Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Reeha


__ADS_3

"Ada apa Reeha?" tanya pria yang bersamanya.


.


.


.


"Eh tidak, bukan apa-apa kok" ucap perempuan itu sambil tersenyum.


Satu minggu kemudian.


"Dani, bagaimana Fashion shownya?" tanya Danial tanpa melihat ke Dani, karena saat ini dia sangat sibuk dengan berkas-berkas yang ada di hadapannya.


"Semuanya sudah selesai, tinggal pengecekan lighting. Karena ada sedikit masalah di pencahayaan" jawab Dani.


"Pastikan semuanya beres sebelum hari H" ucap Danial.


"Baik"


3 tahun terakhir perusahaan Danial terus berkembang pasat, perusahaan yang awalnya bergerak di bidang kontruksi dan perhotelan sekarang membuka cabang yang bergerak di bidang fashion dan kecantikan.


"Anda akan hadir di sana, bos?" tanya Dani.


"Entahlah" jawab Danial masih fokus pada pekerjaannya.


"Sebaiknya anda datang bos, kali ini banyak desainer muda yang tengah naik daun di undang. Sekalian anda bisa merekrut mereka" ucap Dani


"Kita butuh beberapa orang Desainer" lanjut Dani.


"Baiklah, aku akan datang" jawab Danial.


"Baik, saya akan mengatur jadwal anda. Kalau begitu saya permisi"


"Hmmm" jawab Danial.


Dani keluar dari ruangan Danial.


3 hari kemudian.


Hari H pun tiba.


Malam harinya.


Mobil Danial berhenti di depan gedung tempat acara Fashion show di adakan. Semua kamera wartawan mengarah pada Danial.


Semua orang berbondong-bondong mendekat untuk menggambil foto Danial. Penjagaan Danial benar-benar sangat ketat.


Setelah itu Danial di kawal dengan ketat masuk ke gedung acara.


Acara malam itu sangat meriah, banyak sekali awak media yang datang. Begitu pula tamu-tamu undangan.


Mereka semua tidak akan melewati undangan dari perusahaan Danial. Semua orang menantikan untuk bekerja sama dengan Danial termasuk para selebriti.


Dan ada juga yang datang hanya untuk merayu Danial dan mencoba peruntungannya siapa tahu mereka bisa naik ke ranjang bos muda hot itu.


Sesampainya di dalam Danial segera pergi ke belakang panggung guna mengecek keadaan di sana.


Suasana di belakang panggung sangat ramai, semuanya juga sangat sibuk.


"Bagaimana persiapannya?" tanya Danial dengan wajah dinginnya.


"Oh anda di sini Mr. Danial" ucap seorang pria gemulai yang langsung menghampiri Danial.

__ADS_1


"Bagaimana persiapannya?" tanya Danial lagi


"Semuanya sudah perfect" ucapnya dengan gaya ciri khasnya.


"Bagus, pastikan tidak ada kesalahan sedikit pun" ucap Danial dengan wajah dinginnya.


"Baik" jawab pria gemulai itu dengan takut-takut.


Walaupun beberapa kali bertemu Danial, pria gemulai itu masih saja tak sanggup dengan aura yang keluar dari Danial.


Selama tiga tahun dia menjadi desainer utama di perusahaan Danial, dia masih saja belum terbiasa dengan sifat Danial.


Danial pergi dari sana setelah selesai mengecek keadaan.


"Hurrfff" pria gemulai itu menghela nafas panjang setelah Danial pergi dari sana, lalu dia melanjutkan pekerjaannya.


Danial melangkah ke tempat duduknya, dan di saat orang-orang yang ada di sana melihat Danial mereka langsung heboh.


Danial menjadi pusat perhatian di sana banyak kamera ponsel mengarah padanya.


Namun tak lama krasak krasuk orang-orang mulai terdengar di belakang Danial. Orang-orang yang awalnya mengerubungi Danial mulai berpindah di saat seorang perempuan bercadar melangkah turun dari lantai atas menuju lantai bawah di mana tempat acara Fashion show berlangsung.


Di belakang perempuan cantik bercadar itu nampak seorang pria yang tak kalah tampan datang bersamanya.


Danial menoleh ke tempat kerumunan itu, dia membeku di tempat saat melihat orang itu.


