
"Iya, tunggu sebentar jangan cerewet" ucap Hendra sambil terus menuju ke tanaman berdarah itu.
Sesampai nya hendra di tempat tanaman itu, hendra sangat terkejut karena tanaman itu bergerak dan mengeluarkan suara yang aneh. Seperti rintihan kesakitan.
Hendra langsung memegang daun tanaman dan keajaiban pun terjadi. Seluruh tanaman yang ada di tempat itu berubah wujud menjadi sosok manusia yang penuh dengan luka.
Tangan dan kaki nya dirantai oleh rantai yang sangat kuat.
Ririn dan Amin terkejut melihat hal itu. Mulut Amin komat kamit memanjatkan doa kepada Tuhannya dan Hendra menunjukkan wajah yang pucat pasi seperti kehabisan darah
"Hendra"
"Jangan melamun"
"Ayo kita lari" ucap Amin kepada hendra yang sejak tadi tak bergeming dari tempat nya.
"Sebentar amin, aku mendengar suara rintihan Tumini" ucap Hendra sambil melihat ke sekeliling.
"Hendra, jangan lagi hiraukan suara Tumini"
"Lama-lama kita akan terjebak ke dunia siluman jika kau tak cepat pergi meninggalkan tempat ini" ucap Amin berusaha mengingatkan hendra.
Sementara itu, Ririn hanya terdiam terpaku menyaksikan perdebatan antara Amin dan Hendra. Mulutnya tak bisa berkata apa-apa lagi. Seperti telah terkunci oleh sesuatu yang sangat berat
Amin segera menarik tangan Ririn dan hendra. dengan bantuan tongkat pemberian pak tua yang mereka temui sebelum berangkat kesana, Amin menggunakan tongkat itu untuk kembali ke alam mereka yaitu alam manusia.
Untungnya, Hendra dan Ririn mengikuti apapun perintah Amin. Hendra tak kuasa menahan gejolak jiwanya sendiri, namun disisi lain Hendra memikirkan hal ini sesuai logika nya sendiri.
Dirinya tak mau mati sia-sia hanya karena ingin menolong Tumini, sosok wanita yang benar-benar dicintai nya.
tubuh Amin, hendra dan Ririn melayang ke udara dan terjebak dalam sebuah tempat aneh menurut mereka.
"Hem, tempat apakah ini?"
"Apakau kita telah kembali di alam manusia?" tanya Hendra penasaran
"Tunggu, kawan ku" jawab Amin sambil melihat ke sekeliling tempat itu.
"Sepertinya belum"
__ADS_1
"Kita masih berada di dunia lain" entah dunia apa ini" ucap Amin sambil terus memperhatikan sesuatu yang ada di sekelilingnya.
Saat hati mereka bertiga sudah bingung memikirkan berbagai hal, muncullah seorang wanita nan cantik rupawan memakai mahkota dan beraroma wangi.
"Wahai nona, siapakah kamu" tanya Amin sedikit takjub melihat kecantikan wanita itu.
"Wahai manusia, aku adalah peri penunggu tempat ini"
"Mengapa kalian berada di sini?" tanya peri itu penasaran
"Ketahuilah wahai peri, aku tersesat di tempat ini"
"Kami menginginkan pulang ke alam manusia"
"Sebelum nya, kami bertiga ada di alam jin" ucap Amin kepada peri cantik itu.
"Oh aku mengerti sekarang"
"Untuk menuju ke alam manusia, kalian harus melewati tiga tingkatan lagi"
"Alam paling bawah adalah alam jin, dan kami berada di alam pertengahan antara alam jin dan alam roh"
"Setelah kalian berhasil melewati alam kami, kalian akan menuju ke alam roh dan setelah itu, kalian baru bisa mencapai alam manusia kembali" ucap peri cantik memberi penjelasan.
"Salah satu pemimpin kami sedang melaksanakan hari gembira dan seluruh pintu alam peri ditutup mulai hari ini" ucap peri cantik sambil menoleh ke arah sebuah tempat yang terlihat indah dari jauh.
"Oh, kalau begitu, bolehkah kami menginap di tempat ini sehari saja?" tanya Amin kepada peri cantik.
dengan tatapan sedikit ragu, peri cantik mengiyakan permintaan Amin dengan berkata
"Boleh"
"Kalian boleh menginap di sini sehari saja"
"dan besok, kalian harus secepat nya pergi karena waktu kalian tak banyak" jawab peri cantik dengan tatapan penuh misteri
"Baiklah, aku paham" jawab Amin sambil tersenyum lepas.
"Ayo, ikut aku"
__ADS_1
"Aku akan menunjukkan tempat peristirahatan kalian" ucap peri cantik kepada Amin, ririn dan Hendra.
Mereka bertiga akhirnya mengikuti kemana arah peri cantik itu pergi dan tak lama kemudian sampailah mereka di istana peri cantik.
Istana yang dimiliki peri cantik itu sangatlah luas. Ternyata, peri cantik itu adalah salah satu selir dari raja peri yang hari ini akan menikah lagi dengan seorang peri cantik lainnya.
"Wahai manusia, beristirahatlah di kamarku"
"Jika kalian ingin ikut berpesta nanti malam, pakailah cincin ini" ucap peri cantik sambil memberikan tiga cincin kepada Amin.
"Untuk apa cincin ini?" tanya Amin penasaran
"Sudahlah"
"Kau tak perlu bertanya banyak"
"Pakailah cincin ini, karena jika tidak terpakai, mereka semua akan menganggap kalian musuh dan orang asing" ucap peri cantik mengingatkan.
"Bailah, kami semua akan memakai cincin ini sesuai yang kau minta" ucap Amin sambil memandang ke arah kedua teman nya yaitu hendra dan Ririn.
Peri cantik itupun tersenyum melihat ketiga manusia telah masuk ke perangkap nya.
"Hem, baguslah"
"Setelah kaliam bertiga memakai cincin itu, kalian tidak akan bisa kembali ke alam kalian" gumam peri cantik.
Amin dan Hendra terus saja memandangi keindahan cincin yang telah diberikan oleh peri cantik kepadanya.
"Hendra, lihatlah"
"Cincin ini sangat bagus sekali"
"Aku ingin segera memakainya" ucap Amin sambil tersenyum lebar.
Ririn yang saat itu berada di samping Amin, merasa curiga ada kejanggalan.
"Amin, sepertinya sebelum kita memakai cincin ini, kita harus selidiki dulu apa yang dilakukan peri itu di luar kamar ini"
"Aku merasa hal ini adalah hal yang aneh"
__ADS_1
"Tak kan ada kaum peri atau jin yang memberi kebaikan tanpa ada imbalan" ucap Ririn penuh tanda tanya.
"Aku juga berpikiran sama persis dengan kamu" ucap Amin mulai berpikir jernih