
Keesokan harinya, tampak kyai yusuf telah berada di depan pintu rumahnya, sementara itu Sandra dan Doni asyik tertidur di dekat Indah yang saat itu sedang hamil besar.
"Hem, aku sudah terlambat"
"Tampaknya, mereka sudah tahu kalau aku akan datang" gumam kyai yusuf dalam hati.
"Sandra, Doni, ayo bangun" panggil kyai yusuf sambil menepuk bahu Sandra dan Doni dengan tangannya.
"Oh, kyai yusuf"
"Maaf, kami bangun kesiangan" ucap Sandra sambil membetulkan selimut yang sedang mereka pakai.
"Ya, aku tahu maksud kedatangan kalian"
"Tapi, ada sesuatu yang janggal sekarang" ucap kyai yusuf tegas"
"Ada apa kyai?"
"Apa yang janggal?" tanya Sandra penasaran
"Apakah kalian tidak tahu, kalau Indah sudah tak ada di dekat kalian sekarang?" ucap kyai Yusuf sambil menunjukkan selimut kumal yang tadi dipakai Indah
"Hah, hilang?" gumam Sandra dan Doni bersamaan.
Mereka berdua langsung melihat ke arah dimana Indah sedang tidur.
"Iya kyai"
"Indah hilang" ucap Sandra gugup
"Darimana kyai tahu kalau kami membawa seorang wanita, dan nama wanita yang kami bawa ke sini adalah Indah?" tanya Sandra penasaran
"Sudahlah Sandra"
"Masalah dunia gaib, aku sudah menguasai nya"
"Sebelum terlambat, kita cari keberadaan Indah sekarang juga"
"Tujuh hari lagi, Indah akan melahirkan bayi perpaduan antara dedemit dan manusia"
"Bayi itu tak boleh dilahirkan ke dunia, karena dia akan membawa orang maupum bangsa jin menuju ke arah kejahatan" ucap kyaoi yusuf
"Kalau begitu, kita harus cari kemana kyai?" tanya Doni yang saat itu masih mengucek matanya.
"Kita cari di negeri dedemit"
__ADS_1
"Ayah dari janin yang dikandung Indah adalah seorang dedemit yang bernama kebo ijo" ucap kyai yusuf pendek
"Hah, dedemit?" Doni terkejut dan seakan tak percaya jika Indah mengandung anak dedemit
"Jadi selama ini Indah mengandung anak dedemit?" gumam Doni dalam hati.
"Dasar sial" gumam Doni dalam hati
"Makanya aku merasa tak pernah meniduri nya sama sekali"
"Ternyata, Indah dihamili oleh dedemit liar" gumam Doni sambil manggut-manggut mendengar kata demi kata yang diucapkaj kyai yusuf.
"Selamanya, aku akan mengubur dalam-dalam pertemuan ku dengan Indah"
"Biarlah Indah tetap menjadi saudaraku di hadapan Sandra, sampai ajal menjemputku" gumam Doni dalam hati.
Dalam masalah ini, Doni terdiam dan menutup rapat-rapat kepada siapapun tentang pertemuan nya dengan Indah karena jika sampai hal ini terdengar di telinga Sandra, apapun alasannya Sandra tak kan bisa memaafkannya.
"Sudahlah"
"Ayo ikut aku ke dalam musholla" ajak kyai yusuf kepada Sandra dan Doni
"Baiklah kyai" jawab Sandra dan Doni bersamaan.
Akhirnya mereka bertiga pergi menuju ke musolla tempat dimana ritual pergi ke alam dedemit akan dijalankan oleh kyai yusuf.
Sandra dan Doni menganggukkan kepalanya dan langsung menuju ke arah kamar mandi dimana tempat wudhu berada di dekat kamar mandi.
Setelah mereka selesai berwudu, mereka bertiga duduk bersila di musholla milik kyai yusuf.
Sebelum memulai ritual, kyai yusuf meminta pembantunya untuk mempersiapkan bahan yang akan dibawa ke alam dedemit diantaranya tiga siung bawang putih, Bawang merah dan kunir.
Kedua bahan itu diletakkan di dalam wadah kecil dan dibungkus plastik hitam.
