Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
tipu daya Tumini


__ADS_3

Setelah mempunyai kesepakatan dengan Tumini, Indah mulai memejamkan matanya dan tiba-tiba saja, jiwa Tumini masuk ke dalam tubuh Indah.


Indah langsung pingsan seketika dan beberapa lama kemudian, Indah tersadar namun dirinya bukan indah yang dulu melainkan sosok raga indah dengan jiwa milik Tumini. Sedangkan jiwa indah terbelenggu dalam ruang gelap dan Rita lah yang menjaga jiwa itu.


Lambat laun, Tumini menguasai tubuh indah secara penuh dan mulailah Tumini melakukan aksinya.


Tumini dengan kekuatan nya berhasil mencongkel pintu yang saat itu sedang terkunci. Pintu itu akhirnya terbuka dengan sendirinya


Kebetulan waktu itu, matahari sudah mulai tenggelam dan suasana diskotik sedikit lebih ramai.


Indah yang tubuhnya dirasuki oleh Tumini segera berjalan menyusuri diskotik. Banyak lelaki hidung belang yang berada di tempat itu.


Di pojok ruangan, tampak lelaki tampan sedang duduk sendirian sambil meneguk minuman keras. Tumini dengan memanfaatkan tubuh Indah segera mendekati sosok pria itu dan Tumini terkejut ketika dirinya melihat sosok itu.


"Hah, Doni ?"


"Mengapa dia ada di sini?"


"Bukankah dia sudah memiliki Sandra?"


"Mengapa dia pergi ke tempat seperti ini?" gumam Tumini sembari menatap Doni dari kejauhan.


Akhirnya, Tumini langsung mendekat ke arah Doni. Tampak nya Doni sedang mabuk berat waktu itu.

__ADS_1


"Tuan muda, sedang apa kau di sini?" tanya Tumini sembari melemparkan senyum nakal nya.


"Oh, kau tidak melihat apa yang sedang aku lakukan?" ucap Doni sambil menatap ke arah Tumini


"iya tuan, saya tau"


"Tuan saat ini sedang meminum anggur"


"Kalau boleh, aku akan menemani tuan muda disini" ucap Tumini sambil mencoba menyentuh tubuh Doni


"Lepaskan aku, jangan sentuh aku" ucap Doni sambil menepis tubuh Tumini.


"Hem, lelaki ini sepertinya baru sekali pergi ke tepat ini" gumam Tumini sambil terus mengamati Doni


"Oh, siapa namamu?" tiba tiba saja Doni bertanya kepadanya dan hal itu membuat Tumini sedikit lega


"Namaku Indah"


"Mengapa Tuan berada di tempat ini sendirian?" tanya Tumini untuk kedua kalinya.


"Aku berada di sini karena satu wanita yang telah aku cintai tega berkhianat kepadaku" ucap Doni pendek.


"Tuan ku sangat tampan, tak mungkin tuan ku dikhianati oleh wanita" ucap Tumini sambil berusaha menggali lebih dalam lagi

__ADS_1


"Kau tak perlu menghiburku"


"Pergilah" ucap Doni sambil terus meminum minuman keras yang ada di depannya.


"Tuanku, ayo ikut aku" Tumini pun mengajak Doni pergi ke suatu tempat dimana seorang laki-laki bisa meluapkan hasrat nya.


"Tidak, pergilah"


"Aku ingin menghabiskan anggur ini disini"


"Aku tak ingin berinteraksi dengan siapa-siapa" Doni menolak ajakan Tumini


Namun, karena kondisi Dono saat itu sedang mabuk, akhirnya Doni tak kuasa menolak ajakan Tumini karena bujuk rayu Tumini sangat kuat kala itu.


Tumini dengan sigap membopong tubuh Doni ke dalam sebuah kamar, dimana dirinya pertama kali bertemu dengan Indah, sang pemilik tubuh yang saat itu dalam kekuasaannya.


"Rupanya, aku berhasil membawa Doni kemari" gumam Tumini sambil meletakkan tubuh Doni ke sebuah kasur empuk yang ada di dalam kamar itu.


Doni tak kuasa menahan tubuhnya karena kala itu dia sedang mabuk berat.


Tumini dengan sigap segera membuka seluruh pakaian Doni hingga tak tersisa.


Pemandangan tak pantas mulai terlihat kala itu

__ADS_1


__ADS_2