
1 jam kemudian
.
.
.
"Darling kesini deh" panggil Danial pada Dina yang sibuk menyalakan api unggun karena hari mulai gelap.
"Kenapa?" tanya Dina sambil melangkah mendekati Danial.
"Ada sesuatu yang besar di dalam sini" ucap Danial perlahan mendekat ke dalam tenda
Dina pun ikut mendekat karena penasaran.
Tubuh Danial sudah setengah masuk ke dalam tenda.
"Ada apa di dalam sana?" tanya Dina sangat penasaran.
Danial menyeringai dan dengan cepat tangan kirinya menarik pinggang Dina masuk ke dalam tenda.
"Arghh..!" Dina terkejut, dan jatuh di atas tubuh Danial.
Beruntung di dalam tenda itu ada air bed yang sengaja di pasang Danial.
"Apa yang mas lakukan!" ucap Dina sambil memukul bahu Danial.
"Aw sakit Darling" risngis Danial
"Mas sih bikin kaget aja, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada baby?" omel Dina
"Maaf, baby baik-baik saja kan?" tanya Danial sambil mengusap perut Dina.
"Emm" jawab Dina sambil mengangguk
"Aku ingin mencium mu" ucap Danial tiba-tiba
Dina membulatkan matanya dan hendak kabur, tapi Danial lebih cepat darinya. Danial membalik tubuh mereka dan mengukung tubuh Dina.
"Sepertinya ber cinta di sini akan seru" bisik Danial
"Mas jangan ngaco ya" ucap Dina memperingati Danial.
"Mau ya" rayu Danial
"Sekali aja" lanjut Danial
"Enggak!" jawab Dina
"Ayolah darling, udah bangun nih" ucap Danial sambil menekan tubuh bawahnya ke paha Dina.
"Salah sendiri" ucap Dina ketus
"Mau ya" bisik Danial mencoba menggoda Dina.
"Kalau ada yang memergoki kita gimana?" tanya Dina takut
"Tidak akan, tempat ini masih masuk kawasan perusahaan ku" jawab Danial
"Apa? jadi tempa ini milik mas Danial?" tanya Dina tak percaya.
"Emm bisa di bilang begitu" jawab Danial sambil mengangguk.
"Mau ya" rayu Danial
"Tapi..."
"Suuttt..." Danial meletakkan jari telunjuknya di bibir Dina.
Danial menarik resleting tenda mereka.
"Sudah di tutup" ucap Danial
"Mas jangan di sini ya" bujuk Dina
"No Darling, aku ingin coba ber cinta dengan mu di sini"
"Dasar tuan muda mesum" ucap Dina sambil mencebikkan bibirnya.
"Ha ha ha" bukannya marah Danial justru tertawa.
"Bersiaplah baby, papa akan mengunjungi mu" bisik Danial di depan perut Dina.
Tak lama kemudian
__ADS_1
"Ahhh!"
1 jam kemudian
Dina terkapar lemas di pelukan Danial
"Mas" panggil Dina dengan nada suara lemas
"Hmmm?" jawab Danial sambil menatap ke arah Dina.
"Pulang yuk" ajak Dina
"Memangnya gak capek?" tanya Danial sambil menatap wajah Dina yang ada di pelukannya.
"Capek" ucap Dina manja
"Ya sudah pulang nanti saja" jawab Danial
Dina menggelengkan kepalanya.
"Mau mandi mas, harus shalat juga"
"Ya sudah, kita beresin barang-barang dulu ya" ucap Danial
Dina menganggukkan kepalanya. Danial bangun kemudian memakai kembali pakaiannya sedangkan Dina masih tiduran.
"Kalau capek istirahat saja, biar aku yang bereskan" ucap Danial pada Dina
Dina menganggukkan kepalanya.
Danial keluar dari tenda setelah memakai kembali pakaiannya. Setelah Danial keluar Dina bangun dan memakai pakaiannya.
"Dasar tuan muda mesum, dia ajak aku kesini cuma akal-akalannya saja" gerutu Dina sambil memakai kembali pakaiannya.
Tak lama kemudian Dina keluar dari tenda dan membantu Danial membereskan barang-barang.
"Kalau capek duduk saja, biar aku yang bereskan" ucap Danial saat melihat Dina keluar dari tenda.
"Tidak apa-apa, biar lebih cepat" ucap Dina
30 menit kemudian semua barang-barang sudah di kemas, mereka sudah siap untuk pulang.
Namun tak lama gerimis pun mulai turun.
"Mas hujan" ucap Dina
Hujan pun bertambah deras.
