
1 bulan kemudian
Di minggu pagi.
"Huekk hueekk"
Danial yang masih tidur nyenyak di ranjangnya pun terbangun saat mendengar suara seseorang tengah muntah-muntah.
Dengan keadaan setengah sadar Danial melangkah ke kamar mandi.
"Dina kamu kenapa?"
"Hueekkk"
Danial memegang rambut Dina dan mengusap punggung Dina.
"Hueekkk"
Beberapa menit kemudian
"Sudah lebih baik?" tanya Danial
Dina menganggukkan kepalanya dengan lemas.
"Kamu kenapa?" tanya Danial
Dina menggelengkan kepalanya.
Mereka keluar dari kamar mandi, Dina duduk di sofa sedangkan Danial pergi ke dapur untuk mengambil air hangat.
Tak lama Danial kembali dengan segelas air hangat di tangannya.
"Minumlah" ucap Danial memberikan air pada Dina
Dina meminum air hangat yang di berikan Danial.
"Apa kamu hamil?" tanya Danial tiba-tiba
Byurrr
Dina menyemburkan air yang sedang dia minum.
"Uhukkk uhukkk"
Danial menepuk-nepuk pelan punggung Dina.
"Pelan-pelan dong" ucap Danial
"Uhuukkk uhukkk ini gara-gara anda" ucap Dina menyalahkan Danial
"Loh kok aku sih? aku kan cuma tanya" ucap Danial
"Kita periksa ke rumah sakit saja ya.." bujuk Danial
Dina menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Danial
"Asam lambung saya kumat, bukannya saya hamil"
"Benarkah?" tanya Danial
"Iya, kemarin kan saya makan makanan pedas. Dan sekarang lambung saya sakit"
Pletak
Danial menyentil kening Dina.
"Au sakit!" keluh Danial
"Makanya kalau di bilangin sama suami itu nurut" omel Danial yang tanpa sadar menyebut kata suami.
Dina tak menjawab, dia hanya mengusap keningnya yang di sentil Danial dengan wajah cemberutnya.
"Lain kali kamu tidak boleh makan makanan pedas, paham?" ucap Danial
__ADS_1
"Iya iya cerewet banget sih" ucap Dina dengan cemberut
"Oh iya kapan kamu hamil?" tanya Danial sambil duduk di sebelah Dina.
"Kok malah tanya saya" ucap Dina
"Perasaan setiap hari kita garap lahan deh, kecuali kamu sedang datang bulan" ucap Danil
"Mana saya tahu" jawab Dina
"Nanti kita cek ke dokter ya" ucap Danial
"Iya terserah anda saja" jawab Dina lalu dia nampak sedang memikirkan sesuatu.
"Datang bulan? benar kapan terakhir kali aku datang bulan ya?" tanya Dina dalam hati, dia mencoba mengingat-ingat.
Danial melirik ke arah Dina.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Danial
"Tidak, bukan apa-apa" ucap Dina sambil tersenyum
"Jangan terlalu stres, kita masih punya banyak waktu" ucap Danial sambil mengusap lembut kepala Dina.
Dina menoleh ke arah Danial kemudian dia mengangguk.
"Saya mau mandi dulu, setelah itu saya akan memasak"
"Kita pergi makan di luar saja ya, mumpung hari minggu" ajak Danial
"Bisakah kita di rumah saja, saya sedang tidak mood pergi keluar" pinta Dina
"Ohh baiklah"
"Terima kasih"
Danial menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
Skip selesai mandi
Dina berlari ke arah wastafel yang ada di dapur.
"Hueekkk hueekkk"
Danial yang sedang melangkah menuruni anak tangga pun segera menghampiri Dina yang tengah muntah-muntah.
Danial kembali mengusap punggung Dina.
"Sepertinya kamu beneran hamil deh, sejak pagi kamu muntah-muntah terus" ucap Danial
"Hueekk hueekkk"
Dina tak menanggapi ucapan Danial karena dia sibuk muntah.
Setelah selesai Dina membasuh mulutnya, tubuhnya benar-benar lemas dan Dina pun jatuh pingsan.
Dengan sigap Danial menahan tubuh Dina.
"Dina Dina" panggil Danial sambil menepuk pipi Dina pelan
Danial segera menggendong tubuh Dina menuju kamarnya, sesampainya di kamar Danial menurunkan Dina perlahan.
