Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Mengantar Makan Siang


__ADS_3

"Dina nanti tolong antarkan makan siang ke kantornya Danial ya" ucap nenek


"Uhukk uhukk"


Ucapan nenek membuat Dina tersedak


"Hati-hati nak" ucap nenek dan segera memberikan air pada Dina


Dina meminum air yang di berikan nenek


"Maaf nek" ucapnya


"Tidak apa-apa, nanti mau kan anterin makan siang buat cucu nenek?" tanya nenek


"Harus Dina ya nek?"


"Tentu saja, kamu kan asistennya"


"Tapi Dina tidak tahu kantor tuan muda nek"


"Itu mah gampang, nanti biar sopir yang mengantar mu"


"Baik nek" ucap Dina, mau tak mau dia harus pergi karena itu sudah tugasnya


"Bagus, sekarang lanjutkan makannya"


Dina menganggukkan kepalanya


Pukul 11 pagi, Dina sudah sampai di depan kantor Danial.


"Sudah sampai neng" ucap Sopir nenek Dharma


"Iya pak"


"Saya tunggu di sana ya neng" ucap pak Sopir


"Iya pak, tapi saya agak lama karena saya di suruh memastikan tuan muda makan dulu baru bisa pulang"


"Iya gak papa neng, saya bisa sambil ngopi dulu"


"Iya pak" Dina turun dari mobil


Pak Sopir pergi memarkirkan mobil majikannya, Dina mengambil nafas panjang sebelum masuk ke dalam gedung tinggi itu.


Dina melangkah masuk, dia menghampiri resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu perempuan yang ada di meja resepsionis


"Saya mau bertemu tuan Danial" ucap Dina


"Anda sudah buat janji?"


"Belum, tapi saya ke sini di utus nenek tuan Danial" ucap Dina sambil memperlihatkan kotak makan yang dia bawa


"Maaf nona jika tidak membuat janji dulu anda tidak bisa menemui bos" ucap Resepsionis yang tidak mempercayai ucapan Dina


"Bagaimana ini?" ucap Dina dalam hati


Drtt drtt


Ponsel Dina bergetar, dia mengambil ponselnya yang berada di tas selempangnya


"Nomer rumah" ucap Dina saat melihat siapa yang menelpon


"Sebentar mbak" ucap Dina


"Baik"


"Halo?"


"Kamu sudah sampai di kantor, nak?"


"Oh nenek? iya nek saya sudah di kantor" jawab Dina


"Sudah ketemu Danial?" tanya nenek

__ADS_1


"Belum nek saya masih di resepsionis, saya tidak bisa masuk karena belum buat janji, apa saya titipkan saja makan siang tuan?" tanya Dina


"Jangan, kamu harus mengantarnya langsung pada Danial"


"Tapi nek..."


"Berikan ponsel mu pada resepsionisnya"


"Baik nek"


"Maaf mbak nenek mau bicara dengan anda" ucap Dina sambil menyodorkan ponselnya


Salah satu dari dua perempuan itu mengambil ponsel dari tangan Dina.


"Halo selamat pagi"


"Biarkan gadis itu masuk" ucap nenek to the point


"Ba...baik nyonya" ucap perempuan itu gugup saat mendengar suara Nenek Dharma.


Awalnya resepsionis itu tidak percaya pada ucapan Dina, dia pikir Dina hanya menggertak saja dan setelah mendengar suara nenek Dharma barulah dia percaya.


"Ya sudah" ucap nenek


Tutt Tutt


"Silahkan nona anda bisa menggunakan lift di sebelah sana" ucap perempuan itu sambil mengembalikan ponsel Dina


"Ruangan bos ada di lantai paling atas setelah sampai di sana akan ada sekretaris bos yang akan mengantar anda ke ruangan bos"


"Baik, terima kasih mbak" ucap Dina sambil tersenyum


"Sama-sama nona"


Dina melangkah ke arah lift dan masuk ke dalam sana.


"Wanita mana lagi yang di panggil bos?" tanya salah satu karyawan di sana pada resepsionis tadi.


