
Mutiara itu rupanya mulai dipakai oleh Tumini dan Rita. Wajah manusia mereka kini mulai bisa ditutupi dan bangsa jin mengira Tumini dan Rita adalah golongan dari mereka.
Sementara itu di tempat lain, kebo ijo merasakan sensasi yanv diluar dugaan nya. Tubuhnya terpental akibat perjanjiannya dengan Tumini mulai hilang.
""Oh, Tumini telah mengkhianatiku"
"Tunggu saja pembalasan ku kelak" gumam kebo ijo geram
Karena akses menemui Tumini kini telah terputus, kebo ijo akhirnya selalu mengikuti Indah karena janin yang ada di rahim Indah adalah janin akibat ulahnya.
"Aku masih mempunyai janin di rahim Indah berkat Tumini"
"Suatu saat, aku akan mengambil janin itu dan membawa nya ke alam ku" ucap kebo ijo girang.
Pada suatu waktu, Indah berjalan menyusuri pasar. Tujuan Indah adalah ingin berbelanja perlengkapan bayi yang akan dilahirkan nya. Tentunya Indah ditemani Doni dan Sandra.
Sandra rupanya sudah diberitahu oleh Doni kalau Indah adalah saudara Doni di kampung dan Sandra telah menerima itu.
"Indah, kau ingin beli apa?"
"Ayo aku belikan"
"Kandungan mu telah membesar"
"Pastinya kita harus bersiap-siap mulai sekarang" ucap Sandra
Doni hanya mengangguk. Tampak dari raut wajah Doni, dirinya tak tenang sama sekali karena takut jika Sandra mengetahui jika Indah bukanlah saudara jauhnya.
__ADS_1
"Oh ya Sandra"
"Terimakasih ya" jawab Indah sambil memilih baju bayi yang ada di depannya.
Sementara itu, kebo ijo terus saja mengikuti Indah. Dirinya tak ingin jika Indah terlepas dari pantauan nya
"Aku tak kan membiarkan Indah lepas dari pandangan ku" ucap kebo ijo sambil terus mengintai.
Di tengah perjalanan, Sandra teringat dengan kyai yusuf yang sudah pernah membantu Doni dari permasalahan dengan alam gaib.
"Doni, bagaimana kalau sekarang kita mampir ke tempat kediaman kyai yusuf"
"Sepertinya, kita harus melakukan selametan karena kandungan Indah sudah menginjak 7 bulan" ucap Sandra sambil memandang ke arah perut Indah yang semakin membesar
"Kenapa jauh-jauh sayang?"
"Kita cukup melakukan selametan di rumah ku saja" ucap Doni pendek
"Indah, tunggu sebentar ya?"
"Aku ingin berbicara 4 mata dengan Doni"
"Kau tunggu di situ saja" ucap Sandra
"Baik kak Sandra" jawab Indah pendek.
Indah akhirnya duduk di bawah pohon rindang untuk menunggu Sandra dan Doni yang sedang berbincang cukup serius
__ADS_1
Setelah menemukan tempat yang aman untuk berbincang dan tak terdengar oleh siapapun, Sandra berkata kepada Doni
"Enggak Doni"
"Kita sebaiknya minta tolong kyai yusuf"
"Kamu tidak merasakan hal aneh yang terjadi pada Indah?"
"Lihatlah mukanya, seperti mayat hidup"
"Saat di usg kemarin lusa, kata dokter janin nya tak sempurna"
"Bentuk tempurung kepalanya kurang normal dan sedikit membesar" ucap Sandra setengah berbisik kepada Doni
"Lalu, kau mengaitkan nya dengan hal mistis Sandra?"
"Kau selalu mengaitkan semua hal dengan mistis saja"
"Mungkin Sandra kurang vitamin saat di desa dan terbawa sampai disini" ucap Doni memberikan pendapat nya.
"Doni, kali ini, kau harus percaya kepadaku"
"Sepertinya, ada yang tak beres dengan Indah" ucap Sandra
Doni mulai berpikir dan memahami pola pikri Sandra yang memang ada benarnya
"Oh, ya"
__ADS_1
"Dulu, aku dan Indah secara tak sadar berada dalam satu kamar, dan aku tak menyadari nya begitu pula dengan Indah" gumam Doni dalam hati
Setelah berpikir cukup lama, Doni akhirnya memyetujui ajakan Sandra yaitu pergi ke rumah kyai yusuf untuk selamatan