"Mas tunggu" ucap Dina saat ada sesuatu yang jatuh dari dalam keranjang pikniknya.
Danial berhenti dan menoleh ke belakang. Setelah memungut barangnya Dina menghampiri Danial sambil melangkah agak cepat, dia berada dua langkah di belakang Danial.
"Hati-hati" ucap Danial, lalu dia menggandeng lengan Dina dan mereka berjalan agak cepat menuju mobil.
"Duh kenapa jauh sekali mobilnya" gerutu Dina
Danial hanya tersenyum mendengar gerutuan Dina.
Tak lama kemudian mereka sudah tiba di mobil dengan buru-buru mereka masuk ke dalam mobil.
Brakk
Pintu mobil di tutup bersamaan. Danial meletakkan barang-barangnya di kursi tengah.
"Sini keranjangnya" ucap Danial pada Dina.
Dina memberikan keranjang pikniknya pada Danial.
Mereka berdua basah kuyup, Danial mengambil sebuah handuk di dalam laci dashboard yang ada di depan Dina.
Handuk itu memang selalu ada di dalan sana untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu seperti sekarang.
"Ini seka tubuh mu" ucap Danial sambil memberikan handuk itu pada Dina
"Mas Danial gimana?" tanya Dina sambil menoleh ke arah Danial.
"Aku tidak apa-apa, kamu duluan saja" jawab Danial
Dina menganggukkan kepalanya. Danial menghidupkan penghangat di mobilnya.
"Masih dingin?" tanya Danial
Dina menggelengkan kepalanya pelan.
"Ini mas, seka tubuh mu di bagian sini masih kering" ucap Dina sambil memberikan handuknya pada Danial.
__ADS_1
Danial mengambil handuk dari tangan Dina, lalu menyeka rambut dan tubuhnya. Setelah itu dia melempar ke belakang handuk setengah basah itu.
"Hujannya deras sekali" ucap Dina sambil menatap hujan yang turun dengan deras.
Drttt drttt
"Halo" ucap Danial
"Kalian di mana?"
"Kami di taman nek, hujan deras sekali" ucap Danial
"Disini juga, kalian jangan pulang ke mansion, bahaya hujannya deras"
"Lalu bagaimana nek?" tanya Danial
"Kalian ke vila saja, jaraknya lebih dekat tapi tetap hati-hati"
"Baik nek" jawab Danial
"Dina bagaimana?" tanya Nenek Dharma
Danial menoleh ke arah Dina dengan ponsel masih di telinganya.
"Dina baik-baik saja nek" ucap Danial dan di angguki oleh Dina.
"Syukurlah, Nenek akan hubungin pengurus vilanya"
"Iya nek terima kasih"
"Ya sudah nenek tutup dulu"
"Iya nek"
Tutt tutt
"Kenapa mas?"
"Nenek melarang kita pulang sekarang, bahaya karena hujannya deras"
"Lalu bagaimana?" tanya Dina
"Kita ke vila saja ya, vila nenek tak jauh dari sini" ucap Danial
Dina menganggukkan kepalanya.
Danial mengemudikan mobilnya perlahan meninggalkan parkiran taman menuju Vila nenek Dharma.
10 menit kemudian mereka tiba dengan selamat di vila. Nampak seorang pria berumur 55 tahun tengah berdiri di depan vila dengan payung di tangannya.
Setelah melihat mobil Danial terparkir pria itu melangkah mendekati mobil Danial.
Tok tok
Pria itu mengetuk kaca mobil Danial.
"Eh pak Deden" Danial membuka pintu mobilnya dan dengan sigap pria yang di panggil pak Deden itu membuka payung untuk Danial.
"Den ini payungnya" ucap pak Deden
"Terima kasih pak" ucap Danial sambil menerima payung dari pak Deden
"Sama-sama Den"
"Jangan turun dulu" ucap Danial pada Dina.
Dina menganggukkan kepalanya.
Danial turun dari mobil dan melangkah ke pintu sebelah. Danial membuka pintu mobil sebelah.
"Ayo turun" ucap Danial pada Dina
"Iya"
Dina turun dari mobil lalu mereka melangkah ke dalam Vila bersama Danial yang memegang payung. Pak Deden mengikuti mereka dari belakang.
.
.
.
Like dan komen ya teman-teman 😊.
Jangan lupa subscribe juga, biar makin semangat updatenya, tinggalkan jejaknya ya... 😊❤.
__ADS_1
Baca juga novel aku yang lain ya... Thank You 😊💕