Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Perubahan Hidup Devi


__ADS_3

Devi terkejut melihat rumahnya yang sudah hancur. Beberapa tetangga datang ke rumahnya dan bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi.


Bu rusdi dengan penuh penasaran mulai bertanya pada pak RT setempat. Dirinya bertanya mengapa hal ini bisa sampai terjadi pada Devi.


"Pak RT?"


"Apakah kemarin ada gempa?"


"Rumah Devi yang terlihat sangat kokoh bisa hancur begitu saja"


"Anehnya lagi, mengapa rumah di sebelah devi tak mengalami kerusakan?" tanya Bu rusdi penasaran


Pak RT yang saat itu berada di samping Bu rusdi berusaha menjawab prediksinya sendiri


"Bu Rusdi"


"Akupun tak tahu dengan apa yang terjadi pada Devi"


"Setahuku, Devi dulu banyak hutangnya, dan sekarang, dia kaya mendadak" jawab pak RT berbicara sesuai fakta


"Ya sudah lah"


"Sekarang, kita lihat aja apa yang terjadi sebenarnya" ucap Bu rusdi


Bu rusdi mulai mendekat ke arah devi yang terbaring lemah. Tampak ustadz Janu masih berada di sana.


"Lohz ustadz Janu?"


"Bukankah kemarin ustadz sudah pulang dari tempat kami?"


"Kenapa masih berada di sini?"


"Apa ustadz Janu kenal dengan devi?" tanya bu rusdi penasaran

__ADS_1


"Ustadz Janu hanya diam menanggapi pertanyaan dari Bu rusdi. Dia tak ingin nama baik Devi tercemar.


"Ehm, tidak"


"Kebetulan, aku sedang lewat di sini bu"


"Kok ada banyak orang berkerumun di sini, jadi nya saya mampir ke sini" ucap ustadz Janu pada bu rusdi


"Oh ya ustadz"


"Saya pikir, ustadz saudaranya bu devi" ucap bu rusdi pada ustadz janu.


Tak lama kemudian, beberapa warga yang ada di sekitar rumah devi turut membantu membersihkan puing-puing sisa bangunan rumah milik devi yang roboh itu.


Beberapa warga ada yang membopong tubuh devi dan membawanya ke puskesmas terdekat.


"Ayo, bu devi"


"Sepertinya dahimu terluka" ucap salah satu warga tetangga bu devi yang bernama pak anton.


"Oh ya pak anton, terimakasih" jawab Devi pendek


Devi akhirnya diungsikan ke puskesmas terdekat. Sementara, suami devi ikut membantu warga membersihkan sisa puing rumah nya yang telah roboh.


Saat hendak membantu warga lain, suami devi segera menitipkan anak nya ke bu rusdi, karena bu rusdi merupakan salah satu tetangga devi yang sering berinteraksi dengam devi


"Bu rusdi, saya menitipkan anak saya ke ibu ya?"


"Sebentar saja"


"Setelah selesai membersihkan puing-puing bekas, saya akan ambil lagi anak saya"


"Terimakasih sebelum nya bu" ucap suami devi

__ADS_1


"Oh ya pak"


"Tidak apa-apa"


"Saya akan menjaga anak bapak"


"Bapak tak perlu kawatir" jawab bu rusdi.


Setelah menitipkan anaknya, suami devi pergi bersama warga untuk membersihkan sisa puing rumah devi yang berantakan.


Saat membersihkan puing, Beberapa warga menemukan sejumlah uang ratusan ribu tersimpan di laci almari milik devi.


"Pak, ini uang bapak masih ada di laci" ujar salah satu warga kepada suami devi


"Oh, terimakasih banyak ya pak"


"Nanti, uang ini akan saya bagi - bagikan pada warga yang membantu membersihkan sisa puing-puing rumah saya" ucap suami devi sopan


"Oh, terimakasih pak" jawab warga itu.


Sementara itu, bu rusdi yang saat itu masih menggendong anak devi mulai penasaran.


"Apa devi melakukan pesugihan ya?"


"Kok rumah mewah dan sekuat ini bisa roboh tak berbekas?"


"Tak ada angin tak ada hujan?"


"Aku harus menyelidikinya sendiri" gumam bu rusdi dalam hati.


Bu rusdi pun melangkah menuju ke tempat dimana dirinya dulu terperangkap di suatu kamar rahasia mili devi.


"Hem, sepertinya di tempat inilah ruang rahasia itu" gumam bu rusdi dalam hati

__ADS_1


__ADS_2