Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Anda Pikir Saya Gila


__ADS_3

"Tidak!" ketus Dina.


.


.


.


"Benarkah? lalu bagaimana kamu melepaskan dahaga mu selama 5 tahun ini? apa kamu menyentuh dirimu sendiri sambil membayangkan ku? aku sangat penasaran" ucap Danial.


"Tidak! anda pikir saya gila?" ucap Dina dengan mata melototnya.


"Bukankah itu wajar? itu bukan hal gila sayang" ucap Danial masih menatap lekat kedua mata indah Dina.


"Lepaskan saya!" teriak Dina memberontak.


Danial mencondongkan tubuhnya ke depan tepat di wajah Dina yang duduk di pangkuannya.


Dina reflek memundurkan tubuh atasnya saat melihat gerakan Danial.


"Aku sangat penasaran" ucap Dania.


"Tentang apa?!" tanya Dina ketus


"Bagaimana kamu bisa melewati lima tahun ini tanpa merindukan malam panas kita?" tanya Danial dia benar-benar penasaran akan hal itu.


Dina menoleh ke arah lain untuk menghindari tatapan mata dengan Danial. Danial menunduk dan terkekeh pelan melihat reaksi Dina.


"Sepertinya kamu melewati banyak kesulitan ya?" tanya Danial.


"Bukan urusan anda!" ketus Dina.


"Bagaimana kalau aku membayar semua malam yang kita lewatkan, kamu mau hmmm?" tanya Danial, tangannya masih menahan pinggang di agar tidak jatuh. Karena Dina masih mencondongkan tubuhnya ke belakang.


"Tidak mau!" ucap Dina ketus lalu hendak beranjak dari pangkuan Danial.


"Mau kemana sayang?" tanya Danial sambil menahan pinggang Dina.


"Saya harus kembali bekerja Mr. Danial!" ketus Dina.


"Beri aku kecupan dulu" ucap Danial sambil menatap wajah Dina.


"Jangan harap! anda minta saja pada kekasih anda!" ketus Dina.


"Kekasih yang mana?" tanya Danial menggoda Dina.


"Mr. Danial anda ini benar-benar tukang selingkuh. Kekasih anda tengah hamil tapi anda malah menggoda saya" hardik Dina.


Danial terkekeh.


"Kamu kan istri ku" ucap Danial.


"Tidak saya bukan istri anda, sana pulang dan minta belai kekasih anda!" ketus Dina.


"Kamu cemburu?" tanya Danial sambil terkekeh.


"Untuk apa saya cemburu, cepat singkirkan tangan anda dari tubuh saya" ucap Dina menatap tajam ke arah Danial.


Danial menekan punggung Dina, sekarang kedua wajah mereka menjadi sejajar. Danial menggigit cadar Dina kemudian menariknya.

__ADS_1


Dina yang menyadari hal itu langsung menahan cadarnya, tapi dengan cepat Danial menahan lengan Dina.


Tangannya sudah terlepas sejak tadi karena ikatan Dina pada tangannya mudah sekali di lepaskan.


Danial langsung menahan tengkuk leher Dina dan langsung ******* bibir Dina. Dina memberontak.


Danial melepaskan ciumannya karena melihat Dina sudah kehabisan pasokan oksigennya. Setelah itu Danial hendak mencium kembali bibir Dina.


Tapi dengan cepat Dina mengarahkan sebuah pensil tajam ke leher Danial, dia mengambil pensil itu dari saku jas lab yang dia pakai.


***Biasanya para desainer yang bekerja di brand-brand ternama akan menggunakan jas yang seperti di pakai di lab laboratorium***




...(Gambar di atas adalah proses pembuatan Dress milik brand ternama Di*r)...


"Wah wah sayang, apa kamu berniat membunuh suami mu sendiri?" tanya Danial dengan santainya sambil melirik sekilas pensil yang di todongkan Dina padanya.


