
"Oh, mereka berdua sangat cantik"
"Aku jadi penasaran, ada apa di desa itu" gumam Sandra dalam hati.
Sandra melihat ke sekeliling, tak ada Doni disamping nya.
"Kemanakah Doni?"
"Tega sekali dia meninggalkan aku seorang diri disini" gumam Sandra sambil terus melihat ke sekelilingnya.
Sandra masih melihat keramaian Desa sebelah yang memekikkan telinganya. Suara gamelan tarian terdengar keras membuat Sandra makin penasaran saja ingin pergi ke tempat itu.
Dari kejauhan, tampak penduduk desa berjoged ria mengikuti alunan irama lagu yang dinyanyikan.
Namun, karena tak ada Doni, dirinya masih menahan diri untuk tak pergi ke tempat itu. Hingga akhirnya ada suara aneh yang memanggilnya.
"Sandra..."
"Sandra...."
"Ayo bangun..." suara lelaki yang pernah dikenal nya terdengar jelas ditelinganya.
Tubuh Sandra seakan melayang dan kepalanya terasa pusing. Tiba-tiba saja tubuh sandra seperti melayang dan saat terbangun tampak Doni disampingnya terlihat sangat mencemaskan dirinya.
"Hah, kau Doni?"
"Kemana saja kamu" ucap Sandra sedikit jengkel
Sandra mulai melihat ke sekeliling dan rupanya, tempat itu memang benar tempat dimana dirinya bertemu dengan dua wanita cantik itu.
Hanya saja bedanya saat dirinya bertemu dengan kedua wanita cantik itu, tak ada Doni disampingnya. Dan sekarang dirinya melihat Doni berada di samping nya lagi dan itu terjadi sangat tiba-tiba.
"Doni, kenapa dengan aku?"
"Aku tak melihat kedatangan mu, anehnya, kau tiba-tiba muncul di depan mataku" ucap Sandra dengan nada ketus.
Melihat pertanyaan Sandra yang ngelantur, Doni segera menjawab untuk membela diri karena dirinya juga mulai bingung atas pernyataan Sandra yang menurut nya janggal.
"Sandra, kau ngelamun ya?"
"Sejak tadi aku tidur di sampingmu" ucap Doni sambil menatap mata Sandra dengan tajam.
Sandra balik menatap Doni dengan penuh tanda tanya. Karena masih saja penasaran, Sandra bertanya kembali pada Doni
"Apakah aku pingsan?" tanya Sandra penasaran
Doni dengan sigap membelai rambut Sandra dan berkata
"Sandra, kau tidur sangat nyenyak sekali seperti orang mati"
"Nafas mu tidak teratur dan kau sudah satu jam lebih tertidur"
"Apakah kau tau, aku sulit membangunkan mu"
"Aku sudah menggoyang-goyangkan tubuh mu, tapi kau tak bergerak sedikitpun"
"Hanya suara nafas mu terdengar keras, seperti sedang sesak nafas"
"Wajahmu juga sangat pucat" kata Doni meyakinkan Sandra bahwa dirinya sudah berusaha berada di samping Sandra dalam keadaan apapun.
"Hah, benarkah?"
"Aku sudah satu jam tertidur dan kau sulit membangunkan aku?"
"Berarti, yang tadi ketemu sama aku dua wanita cantik itu hanya mimpi saja?" tanya Sandra penasaran
"Sandra, dua wanita cantik yang mana?"
__ADS_1
"Disini hanya ada kamu dan aku"
"Aku tak melihat ada dua wanita cantik menghampiri kita" ucap Doni dengan nada serius.
"Aduh Doni"
"Beneran"
"Aku baru saja bertemu dengan dua wanita cantik"
"Mereka menyapaku dan hendak mengajak ku melihat konser tarinya di desa sebelah"
"Tuh lihat saja desanya" ucap Sandra sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah timur.
Doni segera melihat ke arah timur dan dirinya tak melihat apapun di sana.
"Sandra, mana pertunjukan nya?"
"Tak ada orang sama sekali"
"Kamu memang benar-benar sedang bermimpi" ucap Doni dengan sangat yakin.
Sandra terkejut karena tempat yang tadinya sangat ramai, berubah menjadi sangat gelap dan sepi.
