Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Menunggu


__ADS_3

Perjalanan panjang menuju ke tempat kyai yusuf dilanjutkan lagi oleh Sandra, Indah dan Doni. Sepanjang perjalanan, Indah tak berkata apa-apa selain hanya tidur saja di kursi mobil paling belakang.


Kebo ijo tetap menemani Indah dan duduk tepat di sebelah Indah. Sepanjang perjalanan, Kebo Ijo mengelus perut Indah yang semakin membesar saja.


"Sebentar lagi kau akan lahir di dunia ini"


"Aku adalah ayahmu"


"Kau akan menjadi anak yang paling sakti karena tubuhmu merupakan perpaduan antara diriku dan Indah" ucap kebo ijo sambil meneteskan air liurnya yang berbau anyir.


Dalam dunia dedemit, air liur kebo ijo terlihat jelas oleh mata mereka. Air liur kebo ijo membasahi baju Indah yang putih bersih.


Air itu berwarna kekuningan dan berbau sangat anyir. Sepanjang perjalanan, ada beberapa dedemit yang hendak menumpang di mobil milik Doni dan Sandra.


Namun, mereka semua mengurungkan niatnya karena ada kebo ijo yang berada di sana.


Kebo ijo merupakan dedemit paling jorok diantara dedemit lain. Beberapa dedemit rendahan tak ada yang berani melawan kebo ijo. Hal itu bukan karena kebo ijo adalah sosok dedemit terkuat diantara dedemit lain. Tetapi bau anyir yang ada dalam tubuh kebo ijo membuat beberapa dedemit tak tahan juga.


Sementara itu selama perjalanan, Sandra mulai tertidur karena terkena pengaruh obat anti mabuk yang baru saja diminum nya. Sedangkan Doni tetap menahan bau anyir yang entah dari mana datang dirinya terus bertanya dalam hati.


"Indah tak merasakan bau apapun" gumam Doni


"Sangat aneh sekali"


"Biasanya, wanita hamil mudah merasakan muntah dan mual"


"Tapi, Indah tak merasakan hal apapun saat hamil"


"Ah, sudahlah"


"Semakin aku berpikir, otakku selalu pusing"


"Lebih baik, aku fokus pada perjalanan ku yang sekarang" ucap Doni sambil menambah kecepatan mobil nya.


Hingga pada suatu waktu, suasana jalanan menjelang sore dan kira-kira butuh satu jam lagi untuk sampai di rumah kyai yusuf.


Sandra masih saja tertidur dan hal itu membuat Doni sedikit lega, karena jika Sandra terbangun, dikawatirkan Sandra akan mual dengan bau yang semakin menyengat.


Hingga suatu waktu, dimana tempat itu adalah tempat dimana Doni tersesat di negeri dedemit, Doni melihat ada bayangan dua wanita cantik dengan selendang ijo yang dipakai nya lewat di depan mobil nya.


"Oh, siapa mereka?" gumam Doni sambil berusaha mencari kemana arah kedua wanita itu pergi


Namun, Doni tak menemukan kedua wanita itu lagi.


"Ah, sudahlah"


"Mungkin hanya halusinasi ku saja" gumam Doni sambil melanjutkan perjalanan nya menuju ke tempat kediaman kyai yusuf.


Tak terasa, mereka bertiga telah sampai di tempat dimana kyai yusuf berada. Suasana rumah kyai yusuf tampak sepi tak berpenghuni.


"Sandra, ayo bangun"


"Kita telah sampai di rumah kyai yusuf" ucap Doni sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sandra yang saat itu sedang asyik tertidur.


"Oh, sudah sampai?" tanya Sandra sambil melihat ke sekitar

__ADS_1


"Iya Sandra, kita sudah sampai"


"Indah, ayo bangun"


"Kita sudah sampai di rumah kyai Yusuf" ajak Doni kepada Indah yang saat itu sedang asyik tertidur di kursi belakang mobil.


"Oh iya mas Doni" jawab Indah pendek.


Indah disusul oleh kebo ijo langsung turun dari mobil. Tampak wajah indah semakin pucat saja karena janin yang ada dalam kandungan Indah menyedot darah Indah sangat banyak.


Janin dalam tubuh Indah pelan tapi pasti, mulai menyedot darah dalam tubuh Indah. Janin itu seperti benalu yang siap kapan saja membunuh tubuh Induknya.


Kebo ijo tampaknya bisa melihat Janin nya tumbuh dengan sehat di dalam rahim Indah.


"Putriku, makanlah yang banyak"


"Aku akan selalu menunggu kelahiran mu" begitu ucapan kebo Ijo sambil mengelus perut Indah.


"Tok-tok tok permisi" panggil Sandra


"Kyai yusuf, apakah engkau berada di dalam?"


