semua ini kepads ibuku" ucap Sandra kepada Doni.
"Baiklah Sandra, aku akan mengantarkan kau sampai le rumahmu"
"Lagian, aku ingin numpang mandi di rumahmu"
"Badan ku rasanya kotor banget" ucap Doni sambil melihat bajunya yang belepotan bekas makanan
Akhirnya, Sandra dan Doni pergi menuju rumah Sandra yang tak jauh dari tempat mereka sekarang berada.
"Hem, pengalaman yang membuat aku bingung" gumam Sandra dalam hati.
Sesampai di rumah, Sandra langsung menemui ibunya yang telah lama menunggu kedatangan nya
"Oh, anakku, kau sudah pulanh rupanya"
"Mengapa lama sekali?" tanya ibu Sandra sambil memeluk tubuh Sandra.
"Iya ibu, motor Doni mogok di tengah hutan" ucap Sandra pendek.
"Yaudah"
"Cepatlah kau mandi"
"Lihat pakaian mu"
"Sudah terlihat sangat kotor dan bau" ucap Ibu Sandra sambil memperhatikan Sandra dari atas sampai bawah.
"Oh ya bu, Doni akan numpang mandi disini" ucap Sandra sambil melirik ke arah Doni.
__ADS_1
"Iya nak Doni, gantian ya?"
"Biar Sandra dulu yang mandi" ucap ibu Sandra tersenyum senang