"Tuan tidak memanggil dia, dia di utus nyonya besar" ucap perempuan yang berada di balik meja resepsionis


"Iya"


"Paling dia mata-mata yang di utus nyonya besar" ucap karyawan itu


"Mungkin saja"


"Eh tunggu dulu" ucap teman resepsionis yang menerima telpon dari nenek Dharma


"Kenapa?" Tanya temannya


"Bukankah tadi ada wanita yang menemui bos, apa dia sudah keluar?" tanya resepsionis itu


"Oh iya benar!! gawat kita bisa di pecat! cepat hubungi asisten Dani"


"Iya cepat!" kedua resepsionis perempuan itu bergerak cepat menghubungi Asisten Dani


Sedangkan Dina, saat ini dia sudah berada di lantai paling atas di mana ruangan Danial berada.


Dina melangkah keluar dari lift


"Di mana sekretarisnya?" tanya Dina saat melihat dari kejauhan meja sekretaris yang kosong tak berpenghuni.


Dina melangkah mencari sekretaris Danial namun tidak ada, lalu dia memutuskan untuk mencari ruangan Danial.


"Mungkin sedang meeting, aku cari ruangannya saja deh"


Dina mencari ruangan Danial, ada beberapa ruangan di lantai itu


"Ini ruangan Asisten Dani" ucap Dina setelah membaca tulisan yang tertempel di sana


"Berarti ruangan tuan juga ada tulisannya" ucap Dina lalu melangkah


"Sepertinya di pojok sana" Dina melangkah ke arah ruangan yang berada di pojok, di depan sana juga terdapat meja yang bertuliskan sekretaris CEO


"Benar di sini" ucap Dina

__ADS_1


Dina menoleh ke arah pintu, dan ternyata pintu itu terbuka separuh. Dina melangkah mendekat ke arah pintu yang setengah terbuka.


Tapi dia mendengar suara-suara aneh dari dalam sana.


"Suara apa itu?" gumam Dina


Dina melangkah dan membuka pintu ruangan Danial


Brakk


Dina menjatuhkan kotak makan yang dia bawa karena terkejut melihat pemandangan di dalam sana.


Kedua orang yang mendengar suara benda jatuh langsung menoleh ke arah dimana suara itu berasal.


"Di... Dina..." ucap Danial terkejut


"Siapa kau! berani-beraninya mengganggu!" teriak seorang wanita yang merasa terganggu dengan kedatangan Dina.


Dina masih diam tercengang, ada rasa jijik dan marah melihat adegan di dalam sana. Lalu tiba-tiba ada sebuah telapak tangan yang menutup matanya dengan lembut.


Pemilik telapak tangan itu menutup pintu ruangan Danial lalu membawa Dina pergi dari sana menuju sebuah ruangan, dia juga membawa kotak makan yang di jatuhkan Dina.


"Duduklah nona"


Dina masih terdiam, dia sungguh terkejut


"Minumlah" ucap orang itu sambil menyodorkan sebotol air mineral yang sudah dia buka tutupnya.


Dina mengambil air dari tangan pria yang membawanya pergi dan langsung meminumnya.


"Anda baik-baik saja?" tanya pria itu


Dina menganggukkan kepalanya


Sedangkan di dalam ruangan


"Danial kenapa berhenti?" keluh wanita itu, karena Danial menghentikan permainannya di tengah jalan.


Setelah Dani menutup pintu ruangannya tadi, Danial langsung beranjak masuk ke kamar mandi yang berada di ruangannya itu.


Dia segera membersihkan tubuhnya dengan cepat. Saat ini dia tengah memakai pakaiannya yang baru.


"Pergilah Dhana, uangnya akan aku transfer" ucap Danial


"Aku tidak butuh uang Danial, aku butuh kamu"


"Pergi!!" teriak Danial


"Siapa gadis itu?!"


"Bukan urusan mu" ucap Danial lalu dia melangkah keluar untuk menemui Dina


Danial melangkah ke arah ruangan asistennya, sesampainya di sana.


"Dani bereskan dia"


"Baik bos" ucap Dani yang mengerti maksud bosnya.


"Saya permisi" pamit Dani pada Danial dan Dina


"Hmm" jawab Danial


Setelah Dani keluar dari sana, Danial melangkah mendekati Dina.


.


.


.


Setelah baca, like dan komen ya teman-teman 😊.


Jangan lupa subscribe juga, biar makin semangat updatenya, tinggalkan jejaknya ya... 😊❤.


Baca juga novel aku yang lain ya... Thank You 😊💕

__ADS_1


__ADS_2