
Doni dan Sandra terus berjalan menyisir hutan dengan berjalan kaki.
Sepeda motor mereka tetap saja mogok walaupun tak terlihat ada kerusakan yang berarti.
Hingga sampai 30 menit lamanya, mereka berdua tak kunjung sampai ke jalan raya.
"Sandra, apakah kau tak merasakan hal aneh?" tanya doni kepada Sandra sambil melihat ke sekeliling.
"Iya, padahal jalan raya tak jauh dari sini"
"Mengapa kita muter-muter terus di tempat ini?" ucap Sandra sambil melihat Doni
Saat mereka berdua berjalan, tiba-tiba ada banyak orang di depan mereka.
Tak ada orang tua di tempat itu. Yang ada hanya wanita dan pria berumur sekitar 23 tahun sampai 30 tahun.
"Tempat ini apakah desa baru?" tanya Sandra penasaran
"Iya, kemarin ketika aku lewat daerah ini, tak ada desa apapun" ucap Doni sembari melihat warga yang berjoged ria berpesta
Banyak makanan yang dihidangkan dan semua penduduk terlihat makan bersama.
Sandra dan Doni memandang dari kejauhan dan akhirnya Doni mengajak Sandra untuk pergi ke tempat dimana pesta itu digelar.
"Sandra, ayo kita pergi kesana sebentar?"
"Sepertinya, penari nya cantik -, cantik" ucap Doni bersemangat.
Sandra sedikit cemburu mendengar ucapan Doni yang memuji wanita lain dibanding dengan dirinya.
"Ah, Doni"
"Mengapa kau malah ingin pergi ke pesta yang tak jelas itu"
"Ayo kita cepat pulang"
"Aku gak mau terlalu lama di hutan ini" ucap Sandra sembari menarik tangan Doni agar tidak jadi menghampiri pesta itu.
"Sebentar saja Sandra"
"Biasanya, kalau udah ada desa, kita hampir sampai ke seberang jalan"
"Aku ingin menghibur diri dan mengisi kepenatan yang ada"ucap Doni kepada Sandra.
Atas bujuk rayu Doni yang terus menerus, akhirnya Sandra menyetujui ajakan Doni untuk pergi ke tempat pesta itu.
"Baiklah Doni, sebentar saja ya?" ucap Sandra sambil berjalan menuju desa itu.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di pusat kerumunan warga yang asyik berjoged mengikuti tarian yang dipertonton kan
Tampak dari kejauhan, dua penari cantik memakai selendang ijo menari dengan sangat cekatan.
Alunan gamelan terdengar sangat lembut membuat Doni kegirangan dan ikut berjoged mendengarnya
Sandra dengan wajah penasaran melihat ke arah kedua penari itu.
"Sepertinya, aku tidak asing dengan kedua penari itu"
"Tapi, siapa ya?"
"Kapan aku bertemu dengan mereka?" gumam Sandra dalam hati.
__ADS_1
Sandra terus mengingat ngingat tentang pertemuan nya dengan kedua wanita cantik itu dan anehnya, Sandra tak mengingat apapun itu.
Dirinya telah lupa jika baru saja, Sandra pernah bertemu dengan kedua wanita itu di alam mimpinya.
Sejenak, Sandra duduk di bebatuan, sementara Doni ikut berjoged dengan warga yang menghadiri pesta itu.
Beberapa lama kemudian, ada seorang pemuda tampan mendekati Sandra.
"Nona, kau sendirian?"
"Mengapa kau tak ikut berjoged bersama kami?" tanya pemuda itu kepada Sandra.
"Perkenalkan, aku Joko" ucap pemuda itu memperkenalkan diri.
"Oh, ya aku Sandra" ucap Sandra membalas perkenalan dari Joko.
"Joko, aku tidak sendirian"
"Tuh, aku bersama Doni pacarku"
"Dia asyik berjoged dengan warga yanh lain" ucap Sandra sambil menunjuk ke arah Doni yang berjoged ria bersama warga setempat.
"Oh, iya"
"Kalau aku boleh tahu, darimana kau berasal?"
"Sepertinya, kau orang asing"
"Aku tak pernah melihat orang yang berpakaian seperti mu di desaku" ucap Joko penasaran
Pertanyaan Joko bukan tanpa alasan. Dirinya melihat pakaian Sandra dan Doni berbeda dengan pakaian yang mereka pakai.
