Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Sengaja Menjebak Reeha


__ADS_3

"Apa maksud mu?" tanya Dani yang sejak tadi berdiri di samping Danial.


.


.


.


"Ta...tadi aku mencarinya, ta...tapi tidak ada jadi aku pikir dia sudah kembali ke pengi...napan" jawab Della terbata-bata.


Danial langsung menghempaskan Della ke lantai.


"Bodoh!! kau pergi bersamanya seharusnya kau juga harus kembali bersamanya!!" bentak Danial.


Danial menarik rambut Della dengan penuh amarah.


"Katakan dimana kau meninggalkannya?" tanya Danial penuh penekanan.


"Aku tidak tahu" ucap Della meringis kesakitan.


"Bagaimana kamu bisa tidak tahu!!! kau yang mengajaknya!! dan untuk apa kau kesana jika sudah tahu bahaya!!" amuk Danial.


"Aku mencari kalung ku, kalung ku hilang. Aku berniat mencarinya sendiri tapi dia memaksa mencarinya bersama ku" ucap Della kesakitan.


"Bohong!" teriak seseorang.


Semua orang menoleh ke arah orang itu.


"Lihatlah ini" ucap Dara yang baru muncul di sana.


Dara memegang sebuah kalung, kalung yang di maksud Della.


"Ini yang kau cari kan?" tanya Dara sambil melangkah ke depan.


"Iya itu kalung ku. Dimana kamu menemukannya" tanya Della sambil menahan sakit di kepalanya karena jambakan Danial.


Dara menarik sudut bibirnya.


"Benda ini tersimpan rapi di kotak perhiasan mu, kau sengaja menjebak Reeha bukan? kau sengaja bilang kalung mu hilang dan meninggalkan Reeha sendirian di dalam hutan itu" tuduh Dara.


"Tidak jangan asal menuduh arghh!!"


Danial menarik kencang rambut Della.


"Danial sebaiknya cepat cari dia, aku yakin ****** ini sengaja menjebaknya" ucap Dara.


Danial menghempaskan lagi Della ke lantai.


"Jika sampai terjadi sesuatu pada Reeha kau akan tahu akibatnya" ancam Danial.


"Mr anda tidak bisa pergi badai akan segera datang" ucap pria penjaga .


"Jadi aku harus membiarkan istri ku di luar sana?!!" teriak Danial begitu lantang sambil menunjuk ke luar.


Lalu dia langsung pergi di ikuti Dani.


Pria penjaga itu nampak terkejut, ternyata perempuan itu adalah istri Danial. Dia tidak tahu? bahwa perempuan itu adalah istri bos.


Bahkan semua orang yang ada di sana ikut terkejut saat mengetahui bahwa Dina adalah istri bos mereka termasuk Della.


Dan kecuali Dara dan Dani mereka sama sekali tidak terkejut.


"Panggil tim SAR" ucap Danial sambil menuruni anak tangga di luar.


"Baik" jawab Dani


Di dalam penginapan.


"Istri" ucap Della sambil terkekeh.


"Ternyata dia istrinya?" ucap Della tertawa seperti orang gila.


Dara menatap nyalang perempuan yang masih duduk di lantai itu.

__ADS_1


"Lalu kenapa dia berbohong pada ku dan bilang tidak ada hubungan apa-apa" ucap Della.


"Perempuan ini sudah gila" ucap Miss Dylan sambil bergidik menatap Della.


Dara melangkah ke hadapan Della dan langsung mencengkeram kuat dagu Della.


"Jika sampai terjadi sesuatu padanya, kamu akan habis di tangan Danial" ucap Dara penuh penekanan.


"Ha ha ha apa peduli ku, jika dia mati maka aku akan menggantikan posisinya!" teriak Della sambil tertawa seperti orang gila.


Plakkk


Dara menampar perempuan itu. Dia sangat geram.


"Dasar perempuan gila!! buka mata mu lebar-lebar. Danial tak akan pernah melirik mu sedikit pun! kamu hanya sampah di matanya!" ucap Dara penuh amarah.


"Ha ha ha"


Dara benar-benar geram dia hendak memukuli perempuan gila di hadapannya itu. Tapi orang-orang langsung menahannya.


Bukan karena membela Della tapi mereka khawatir pada Dara yang sedang hamil.


