Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Kejadian aneh


__ADS_3

Cukup lama ustadz rosi dan kyai yusuf berbincang di dalam kamar. Tampaknya Tumini dan Rita masih berada dalam kamar itu


Tiba-tiba saja, kyai yusuf berkata dengan lantang.


"Pergilah kalian, jangan ganggu mereka lagi" ucap kyai yusuf berbicara sendiri.


Sandra dan Doni keheranan melihat tingkah aneh kyai yusuf.


Sementara itu Tumini dan Rita mulai panik dan mereka berlari meninggalkan kamar itu. Kyai yusuf berusaha untuk menangkap jiwa Tumini dan Rita namun tak berhasil. Mereka berdua berhasil kabur meninggalkan tempat itu.


Hanya saja, Sandra telah menjadi incaran Tumini dan Rita. Aroma tubuh Sandra rupanya telah dihafal oleh mereka berdua.


Dalam perjalanan menuju alam dedemit, Rita dan Tumini sepakat untuk pergi mencari darah perawan demi mempertahankan kelangsungan hidup mereka di dua alam.


Tampaknya, sifat Tumini dan Rita sedikit mulai berubah karena tekanan dalam hidup mereka.


"Rita, tampaknya saat ini kita tak punya pilihan lagi"


"Kita harus secepatnya mencari darah perawan untuk mempertahankan selendang ijo ini" ucap Tumini sambil berlari menuju ke alam dedemit.


"Kau benar Tumini"


"Ayo kita kembali ke tempat kita semula"


"Sebentar lagi, pagi menjelang"


"Aku tak tahan menggunakan raga manusia karena sudah renta"


"Rita, kesalahan kita hanya satu"


"Demi keabadian yang mustahil, kita sudah mencuri bubuk pemurni jasad dan jiwa di alam jin"


"Dan sekarang, kita kebingungan bagaimana cara terlepas darinya"

__ADS_1


"Jika kita pergi ke alam jin, malah akan membuat kita terperangkap lagi dan menjadi incaran mereka" ucap Tumini sambil terus mengamati Rita yang juga kebingungan sama seperti dirinya.


"Sudahlah Tumini"


"Kita sudah terlanjur sial"


"Kita sudah terpuruk"


"Lebih baik, kita cari darah perawan saja"


"Aku tak peduli siapa korban kita"


"Hatiku sudah mati dan tak punya belas kasihan lagi" ucap Rita sambil memandang ke arah Tumini.


"Baiklah kalau begitu"


"Besok, kita akan pergi ke dunia manusia"


"Yanh menjadi penghalang kita adalah, kita tak mungkin memakai raga manusia yang kita miliki karena raga kita sudah sangat renta"


"Aku punya ide" jawab Rita sambil melihat Tumini dengan serius.


"Apa idemu?" tanya Tumini penasaran


"Aku pernah mendengar kaum dedemit berbincang"


"Mereka bisa menunjukkan wajah mereka di hadapan manusia lainnya dengaj menggunakan raga orang lain"


Tumini yang mendengar penjelasan Rita mulai mengerti dan setuju akan ide itu.


"Hah, kau sangat pintar"


"Dengan kita bersembunyi di raga orang lain, kita akan menguasai mereka"

__ADS_1


"Kita juga dengan mudah mencari darah perawan"


"Bagaimana?"tanya Tumini penuh semangat


"Baiklah, ayo kita mulai"


"Lawan kita adalah kyai yusuf"


"Dia dekat dengan Tuhan"


"Bagaimana kalau kita ditangkap olehnya?" tanya Tumini sedikit cemas


"Kau jangan kawatir"


"Kita harus menjauh darinya"


"Kita cari mangsa lain" ucap Rita sambil memandang ke arah Tumini.


"Rita, tubuh Sandra berbau harum dan pastinya dia masih perawan"


"Sangat sulit mencari darah perawan jaman sekarang" ucap Tumini kepada Rita.


"Sudahlah Tumini, untuk sandra kita tunda dulu"


"Jika dia sudah jauh dari kyai yusuf, kita incar dia" ucap Rita menenangkan Tumini.


"Baiklah kalau begitu"


"Sekarang, kita kembali ke alam dedemit"


"Mereka pasti telah menunggu kedatangan kita" ucap Rita sambil menarik tangan Tumini


"Baiklah kalau begitu, ayo " jawab Tumini

__ADS_1


Mereka berdua pun kembali ke alam dedemit


__ADS_2