Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Di Usir


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Selamat pagi" ucap Danial, lalu dia mengecup pipi Dina yang sedang duduk di meja makan sambil memakan roti bakarnya.


Dina langsung membulatkan matanya saat Danial tiba-tiba datang dan mengecup pipinya.


Dari arah dapur, bik Dila nampak tersenyum melihat kemesraan mereka. Setelah itu dia pergi dari sana menuju halam belakang.


Bik Dila tidak mau mengganggu kemesraan mereka.


Danial terkekeh melihat istrinya yang terkejut, lalu dia duduk di samping Dina.


"Bagaimana perasaan mu pagi ini sayang?" tanya Danial sambil mengoles selai coklat di roti bakarnya.


"Buruk" jawab Dina sambil kembali mengunyah roti bakarnya.


"Kenapa?" tanya Danial yang sambil menatap wajah Dina.


"Karena pipi saya di comot pria tua" ucap Dina dengan asal.


"Ya ampun aku kira apa" ucap Danial sambil tertawa, tadinya dia pikir Dina kenapa. Tapi ternyata istrinya itu kesal karena mendapat kecupan darinya.


"Tidak perlu gengsi, kamu suka kan?" ucap Danial menggoda Dina.


"Tidak" jawab Dina cuek.


"Tapi wajah mu merona" ucap Danial sambil menunjuk wajah Dina yang nampak merona.


"Itu karena saya kesal" jawab Dina.


"Dasar gengsian" ucap Danial lalu memakan roti bakarnya.


"Karena anda sudah sembuh sebaiknya anda segera angkat kaki dari rumah ini" ucap Dina mengusir Danial.


Danial berhenti mengunyah dan langsung menatap Dina.


"Sayang..." keluh Danial.


Dina menoleh ke sampingnya dan menatap Danial.


"Angkat kaki atau saya yang pergi" ancam Dina.


"Hahhhh... Sayang tidak bisakah aku tinggal di sini beberapa hari lagi?" Danial mencoba mendapat belas kasih dari istrinya.


Dina tak menjawab, dia beranjak dari tempatnya kemudian naik ke lantai atas setelah selesai sarapan.


Danial hanya bisa menatap punggung Dina.


Malam harinya.


Dina melangkah ke arah kamarnya yang beberapa hari ini di tempati Danial. Sebenarnya selama beberapa hari ini Dina tidur di kamar tamu dan Danial tidur di kamarnya.


Kenapa begitu? karena saat pertama kali datang ke rumah Dina, Danial memaksa tidur di kamar yang sama dengan Dina.


Tapi karena Dina tak mau jadi dia memilih keluar dari kamarnya dan membiarkan Danial tidur di sana.


Dina hendak mengambil sesuatu di kamarnya.


Ceklek


Dina masuk ke dalam kamarnya yang sekarang di tempati Danial.


Dina tidak tahu kalau Danial baru selesai mandi dan hanya menggunakan handuknya di bawah pinggang.


Saat ini dia tengah mengeringkan rambutnya di depan meja rias yang terletak tak jauh dari pintu kamar.


"Ah maaf" ucap Dina hendak keluar dari kamar.

__ADS_1


Danial melangkah dengan cepat dan segera menutup pintu kamar untuk mencegah Dina keluar dari kamar itu dan mengukungnya di antara tubuhnya dan pintu.


"A...apa yang anda lakukan?" tanya Dina gugup. Dia bahkan tak sanggup untuk menatap wajah Danial.


"Kenapa? bukankah kamu sudah sering melihat tubuh ku. Kenapa sekarang kamu gugup begitu?" tanya Danial, tangan kanannya dia tempelkan di pintu di samping kepala Dina.


"Si...Siapa yang gugup" elak Dina.


Danial terkekeh.


"Sayang apa kamu tidak merindukan ku hmmm?"


"Untuk apa saya merindukan anda?" tanya Dina sambil menatap wajah Danial.


"Ya siapa tahu kamu rindu belaian ku"


"Tck tidak" ucap Dina sambil membuang muka.


"Yakin?" tanya Danial sambil membelai wajah Dina.


"Ya" jawab Dina sambil menyingkirkan tangan Danial dari wajahnya.


"Baiklah" Danial melepaskan kukungannya.


Dina langsung menuju lemarinya.


