Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Cerita roby


__ADS_3

Setelah di temukan, Robi dibawa oleh warga desa untuk pulang ke rumahnya. Sesampai di rumah dan dibantu pak kyai desa, Robi mulai sadar dari pingsan nya dan menceritakan semua yang dilihatnya.


"Robi, ceritakan apa yang kau lihat di kuburan tua itu" tanya pak kyai pada Robi


"Begini pak, saya melihat ada perempuan cantik mencari anaknya yang hilang"


"Kami berbincang cukup lama hingga suatu saat di akhir perbincangan, wajah wanita itu berubah menjadi aneh"


"Mata menjulur keluar, begitu juga dengan lidah nya"


"Aku juga melihat perut nya yang bolong dan terburai, rambut acak - acakan tak terurus"


"Dia seperti mau menerkam ku" ucap robi panjang lebar.


Pak kyai desa hanya manggut-manggut medengar ocehan robi. Setelah mendengar semua perkataan Robi, keesokan harinya pak kyai desa bersama warga pergi ke kuburan tua dimana Robi menemukan arwah Indah pertana kalinya.


"Robi, apakah di sini tempat nya?" tanya pak kyai desa penasaran


"Ya benar pak, aku menemukan waanita itu di sini, dan aku pingsan di kuburan"


"Aneh sekali"


"Siapa sih yang jahil menggotong tubuhku sampai ke kuburan?" ujar robi bertanya-tanya


"Hem"


"sudahlah Robi"


"Setelah kuterawang jauh, dia adalah arwah penasaran"


"Seorang kyai sakti mengubur jasad nya di alam dedemit karena suatu hal yang tak bisa di terobos"


"Sayangnya, karena tak dikubur di tempat yang baik, arwah itu penasaran"


"Besok, malam jumat kliwon kita adakan selamatan untuk mendoakan arwahnya agar tak mengganggu penduduk desa ini lagi" ucap kyai desa panjang lebar


"Baiklah kyai"


"Setelah kita adakan selamatan, apakah kita benar-benar bisa terbebas dari gangguan arwah itu?" tanya Robi penasaran


"Tidak juga"


"Setelah kita lakukan selamatan, mungkin beberapa tahun kemudian dia kembali lagi"


"Sebelum dia kembali alangkah baiknya setiap tahun warga di desa kasemek harus berdoa bersama pada malam jumat kliwon untuk mengusir nya" ucap kyai desa menanggapi pertanyaan Robi


"Oh, ya ya"


"Aku mengerti sekarang"

__ADS_1


"Jika arwah itu tak punya tempat bernaung di desa ini, emangnya dia akan pergi ke desa lain kyai?" Robi terus bertanya sampai dia benar-benar mengerti karena dirinya tak mau mengulang kejadian yang sama seperti malam kemarin


"Ya, dia pasti akan mengembara kemana-mana"


"Kalau ingin dia tak mengganggu lagi, kau harus mau ke alam dedemit untuk mengambil jasad nya dan membawa nya ke alam dunia" ucap kyai desa.


"Wah, kalau bersama kyai aku mau"


"Ayo kyai kita tolong wanita itu" ucap Robi bersemangat


Kyai desa itu pun menjawab


"Ah, aku belum berani berangkat ke sana"


"Aku takut, nanti kita tak bisa kembali dan terjebak di sana"


"Butuh waktu yang lama untuk mengambil nya dan harus cepat"


"Usia kita tak kan cukup jika kita pergi ke sana" kata kyai desa


"Emang, kenapa tak cukup kyai?"


"Kita tinggal ambil jasad itu, terus pulang kembali ke sini" kata Robi berusaha memberikan pendapatnya pada kyai desa.


