Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
masih misteri


__ADS_3

Doni tampak seperti orang yang sedang kebingungan. Dirinya tak punya arah dan tujuan. Yang dilihat di Doni hanyalah Tumini dan Rita yang asyik menari mempertonton kan tarian mereka.


Doni tak berani melihat ke sekeliling karena dirinya ingin muntah jika melihat wajah penduduk desa yang diluar ekpetasinya


"Dulu, saat aku di sini bersama Sandra, wajah mereka terlihat cantik dan tampan"


"Mengapa sekarang berubah drastis?" gumam Doni sambil memalingkan wajahnya.


Doni hanya berani melihat Tumini dan Rita yany terlihat memang sangat cantik. Tak sama dengan penghuni lainnya.


Hingga suatu saat, Rita dan Tumini selesai melakukan tarian mereka dan beberapa warga desa mulai membagi-bagikan makanan untuk para tamu yang ada di tempat itu.


Saat melihat makanan yang dibawa, Doni sangat kaget dan ingin rasanya muntah. Namun Doni berusaha menahannya agar penduduk desa tak curiga jika Doni bukan dari bangsa mereka.


Saat salah satu warga menyodorkan makanan di hadapan Doni, tampak Tumini mendekat ke arah Doni.


"Oh, kamu yang tadi ya?" ucap Tumini spontan


"Oh, iya nona cantik"


"Apakah sakitmu sudah sembuh?" tanya Doni penasaran


"Sangat aneh sekali"


"Kamu kesakitan saat pertama kali kita bertemu"

__ADS_1


"Kenapa sekarang kalian berdua terlihat sehat dan sembuh?" tanya Doni penasaran


"Anak muda, ceritanya sangat panjang"


"Kau tak kan mengerti tentang apa yang terjadi kepada kami" jawab Tumini pendek.


"Kalau begitu, aku ingin tau" ucap Doni masih penuh penasaran


Tumini memakai selendangnya sambil mempersilahkan Doni untuk memakan makanan yang ada dihadapan Doni kala itu.


"Makanlah dulu, nanti aku cerita banyak padamu" ucap Tumini sambil menyodorkan sepiring makanan tepat dihadapan Doni.


Doni dengan seketika muntah karena dirinya tak kuat menahan bau amis dan jenis hidangan yang ada di depannya.


"Kenapa kamu muntah setelah melihat makanan yang aku sodorkan."


"Apakah kamu bukan bahasa dedemit penghuni desa ini"?


"Jika bukan, berarti kamu siapa?"


"Apakah kau mata-mata dari bangsa jin yang hendak mencari keberadaan ku dan Rita?" tanya Tumini penasaran


Doni menghela nafas panjang. Dirinya sebenarnya sangat takut jika Tumini tau lebih jauh tentang Doni sebenarnya. karena Doni takut jika itu sampai terjadi, Tumini akan melaporkan kepada salah satu kepala desa dedemit untuk segera menangkap nya.


"Tenanglah Nona"

__ADS_1


"Aku bukan bangsa jin seperti yang kau kira"


"Aku hanya manusia tersesat yang kebetulan lewat daerah ini" ucap Doni jujur.


"Tumini hanya diam mendengar jawaban dari Doni. Sambil memainkan matanya seakan memberikan kode kepada Doni supaya Doni diam tak melanjutkan ceritanya, Tumini berjalan agak menjauh dari Doni.


Tampak nya, Doni mengerti kode yang disampaikan Tumini kepadanya. Dengan cepat Doni berusaha seperti awal mereka bertemu.


Di tempat lain, Sandra dan ustadz Rosi berjalan menyusuri hutan dimana Jiwa Doni terperangkap. Sandra juga menggunakan kentongan untuk memanggil jiwa Doni yang hilang entah kemana.


"Tong, tong tong" suara kentongan yang ada di tangan Sandra berbunyi.


Sementara itu ustadz yusuf berjalan di samping Sandra sambil membawa obor untuk digunakan sebagai penerangan.


Sayup-sayup suara kentongan itu akhirnya terdengar juga di telinga Doni.


"Hah, suara apa itu?"


"Seperti ada yang memanggil ku?"


"Apa aku salah dengar?" gumam Doni dalam hati.


Doni berusaha mendekati arah suara dan tanpa sengaja selendang ijo milik tumini terbang ke arah dimana suara itu berada


"Hah, selendangku" ucap Tumini sambil berlari mengejar selendang ijo miliknya yang tiba-tiba terbang tak terkendali

__ADS_1


__ADS_2