"Cari apa?" tanya Danial sambil melangkah ke arah Dina yang tengah mencari sesuatu di lemarinya.


"Bukan urusan anda" ketus Dina.


"Hahh kenapa kamu ketus sekali sih, aku suami mu sayang" ucap Danial sambil memeluk Dina dari belakang.


"Lepaskan!" ucap Dina, tangannya masih mencari sesuatu di dalam lemarinya.


"Tidak mau" tolak Danial dan langsung menggendong tubuh istrinya ke ranjang.


"Ahhhh!" teriak Di saat Danial melemparkan dirinya di ranjang.


"Apa mau anda, menyingkir sekarang juga!"


Cup


Dina melototkan kedua bola matanya.


Danial terkekeh setelah melihat reaksi Dina yang mendapat kecupan dari dirinya di bibirnya.


Danial hendak mengecup bibir Dina kembali tapi dengan cepat tangan Dina menahan wajah Danial dengan telapak tangannya.


"Sayang..." keluh Danial.


"Menyingkir sekarang juga" ucap Dina dengan wajah datarnya.


Danial menyingkirkan tangan istrinya dari wajahnya.


"Tidur dengan ku malam ini ya" ucap Danial sambil menatap wajah Dina.


"Apa?!" pekik Dina terkejut.


"Malam ini tidurlah dengan ku" ucap Danial mengulang perkataannya.


"Tidak!" tolak Dina dengan wajahnya yang merona.


"Hanya tidur biasa tidak melakukan apapun kok" ucap Danial saat melihat wajah istrinya yang nampak merah.


"Tidak mau!"


"Kalau begitu aku akan tanya baby" ucap Danial lalu dia turun ke perut Dina

__ADS_1


Cup


Danial mengecup perut Dina.


"Baby bolehkan papa tidur dengan mama?" tanya Danial pada janin di perut Dina.


"Boleh" ucap Danial dengan suara yang di buat seperti anak kecil.


Dina nampak menahan tawanya mendengar suara Danial dan Danial menangkap hal itu, dia pun tersenyum.


"Kata baby boleh" ucap Danial dan langsung merebahkan tubuhnya dan memeluk Dina.


"Lepas Mr. Danial" ucap Dina mencoba menyingkirkan tangan Danial yang memeluknya.


"Baby sudah mengijinkan kok"


"Mana ada itu suara anda"


"Sama saja" ucap Danial lalu menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua .


"Tidurlah" ucap Danial


"Pakai baju dulu" ucap Dina.


Danial diam tak menjawab dia semakin memeluk Dina dengan erat, wajahnya dia letakkan di ceruk leher Dina.


Dina hanya bisa diam tak berkutik, tak lama kemudian dia pun tertidur.


Setelah mendengar deru nafas Dina yang teratur Danial membuka kelopak matanya, sebenarnya dia belum tidur.


Danial mengangkat kepalanya untuk mengecek istrinya sudah tidur atau tidak.


Danial tersenyum melihat Dina tidur dengan nyenyak, dia mengecup kening Dina kemudian perlahan melepaskan pelukannya dan turun dari ranjang dengan perlahan.


Dia mengambil baju tidurnya kemudian memakainya.


Dina nampak tidur tak tenang, tangannya seperti sedang mencari sesuatu untuk dia peluk.


Danial yang melihat hal itu segera naik kembali ke atas ranjang dan memeluk Dina. Dina pun kembali tidur dengan nyenyak.


Keesokan harinya.


Danial yang menunggu Dina di meja makan terkejut saat melihat Dina membawa kopernya dari lantai atas.


Danial langsung berdiri dan menghampiri istrinya.


"Sayang ada apa ini?" tanya Danial.


"Sudah saatnya anda pulang, bukan?"


Danial tercengang.


"Mr. Danial ini koper anda, setelah sarapan segeralah pulang oke" ucap Dina dengan sangat lembut.


"Sayang kamu mengusir ku?" keluh Danial.


"Ya, saya mengusir anda" ucap Dina.


"Sayang..." keluh Danial.


"Anda harus pulang, anda terlalu lama meninggalkan rumah" ucap Dina, dia khawatir pada si kembar karena sudah lama di tinggal Danial.


Tapi Dina tak mengatakan kekhawatirannya pada Danial.


Mau tak mau Danial pun harus pulang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2