"Tidak lah"


"Tidak semudah yang kau pikirkan"


"Aku tak mau ambil resiko" ucap kyai desa menjelaskan


"Yah, baiklah kyai"


"Aku pulang dulu deh, yang penting kita aman sekarang"


"Hari jumat, aku akan siapkan bahan untuk acara pengajian nya" ucap Robi


"Ya Robi" jawab pak kyai desa


Setelah berbincang cukup lama, Pak kyai desa ijin pamit dari rumah Robi. Seluruh penduduk desa sedikit demi sedikit mulai melupakan kejadian yang menimpa Robi. Namun hal itu tidak bagi Robi. Dirinya teringat terus wajah Indah yang menakutkan dan bayangan itu melekat di kepalanya.


Di tempat lain yaitu di negeri dedemit, kebo ijo mulai menyerah dengan nasibnya. Dedemit rendahan seperti dia tak mungkin menang melawan bangsa jin yang satu kasta lebih tinggi darinya.


"Aku telah menyerah"


"Tak ada teman dan tak ada tempat untukku lagi di negeri jin ini"


"Alangkah baiknya, aku pulang ke negeri dedemit dan hidup damai di sana" gumam kebo ijo sambil memandang ke arah timur.


Kebo ijo akhirnya pergi ke arah timur dimana disitu adalah perbatasan antara negeri dedemit dan negeri jin.

__ADS_1


Sampailah kebo ijo di tempat kediamannya yaitu di negeri dedemit. Dirinya hanya menunggu manusia bodoh yang menjalankan ritual dan butuh bantuan amatir nya


Seperti Tumini dan aki mamang dahulu yang menggunakan jasanya untuk meraih ketenaran. Kebo ijo hanya mengandalkan itu untuk menambah kekuatan nya sehingga tubuh nya tak kurus dan tetap gemuk seperti sekarang.


di alam Dunia, cerita Sandra dan Doni sudah mulai aman. Setelah menikah mereka langsung di karuniai anak yang sangat tampan. Tampaknya pelindung yang dipasang oleh ustadz Rosi ampuh bagi mereka. Walau ada garis keturunan Tumini mengalir dalam darahnya, namun, anak Sandra terbebas dari perjanjian nenek moyang nya dahulu karena Tumini telah mengambil perjanjian itu di pohon Sawon.


Di tempat lain, Toni yang mencari pesugihan pada Tumini merasa orang paling bahagia di dunia. Dirinya bisa membeli semua barang yang diinginkan.


Seminggu lagi Toni akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya. Di suatu malam yang gelap Toni didatangi sosok jin mata merah yang sudah waktunya meminta tumbal.


"Hei Toni, apakah kau teringat permintaan mu di alam jin dahulu?" ucap jin mata merah pada Toni


"Loh, apa yang aku minta?"


"Aku hanya meminta kekayaan saja pada seorang wanita cantik dan dia memberinya dengan cuma-cuma" ucap Toni tanpa mengetahui apa-apa lagi


"Toni, kau telah bersekutu dengan kami"


"Sekarang, aku minta tumbal lagi"


"Dulu, aku mengambil adikmu dan sekarang adik mu yang masih perawan sudah aku kurung untuk aku serap energinya"..


"Sekarang, aku meminta kekasih mu yang akan kau nikahi" ucap jin mata merah dengan tatapan nanar.


"Hah, mengambil kekasihku?"


"Tidak, aku tidak akan memberikannya kepadamu" ucap Toni berusaha menolak permintaan jin mata merah


"Toni, kalau kau menolak, aku akan membawa jiwamu saja"


"Ini sudah perjanjian antara kau dan aku"


"Tidak, aku tak mau"


"Ba ba ba iklah"


"Ambillah jiwa kekasihku saja"


"Aku tak siap untuk mati" ucap Toni begidik ketakutan


"Baiklah kalau begitu"


"Karena kau telah memberikan tumbal kekasihmu, sekarang kau bisa menikmati kekayaan yang tak ada tandingan"


"Ini emas permata aku berikan dua kali lipat kepadamu"


"Bersenang-senang lah selagi kau hidup di dunia ini"


"Ha ha ha ha"

__ADS_1


Jin mata merah tertawa terbahak-bahak


Sementara itu, Toni mulai sedikit lega karena setelah berkata demikian, Jin mata merah pergi dari hadapannya


__ADS_2