"Nona Dara tahan emosi anda, ingat anda sedang hamil" ucap Miss Dylan sambil menahan tubuh Dara di bantu beberapa model.


"Lepas aku akan menghajar perempuan gila itu!" teriak Dara memberontak.


"Tenanglah ingat kandungan anda" ucap Miss Dylan.


Dara berhenti memberontak, nafasnya menggebu-gebu.


"Cari tali dan ikat dia jangan sampai dia kabur atau pun menghabisi nyawa sendiri. Karena Reeha dan Danial lah yang berhak menghukumnya" ucap Dara penuh amarah.


"Baik"


Miss Dylan melepas tangannya dari Dara lalu dia melangkah dan mengikat tangan dan kaki Della setelah pria penjaga penginapan memberikan sebuah tali tambang.


Tanpa memberontak Della pun di ikat, dia hanya tertawa sejak tadi. Sungguh gila.


Sedangkan di luar sana badai pun mulai datang. Tim SAR kesulitan mencari Dina karena badai.


"Kau bisa kembali, aku akan mencari istri ku" ucap Danial.


"Tapi Danial..."


"Pergi!" bentak Danial.


"Tidak aku akan mencarinya bersama mu" ucap Dani.


"Pergi Dani, Dara sedang hamil"


"Danial!"


"Pergi dan tunggulah di sana, siapa tahu Dina sudah kembali"


"Kalau begitu kamu juga harus ikut"


"Tidak! aku akan mencari Dina sampai ketemu"


"Pergi!" Danial terus melangkah meninggalkan Dani yang terus memanggilnya.


Salju mulai lebat tapi tak melunturkan niat Danial. Dia terus mencari keberadaan istrinya.


"Dina! Dina! kamu dimana!"


"Dina! kamu dengar aku! Dina!"


"Dina dimana kamu sayang!"


"Kau dimana Dina jangan tinggalkan aku" ucap Danial dengan air mata yang sudah mengalir.


"Dina!"


Dari kejauhan Dina mendengar suara seseorang.

__ADS_1


"Aku di sini" ucap Dina menggigil.


"Dina!!" Danial mengarahkan senter yang dia bawa ke sekeliling.


"Dina!! jawab aku!!"


"Mas..." lirih Dina.


Salju semakin lebat membuat jarak pandang Danial terhambat.


Dengan sisa tenaganya Dina meraih ponselnya yang tergeletak agak jauh dari dirinya setelah berhasil meraih ponselnya.


Dina menghidupkan senter di ponselnya lalu mengarahkan ke asal suara.


Danial melihat sesuatu yang bersinar.


"Dina kaukah itu?!!"


Dina semakin menggerakkan ponselnya.


Danial langsung berlari ke arah di mana Dina berada.


"Dina Dina" panggil Danial setelah menemukan Dina.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Danial sambil menangkup wajah Dina.


Dina mengangguk pelan.


Danial langsung memeluk Dina "Syukurlah aku menemukan mu" ucap Danial sambil menangis.


Danial segera melepaskan pelukannya 


"Ayo kita kembali" ucap Danial sambil memapah Dina.


Beberapa menit kemudian.


Dina melihat ke sekelilingnya.


"Sepertinya kita sudah lewat sini" ucap Dina.


Danial berhenti melangkah lalu dia melihat ke sekeliling.


"Sepertinya benar, kita tersesat"


"Bagaimana ini" ucap Dina sambil mencengkram Padding yang di gunakan Danial.


Jangan takut aku ada di sini" ucap Danial menenangkan Dina.


Dina menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita ambil arah lain" ucap Danial, kemudian Danial melangkah sambil memapah tubuh Dina.


Beberapa menit berlalu, langkah kaki Dina semakin lemah.


"Bertahanlah sayang" ucap Danial sambil menatap wajah Dina.


"Saya sudah tidak kuat, sebaiknya anda pulang saja tinggalkan saya di sini"


"Tidak! aku tidak akan kembali tanpa mu"


"Si kembar menunggu anda di rumah sebaiknya anda kembali jika tidak kita akan ma..."


"Sutttt tidak akan terjadi apapun pada kita"


"Mr. Danial tolong mengertilah"


"Kamu yang harus mengerti Dina! aku tidak akan kembali tanpa mu"


Danial melihat ke sekeliling lalu netranya melihat sesuatu di kejauhan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2