Dia sangat mengenali siapa perempuan itu tatapan rindu sekaligus benci nampak di mata Danial.


"Bos perempuan itu" ucap Dani.


Perempuan itu melangkah sambil tersenyum ramah ke semua orang lalu dia duduk di tempat yang sudah di sediakan untuknya.


"Ini tempat anda nona Fareeha" ucap seorang staff yang membantunya mencari tempat duduknya.


"Terima kasih" ucap perempuan itu setelah itu perempuan bernama Fareeha duduk di tempatnya, pria yang bersama perempuan itu juga duduk di sampingnya.


Danial dan Dani pun juga duduk di sebrang, tepat di depan perempuan cantik itu.


Walaupun wajahnya tertutup oleh cadar tapi bisa orang-orang tebak betapa cantiknya wajah di balik cadar itu.


Danial terus menatap perempuan di seberangnya itu dengan tatapan tajam.


Perempuan itu nampak berbincang dengan pria di sampingnya.


Danial yang melihat perempuan itu tersenyum bersama pria di sampingnya, seketika membuat Danial panas dingin.


"Reeha" panggil pria di sampingnya.


"Emm?" tanya perempuan bernama Reeha sambil menoleh ke samping kirinya.


"Kamu kenal pria di sebrang sana?" tanya pria itu.


"Yang mana kak?" tanya Reeha.


"Di sana" tunjuknya dengan dagunya.


Perempuan yang di panggil Reeha itu menatap ke depan tepat di sebrang sana.


Deg


Perempuan itu terkejut dia menelan salivanya dengan susah payah.


"Kenapa dia ada di sini?" tanyanya dalam hati .

__ADS_1


"Kamu kenal?" tanya pria itu.


"Tidak, aku tidak kenal" jawabnya sambil tersenyum ke arah pria di sampingnya yang tak lain adalah kakak sepupunya.


"Mungkin dia tertarik pada mu Reeha" ucap pria itu sambil terkekeh pelan.


"Mungkin saja" jawab Reeha asal sambil tersenyum.


"Ternyata sekarang dia sudah bisa melihat" ucap perempuan itu dalam hati.


Beberapa menit kemudian acara pun di mulai.


Lampu di sana di matikan dan satu-persatu model mulai berlenggak lenggok di atas panggung Catwalk.



...(Ilustrasi panggung Catwalk)...


Reeha mengeluarkan ponselnya untuk merekam, sedangkan Danial tak bisa fokus dengan peragaan busananya.


Dia terus menatap perempuan di seberangnya dengan tatapan tajam. Sesekali Reeha mencuri pandang ke arah Danial.


30 menit kemudian.


Model mulai keluar bersamaan, menandakan acara akan segera berakhir. Dan di saat itulah Danial melangkah pergi dari sana di ikuti Dani.


"Kemana dia pergi? barusan dia masih ada" tanya Reeha dalam hati saat tidak melihat Danial.


Dia celingak-celinguk mencari keberadaan Danial dan asistennya Dani.


"Kamu cari siapa Reha?" tanya Dzafir kakak sepupunya.


"Apa? ah tidak" ucap Reeha sambil tersenyum.


Beberapa menit kemudian acara sudah selesai Reeha dan pria di sampingnya itu keluar dari tempat Fashion show.


"Kak, aku mau ke toilet dulu ya" ucap Reeha pada pria itu.


"Perlu ku antar?" tanya Dzafir.


"Tidak usah, aku bisa pergi sendiri" tolak Reeha.


"Baiklah, aku tunggu di pintu masuk tadi" ucap Dzafir, kakak sepupu Reha.


"Iya"


Perempuan bercadar itu pergi menuju toilet,


Reeha sedang memeriksa tas jinjingnya sambil melangkah ke arah toilet.


Tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan membawanya ke sebuah pintu tempat tangga darurat.


"Hmmmppppp to...mmmmppptt" Reeha memberontak.


Orang yang membekap mulut itu mengapit tubuh Reeha di antara tembok dan tubuhnya. Kemudian orang itu melepas bekapannya di mulut Reeha.


"Tolo.... Mmmpppttt"


Orang itu kembali membekap mulut Reeha karena dia berteriak minta tolong.


"Diam! jangan berteriak!" ucap orang itu dengan nada mengancam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2