Setelah semua bahan disiapkan, kyai yusuf memulai ritual yaitu masuk ke dunia dedemit dimana kebo ijo tinggal di tempat itu.
Sementara itu, Di dunia dedemit, kebo ijo berlari terseok-seok membawa tubuh Indah yang lemah ke tempat dimana dirinya tinggal. Bau anyir terus berada pada tubuh kebo ijo sehingga saat lewat di negeri dedemit, beberapa dedemit lain segera menutup hidungnya.
Tempat tinggal kebo ijo sangat sepi dan jauh dari rumah dedemit lain. Kebo ijo merupakan salah satu dedemit yang dikucilkan oleh dedemit lain karena selain wajahnya yang sangat buruk, seluruh tubuhnya dipenuhi bau yang kurang sedap.
Banyak dedemit lain yang seusia kebo ijo telah menikah, hanya kebo ijo lah dedemit yang telat menikah atau bisa dibilang tidak laku untuk kawin.
Bisa menghamili seorang manusia yang bernama Indah adalah suatu rejeki nomplok bagi kebo ijo dan dirinya bertekad mempertahankan janin yanh ada di dalam rahim Indah apapun resikonya.
"Aku harus cepat membawa Indah"
__ADS_1
"Aku tak mau jika nanti Sandra dan Doni melakukan selamatan pada anakku" gumam kebo ijo sambil berlari kecil menggendong tubuh Indah yang semakin berat.
Tak terasa, Kebo ijo telah sampai di rumahnya. Situasi rumah kebo ijo sangat jorok dan bau. Banyak tulang belulang berserakan di sana. Situasi gelap gulita dan mencekam.
Sementara itu, Indah yang ada di dekat kebo ijo masih pingsan dan tak sadarkan diri. Nafas Indah mulai terengah-engah karena janin yang menekan tubuh Indah semakin bergerak ingin keluar.
Di tempat lain, ritual yanh dilakukan kyai yusuf telah berhasil. Tubuh mereka bertiga tetap berada di rumah kyai yusuf dengan dijaga oleh pembantu kepercayaan kyai yusuf.
Sedangkan jiwa mereka bertiga berkelana menuju ke alam dedemit dimana kebo ijo tinggal di sana.
"Kyai yusuf, kita sekarang berada di alam dedemit kah?" tanya Sandra sambil melihat ke sekeliling
Suasana seperti sore hari, dan berbeda sekali dengan keadaan di negeri manusia yang cerah karena saat berangkat masih pagi hari.
"Iya," jawab kyai yusuf pendek.
Sementara itu, Doni bersembunyi di balik tubuh Sandra karena dirinya trauma ketika salah makan di negeri dedemit.
"Ah, aku ingin muntah jika teringat kala aku makan dengan lahap di tempat ini" ucap Doni sambil memegang tangan Sandra erat-erat.
"Sudahlah Doni"
"Jangan ingat-ingat lagi masalahmu yang dulu"
"Itu sudah lewat dan tak ada gunanya disesali"
"Walaupun disesali, makanan itu sudah masuk ke dalam tubuhmu dan sudah menjadi daging mu" ucap Sandra kesal.
Mendengar ucapan Sandra, Doni semakin ketakutan saja karena Doni ikut membayangkan ucapan Sandra walaupun ucapan Sandea hanya bercanda saja.
Melihat gelagat Doni yang tak tenang, Sandra berkata kepada Doni tentang tujuan utama mereka berangkat ke negeri dedemit.
"Aku ingin kita secepatnya menemukan Indah"
"Satu minggu lagi, bayi dedemit kebo ijo akan lahir, dan pasti akan menyusahkan mu kelak" ucap Sandra
"Iya Sandra" jawab Doni singkat.
"Kyai yusuf, tunggu kami" panggil Sandra
"Tiba-tiba saja Sandra melihat kyai Yusuf sudah sangat jauh meninggalkan mereka.
Mendengar panggilan Sandra, kyai yusuf menoleh ke arah mereka berdua
"Ayo cepat"
__ADS_1
"Mengapa kalian berjalan sangat pelan sekali?" tanya kyai yusuf
"I i iya kyai" jawab Sandra pendek. dan langsung mengejar kyai Yusuf yang meninggalkan mereka cukup jauh