Lalu dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Tak lama kemudian dokter pun datang, dokter memeriksa keadaan Dina.
Beberapa saat kemudian.
"Bagaimana keadaannya, Dara?" tanya Danial
"Selamat tuan Danial, kemungkinan besar istri anda hamil" ucap Dara sambil tersenyum
Danial membulatkan matanya.
"Be...benarkah?" tanya Danial terkejut, padahal apa yang dia ucapkan tadi tidak serius tapi ternyata Dina sungguh hamil.
"Emm, walaupun tidak terlalu jelas karena masih awal tapi aku sangat yakin kalau istri mu ini sedang hamil" ucap Dara
__ADS_1
"Apakah tadi pagi dia juga mual-mual?" tanya Dara
"Ya, sejak tadi dia mual-mual dan terakhir dia muntah di dapur kemudian pingsan" ucap Danial
"Apa kamu tahu kapan terakhir dia datang bulan?" tanya Dara
"Datang bulan?" tanya Dara
"Kalau itu aku tidak ingat, tapi seingat ku sudah agak lama sekitar 1 bulan yang lalu" ucap Danial.
Samar-samar dia ingat karena saat itu Dina pernah bilang kalau dirinya tengah datang bulan alhasil Danial tidak jadi berpacu dengan Dina.
"Ya sudah nanti biar lebih pasti setelah dia bangun kita lakukan tes kehamilan. Dan kamu bisa membawa istri mu ke rumah sakit untuk di periksa jika ingin memastikan usia kandungannya"
"Baik" jawab Danial sambil mengangguk
Tak lama kemudian Dina mulai sadar, perlahan dia membuka kelopak matanya. Danial segera naik ke atas ranjang dan duduk di samping Dina saat melihat Dina mulai sadar.
Dina agak terkejut saat melihat seorang perempuan yang duduk di dekatnya sambil tersenyum padanya.
"Halo Dina bagaimana keadaan mu?" tanya Dara, tadi dia bertanya nama Dina pada Danial.
"Sudah baikan, anda siapa?" tanya Dina
Dokter cantik itu tersenyum "Aku dokter yang memeriksa mu, sekaligus teman suami mu" ucap Dara sambil menunjuk ke arah Danial yang duduk di sebelah kiri Dina.
Dina menoleh ke arah Danial, Danial pun menyambutnya dengan senyuman.
"Bagaimana kalau sekarang kita lakukan tes, karena kamu sudah sadar sebaiknya kita lakukan tesnya sekarang" ucap Dara
"Tes? tes apa?" tanya Dina bingung
"Tes kehamilan" jawab Dara
"A...apa?!" tanya Dina terkejut
"Sepertinya istri mu sangat terkejut Danial" ucap Dara sambil terkekeh
Dina hendak bangun, Danial membantu Dina duduk dan menyandar di Headboard.
"Selamat nona Dina anda hamil, dan untuk lebih pastinya kita lakukan tes kehamilan" ucap Dara dalam mode dokternya
"Ha...hamil?" Dina benar-benar terkejut
Danial menggenggam erat telapak tangan Dina, Dina menoleh ke arah Danial.
"Maaf saya hanya terkejut saja" ucap Dina sambil tersenyum ke arah dokter cantik itu.
"Karena tadi pagi saya tidak percaya dengan apa ya di katakan..." Dina menjeda sedetik kalimatnya
"Mas Danial" lanjut Dina sambil tersenyum
Danial menahan senyumnya
"Memangnya Danial bilang apa?" tanya Dara
"Tadi pagi aku bilang kalau istri ku ini hamil tapi dia tidak percaya dan bilang asam lambungnya kumat" jawab Danial
Dara terkekeh
"Ya sudah sekarang kita tes ya" ucap Dara
Dina menganggukkan kepalanya.
Dara mengambil alat tes kehamilan di tasnya sedangkan Danial membantu Dina turun dari ranjang. Danial langsung menggendong Dina setelah melihat kaki Dina yang masih lemas.
"Turunkan saya, saya bisa berjalan sendiri" bisik Dina
"Bisa jalan sendiri dari mananya? barusan kamu hampir saja jatuh" bisik Danial
Sepasang suami istri itu tengah berdebat seperti biasanya, tapi tidak di mata Dara. Dokter cantik itu malah melihat mereka sedang bermesraan di depannya. Nampak sangat romantis, pikir Dara.
.
.
__ADS_1
.