Karena masih tak percaya, Sandra mengusap kedua matanya dan dirinya berusaha melihat kembali tempat itu.
Dan ternyata, Sandra tetap tak menemukan apa-apa.
Tempat itu tetap sepi hening tak berpenghuni.
"Doni, benar"
"Mungkin tadi aku sedang bermimpi" ucap Sandra sambil berusaha bangun dari posisi tidur nya.
"Emangnya , kau sedang bermimpi apa?" tanya Doni penasaran.
"Aku tadi bertemu dengan dua wanita cantik"
"Mereka berdua mengajakku untuk ikut memeriahkan pesta mereka dengan melihat tarian mereka"
"Hanya saja, kau tak berada di samping ku sehingga aku menolak ajakan mereka" ucap Sandra sambil terus melihat ke arah tempat dimana pertunjukan kedua penari cantik itu.
"Mungkin, kau sedang digoda demit penunggu hutan ini"
"Ih, aku kok jadi takut"
"Sandra, ayo kita pulang" ajak Doni sambil mencoba menghidupkan mesin sepeda motornya
Sandra mengangguk tanda setuju.
"Doni, jam berapa sekarang?" tanya Sandra sambil melihat ke sekeliling. Tampaknya Sandra masih penasaran dengan desa dimana kedua penari itu berada.
"jam dua malam"
"Ayo cepat"
"Aku tak mau disini sampai pagi"
"Suasana seram"
"Bercinta pun aku tak kan bisa bergairah" ucap Doni sedikit bercanda.
"Ah kau Doni, bisa aja kau bicara tentang hal itu"
"Hal itu pikir belakangan"
"Yang penting, ayo kita pulang sekarang" ucap Sandra sambil beranjak dari duduk nya
__ADS_1
Doni mulai menghidupkan sepeda motornya.
"Sandra, motor ku tiba-tiba mati" ucap Doni sambil melihat keadaan motor nya
"Ah Doni, kau jangan bercanda"
"aku ingin cepat pulang"
"Kalau kita jalan kaki, kita akan sampai besok subuh" ucap Sandra sedikit kesal.
"Sandra, aku tak bercanda"
"Motor ku benar-benar macet" ucap Doni sambil berusaha membunyikan motornya berkali-kali.
"Coba lihat bensin nya Doni" ucap Sandra sambil turun dari motor Doni.
Doni segera melihat bensin sepeda motornya dan ternyata isi bensin sepeda motornya masih penuh.
"Sandra, bensin ku masih penuh" ucap Doni sambil sedikit memukul sepeda motornya.
"Dasar sial"
"Mengapa kau macet disaat yang tidak tepat" ucap Doni sambil menendang motornya .
Sandra terdiam sejenak. Bulu kuduk mereka berdua berdiri.
Sandra dan Doni melihat ke sekeliling hutan yang sepi. Hanya bunyi jangkrik yang menemani mereka berdua.
"Kalau begitu, ayo kita jalan saja"
"Yang penting kita cepat pulang"
"Siapa tahu ada perumahan warga dan kita bisa mampir minta tolong untuk membetulkan sepeda motor mu" ucap Sandra dengan wajah penuh harapan.
"Okelah" jawab Doni.
Mereka berdua akhirnya berjalan sambil mendorong motor milik Doni.
Raut wajah capek terlihat jelas di wajah Sandra. Begitu pula dengan Doni.
Mereka berdua berjalan malam-malam menyisiri hutan belantara.
Waktu subuh masih kurang dua jam lagi. berasa sangat lama bagi Doni dan Sandra karena mereka harus mendorong sepeda motor Doni.
Di perjalanan, sandra berkata
"Doni, aku capek banget" ucap Sandra.
"Sebentar lagi Sandra"
"Ayo, kuatkan" ucap Doni memberi semangat kepada Sandra.
"Ya Doni"
"Kamu saja yang mendorong sepeda motornya"
"Aku sudah tak sanggup lagi" ucap Sandra
"Tenanglah Sandra" ucap Doni mencoba menenangkan hati pacarnya.
Sandra tersenyum kecil melihat tingkah Doni yang sesuai dengan keinginan nya.
Bersambung...
Jangan lupa kawan like komen vote supaya aku semangat nulis
Kasih gift juga gak apa apa..supaya aku semangat buat episode banyak...wkkwwk
__ADS_1