Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Pelarian panjang


__ADS_3

Pesta di desa dedemit telah selesai, dan penghuninya kembali melaksanakan aktivitas masing-masing. Sementara itu Tumini dan Rita kembali ke alam manusia dengan sisa tenaga mereka.


Saat Tumini dan Rita berada di alam manusia, tubuh mereka makin melemah. Walaupun wajah mereka tak berubah sama sekali, tapi otot dan tulang mereka tak bisa muda lagi seperti dahulu.


Tiap mencoba menggerakkan tubuh mereka sedikit saja, rasa nyeri seperti ditusuk ribuan jarum.


"Rita, aku sudah tidak kuat hidup terlalu lama seperti ini" ucap Tumini kepada Rita sambil melihat tubuhnya sendiri yang sangat renta.


Jeritan Rita dan Tumini terdengar lirih di hutan itu. Penduduk desa kembang yang dekat dengan hutan dimana Tumini dan Rita tinggal sebagian ada yang mendengarnya namun hal itu sudah biasa bagi mereka.


Saat Rita dan Tumini merasakan sakitnya dan menjerit, tiba-tiba jiwa Doni berada di sana.


Doni kebingungan dengan apa yang terjadi pada dirinya.


"Dimana aku sekarang?"


"Mengapa aku berada di hutan ini lagi?"


"Bukannya aku tadi di rumah Sandra?" gumam Doni dalam hati.


Saat Doni kebingungan melihat apa yang terjadi dengan dirinya saat itu, Doni melihat dua sosok wanita cantik berselendang ijo sedang menjerit kesakitan karena rasa sakit yang dialami mereka.

__ADS_1


"Nona, ada apa dengan kalian?"


"Mengapa kalian kesakitan seperti ini?" tanya Doni penasaran


"Oh, kami merasakan kesakitan karena tulang tulang kami seperti remuk ditusuk ribuan jarum" rintih Tumini dan Rita bersamaan.


"Kalau begitu, ayo aku tolong untuk berobat ke dokter" tawar Doni sambil berusaha mendekati Tumini dan Rita.


Tumini langsung menjawab


"Tuan, kau tak bisa menyembuhkan kami"


"Sebentar lagi, rasa sakit kami akan hilang setelah jam 5 sore" ucap Tumini sambil berusaha menahan sakitnya.


Sementara itu, Sandra selalu gundah karena Doni tak kunjung sembuh setelah kejadian itu.


Tepat hari jumat kliwon, Sandra memberanikan diri membawa Doni ke rumah kyai yusuf karena Sandra sudah melakukan perjanjian dengan kyai yusuf bahwa dirinya akan berkunjung ke sana lagi setelah beberapa hari pulang.


Hanya saja, saat perjalanan pulang tempo hari, Sandra dan Doni berusaha sendiri mengulur waktu dan akhirnya terjebak di alam dedemit yang mengakibatkan Doni menjadi seperti ini.


Sandra ditemani oleh ustadz Rosi. Ustadz Rosi bersedia mengantarkannya sampai ke rumah kyai Yusuf dan nantinya setelah urusan Sandra selesai, ustadz Rosi juga akan tetap menemani Sandra karena ibu Sandra kawatir jika Sandra mengalami hal aneh selama perjalanan seperti yang dialaminya bersama Doni.

__ADS_1


Mereka bertiga menaiki mobil milik ustadz Rosi dan tepat jam 4 sore, mereka berangkat menuju ke rumah kyai yusuf.


Perjalanan menuju kyai yusuf tak membutuhkan waktu lama. Hanya harus melewati hutan dimana alam dedemit ada di sana.


Sandra dan Doni berada di kursi belakang, sementara ustadz Rosi berada di depan menyetir mobil nya. Sepanjang perjalanan, mereka tak menemukan hap aneh yang terjadi.


Namun, saat mobil memasuki pertengahan hutan, banyak kejadian aneh yang terjadi.


Tiba-tiba, terdengar suara rintihan aneh dan semakin lama semakin keras suara rintihan itu.


"Ustadz Rosi, aku mendengar ada suara rintihan aneh"


"Apakah itu suara penghuni hutan ini?" ucap Sandra sedikit takut.


"Sudahlah Sandra"


"Kau jangan menghiraukan suara itu"


"Sebentar lagi, kita akan sampai di rumah kyai Yusuf"


"Aku akan berdoa pada Allah agar perjalanan kita lancar" ucap ustadz Rosi berusaha menenangkan Sandra.

__ADS_1


Sementara itu, Doni hanya bengong di samping Sandra. Tampak nya jiwa Doni terbelenggu di alam dedemit yang berada di hutan itu.


__ADS_2