Pelet Selendang Ijo

Pelet Selendang Ijo
Kisah Toni 2


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu, Toni hidup bahagia bersama Rina istrinya. Dalam pernikahan mereka, Toni dikaruniai seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki.


Selain bersama Rina, rupanya Toni mempunyai istri baru yang dinikahi secara Siri tanpa sepengetahuan Rina


Istri Siri Toni itu bernama Santi. Santi tinggal di daerah terpencil yang jauh dari Roni. Setiap bulan Roni berkunjung ke desa itu dan memberikan nafkah yang layak untuk Santi.


Dengan Santi, Toni mempunyai dua anak perempuan yang bernama lastri dan sita


Saat itu hujan turun rintik-rintik ditambah malam yan sangat mencekam. Jin nata merah mendatangi Toni


Saat itu Toni berada di dalam kamarnya bersama Rina.


"Toni, apakah kau sudah lupa dengan perjanjian kita?" tanya jin mata merah pada Toni


Ucapan jin mata merah membuat Toni terbangun dari tidurnya.


Keringat Toni mulai menetes tak karuan.


"Ya, aku ingat" jawab Toni sedikit ketakutan.


"Kalau begitu, serahkan salah satu putrimu untukku"


"Setelah kau berikan putrimu, aku akan pergi dan menberikan kekayaan kepadamu dua kali lipat" ujar jin nata merah memberikan sebuah janji manis pada Toni


"mmm baik lah"


"Ambil saja putriku salah satu"

__ADS_1


"Ambiilah dia"


"Sekarang, dia ada di desa terpencil"


"Pergilah kau kesana, aku mempunyai anak perempuan hasil pernikahan ku dengan Santi, si gadis desa" ucap Toni pelan


"Baiklah kalau begitu"


"Aku pergi dulu"


" Jika emas permata ada di kamar tidur mu, berati tumbal mu diterima" ujar jin mata merah


Setelah berkata demikian, jin mata merah pergi meninggalkan Toni yang saat itu masih terlihat ketakutan.


Rupanya jin mara merah tak main-main dengan ucapannya. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada anak perempuan yang tiba-tiba tewas tak tentu penyebab nya. dan anak itu adalah anak dari Santi, istri pengusaha kaya yang ada di kota.


Setelah jin mata merah mengambil salah satu anak santi, keesokan harinya juga di rumah Toni, muncul emas permata berserakan di kasur Toni


Kebetulan, Rina masih tidur saat itu sehingga Toni membereskan perhiasan itu dan menyimpan nya di sebuah lemari khusus.


Setiap Toni mendapatkan emas permata, keesokan harinya Toni selalu menjual emas itu dan menukarnya dengan uang.


Setelah menyimpan emas permata pemberian dari jin mata merah, Toni pergi ke desa Santi untuk berkunjung kesana.


Ternyata benar berita yang beredar


Anak perempuan nya telah meninggal

__ADS_1


Terlihat Santi istri sirinya itu menangis sesenggukan


"Mas, anak kita meninggal"


"Meninggalnya tiba-tiba"


"Kemarin dia sehat" ucap Santi pada Toni


Toni berusaha tegar karena bagaimanapun juga, itu adalah ulahnya


"Tenanglah Santi yang sabar"


"Pasti anak kita sudah tenang di alam Sana"


"Kita sebagai orang tua harus mendoakan dia agar dia bahagia di alam sana" ujar Toni mencoba menghibur istri sirinya itu


Santi sedikit lega karena Toni sudah memberikan dukungan moril padanya. Hatinya mulai adem.


"Ya mas" jawab Santi


Setelah selesai melepas duka, Santi menerima sumbangan warga yang melayat. Di rumah santi juga diadakan pengajian untuk anak santi.


Saat melaksanakan pengajian untuk putrinya, Toni mulai berpikir untuk menikah lagi dengan wanita muda lainnya.


Dirinya seakan kejar target untuk medapatkan anak perempuan sebanyak-banyaknya agar tak kehabisan stok anak perempuan untuk dijadikan tumbal olehnya.


Hal itu dilakukan oleh Toni sampai di usianya yang senja, ketika dirinya sudah tak kuat lagi untuk menikah karena gairah nya juga sudah mulai menurun.

__ADS_1


Hingga suatu saat, terjadi hal yang diluar dugaan Toni


__ADS_2