Seluruh warga desa itu, berpakaian seperti pakaian jaman kuno yaitu pakaian adat pulau jawa. Sedangkan Doni dan Sandra, berpakaian modern dan sepertinya joko belum pernah melihat pakaian itu.
Dari sekian banyak penduduk, tak ada yang berpakaian mirip dengan Sandra dan Doni. Saat itu Sandra sedikit tersadar.
"Hah, apa benar ini dunia manusia?" gumam Sandra dalam hati.
Kebingungan Sandra membuat Joko makin penasaran.
"Sandra?"
"Kenapa dengan mu?"
"Sepertinya kau sedang bingung" tanya Joko sambil menatap ke arah Sandra.
Sandra sedikit bergeser tempat duduk untuk menjauh dari Joko karena dirinya sedikit mulai Sadar jika Joko bukan manusia.
"Joko, aku pergi dulu ya?"
"Aku ingin mengajak Doni pulang ke rumah"
"Sepertinya hari sudah mulai malam" ucap Sandra kepada Joko.
"Oh, kenapa kau terburu-buru?"
"Setelah pertunjukan tarian ini, akan ada banyak makanan disini"
"Kau harus mencicipinya agar tidak menyesal" ucap Joko memberi penawaran
Sandra terdiam dan mengiyakan penawaran Joko. Dirinya tak mau Joko curiga kepadanya.
__ADS_1
"Oh ya joko, kalau begitu aku akan ikut berjoged dengan Doni ya?" ucap Sandra sambil meninggalkan Joko.
"Tunggu Sandra"
"Ambillah" tiba-tiba Joko memberikan sesuatu kepada Sandra.
Sesuatu itu berbentuk cincin berwarna kuning keemasan.
Joko berpesan kepada Sandra jika suatu hari Sandra membutuhkan sesuatu, sandra cukup menggosok cincin itu dengan minyak zaitun, makan Joko akan langsung datang menemui Sandra.
"Sandra, ini hadiah dariku"
"Jika kau membutuhkan aku kelak dikemudian hari, kau gosok cincin ini, aku pasti akan datang membantumu" ucap joko memberi penawaran.
"Oh ya Joko, terimakasih" ucap Sandra sambil menerima cincin itu dari Joko.
Sandra segera meletakkan cincin pemberian joko di saku bajunya, dan kemudian, dirinya pergi menemui Doni yang sejak tadi asyik berjoged ria dengan penduduk setempat.
Tepat di depan Doni, sandra berkata
"Hei Doni, sudah selesaikah kau berjoged?"
"Aku ingin cepat pulang" ucap Sandra sambil memegang tangan Doni erat-erat.
"Ah, Sandra"
"Kau ini kenapa sih"
"Aku ingin bersenang-senang sebentar"
"Lihatlah aku?"
"Baru berjoged sebentar, kau udah minta pulang"
"Tunggu ya?"
"Sampai tarian nya selesai" ucap Doni sambil melanjutkan tariannya.
Sandra hanya terdiam mendengar jawaban Doni yang selalu menolak nya ketika dia ajak pergi dari pesta itu.
Akhirnya, karena tak ada pilihan, Sandra menunggu Doni di tempat semula, dan tentunya Joko sudah tidak ada di tempat itu.
"Dasar Doni" gumam Sandra dalam hati.
Beberapa lama kemudian, musik gamelan berhenti, dan kedua penari itu mulai turun dari panggung.
Tampak beberapa pemuda tampan menyediakan makanan dan minuman..
"Nona, makanlah selagi hangat" ucap salah satu pemuda tampan di pesta itu.
Sandra tertegun melihat hidangan yang disajikan. Ada ayam dan beberapa sayuran..Buah-buahan juga banyak. Minuman jeruk hangat juga tersaji di situ.
Doni yang selesai berjoged pun menghampiri Sandra dan melihat ada beberapa hidangan gratis yang disajikan.
"Sandra, makanan nya sepertinya enak banget"
"Kebetulan aku sedang lapar dan haus"
"Ayo cepat kita makan" ucap Doni sambil mengambil piring yang sudah tersedia di depannya.
Tampak beberapa warga asyik menikmati makanan yang sudah tersedia.
__ADS_1
Sandra hanya bengong karena dirinya merasakan hawa yang tidak enak di tempat itu