"Aku sandra dan Doni datang kembali ke sini karena ingin meminta pertolongan" ucap Sandra sambil mengetuk pintu rumah kyai Yusuf berulang kali.


Tak ada jawaban dari dalam dan hal itu membuat Sandra merasa cemas dibuatnya.


Setelah ketukan yang ketiga, muncullah sosok wanita setengah tua menerima kedatangan mereka


"Oh, ya bu?"


"Ibu hendak mencari kyai Yusuf?" tanya wanita tak dikenal itu


"Tujuan saya datang ke sini adalah mencari keberadaan kyai Yusuf"


"Apakah kyai Yusuf ada di dalam?" tanya Sandra penasaran


"Oh, kyai yusuf sedang pergi mengobati seseorang"


"Mungkin besok lusa kyai yusuf baru sampai rumah" kata wanita tak dikenal itu.


"Oh, begitu" jawab Sandra pendek


"Doni, gimana nih, kita sudah terlanjur sampai disini namun kyai Yusuf besok lusa baru bisa menemui kita" ucap Sandra ketus


"Sandra, daripada kita sia-sia sudah jauh-jauh sampai disini, Bagaimana kalau kita menunggu saja disini sampai kyai Yusuf pulang?" tanya Doni memberikan Ide sambil berbisik pada Sandra


"Bagus, ide yang sangat cemerlang" jawab Sandra


"Baiklah, tunggu sebentar"


"Aku akan mengatakan hal ini pada ibu itu" ucap Sandra sambil pergi ke depan pintu rumah kyai Yusuf.


"Oh, kalau begitu, apakah kami bisa menunggu kyai yusuf dan menginap di tempat ini?" tanya Sandra penasaran


"Silahkah saja non"

__ADS_1


"Nona bisa menginap di sini"


"Ada kamar khusus tamu yang kebetulan kosong" ucap Ibu yang menjaga rumah kyai yusuf.


"Terimakasih bu"


"Ibu bisa panggil namaku dengan nama Sandra"


"Disebelahku, ada Doni dan yang hamil itu bernama Indah" ucap Sandra kepada wanita itu


"Oh ya non Sandra"


"Panggil aku bu tukiyem"


"Aku ditugaskan kyai yusuf untuk berjaga di rumahnya" ucap tukiyem singkat


"Baiklah, kalau begitu, masuklah ke dalam rumah kami" ajak tukiyem sambil membukakan pintu rumah yang agak lebar.


"Nona sandra, Doni, dan Indah bisa tinggal di kamar ini" ucap tukiyem sambil menunjukkan kamar tamu yang telah disediakan oleh tukiyem


"Oh terimakasih bu tukiyem"


"Kami bertiga akan istirahat di sini sebentar saja" jawab Sandra sambil melihat ke sekitar kamar.


Kamar berukuran 3x3, sangat sempit untuk tidur bertiga. Namun demi keselamatan mereka semua dari makhluk halus dan prasangka buruk yang selalu menghantui, mereka sanggup menginap di tempat kyai yusuf dengan berbekal seadanya.


Sementara itu, Tumini dan Rita sudah mulai beradaptasi di negeri jin. Rupanya negeri jin bagi mereka adalah negeri yang sangat menyenangkan. Keinginan untuk mati dan menyerah akan takdir tak ada lagi dalam pikiran mereka.


"Rita, semenjak pemerintahan dipegang oleh raja jin yang baru, kehidupan kita sangat berubah"


"Kita lebih tenang berkeliaran di negeri jin ini dan tak ada satu jin pun yang mengganggu kit" ucap Tumini


"Iya, ini semua berkat nenek Jin yang memberikan mutiara itu"


"Identitas kita sekarang tertutup dan telah menjadi warga jin"


"Aku sangat senang sekali" ucap Rita tersenyum senang


"Tumini, bagaimana dengan otot dan tulangmu?"


"Apakah kau merasakan sakit?" tanya Rita penasaran.


"Sekarang, aku tak merasakan sakit apapun"


"Entahlah jika aku nanti berada di alam manusia"


"Tubuhku disini segar bugar" ucap Tumini sambil mengamati tubuhnya sendiri


"Ya, aku juga merasakan hal yang sama dengan mu"


"Selama aku berada di negeri jin, tubuhku segar bugar tak merasakan sakit apapun" timpal Rita menambahkan.


"Lalu, bagaimana jika nanti kita berada di alam manusia?"


"Apakah lebih baik kita tinggalkan raga kita, dan memakai jiwa kita saja?"

__ADS_1


"Aku sudah lelah menjadi manusia" ucap Tumini sambil menatap langit yang remang-remang.


Memang, di negeri jin sangat berbeda dibanding di negeri manusia. Alam jin selalu tampak sore hari dan tak pernah gelap. Situasi di sana sangat ramai hingga beberapa jin saling berdesak-desakan


__ADS_2