"Jika tidak ketahuan orang-orang maka saya akan lakukan itu, siapa tahu semua harta anda jatuh ke tangan saya" ucap Dina menantang sambil menatap wajah Danial.


"Oh kalau kamu mau aku bisa mengalihkan semua harta ku atas nama mu" jawab Danial dengan santainya.


"Benarkah?" tanya Dina sambil menyeringai.


"Ya tapi kamu tidak boleh membunuh ku" ucap Danial.


"Kenapa? anda takut mati?" ejek Dina.


"Bukan begitu, kalau aku mati kamu akan jadi janda muda. Dan kalau aku mati siapa yang akan memuaskan mu nanti jadi kamu tidak perlu bersusah payah membunuh ku. Dengan senang hati aku akan memberikan semua harta ku pada mu" ucap Danial sambil menatap wajah Dina.


"Bagaiman kamu tertarik?" tanya Danial.


"Dengan senang hati aku akan mengalihkan semua harta ku sekarang juga asalkan..."


"Asalkan apa?" tanya Dina.


"Jadikan aku simpanan mu, kapan lagi aku bisa jadi simpanan wanita kaya raya" ucap Danial sambil menaik-turunkan kedua alisnya dan dengan senyuman tengil di wajahnya.


"Dasar gila!" umpat Dina.


Danial tertawa.


"Bagaimana? setuju tidak? kalau kamu setuju aku akan minta Dani mengurus semuanya" ucap Danial.


"Tidak! untuk apa harta anda, saya tidak mau. Apalagi menjadikan anda simpanan saya, lebih baik saya cari yang lebih tampan dan muda dari anda" jawab Dina sambil menyeringai.


"Apa?" tanya Danial.


"Saya akan cari pria yang lebih tampan dan muda dari anda" ucap Dina mengulang perkataannya.


"Tidak boleh" jawab Danial dengan cepat.


"Kenapa? kenapa saya tidak boleh punya pacar? kalau anda bisa kenapa saya tidak?" tanya Dina dengan wajah menantangnya.


"Sayang jangan coba-coba untuk melirik pria lain jika tidak..." ancam Danial, dia sangat cemburu saat mendengar Dina akan mencari pria yang lebih tampan dan muda darinya.


"Jika tidak apa? anda akan menceraikan saya? silahkan itu malah bagus" jawab Dina.

__ADS_1


"Dina!" bentak Danial.


"Apa!" bentak balik Dina.


"Jangan coba-coba melirik pria lain" peringat Danial.


"Lalu bagaimana dengan anda? anda bahkan membuat kekasih anda sampai hamil" ucap Dina dengan wajah kesalnya.


"Astaga ternyata kamu benar-benar cemburu ya" ejek Danial.


"Saya tidak cemburu" jawab Dina sambil turun dari pangkuan Danial.


Danial membiarkan istrinya itu turun dari pangkuannya.


"Tapi aku tidak percaya yang kamu katakan, apa susahnya bilang 'Mas aku cemburu cepat putuskan pacar mu itu sekarang juga' " ucap Danial sambil mengikuti cara bicara Dina yang manja.


"Jadi pria itu jangan pengecut, sebaiknya anda segera nikahi pacar anda sebelum kandungannya semakin besar. Tapi anda nikahi dia setelah saya mengurus perceraian kita" ucap Dina.


"Kenapa?" tanya Danial sambil menatap istrinya yang tengah berdiri di hadapannya.


"Karena saya tidak mau di madu" jawab Dina lalu dia pergi dari ruangan Danial sambil memakai kembali cadarnya.


Brakkk


Pintu ruangan di tutup agak kencang oleh Dina.


Setelah Dina pergi dari ruangannya Danial tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha ha seru sekali menggodanya" ucap Danial.


Sedangkan di luar sana, Dina melangkah dengan cepat. Dia sangat kesal pada Danial yang suka sekali mengambil kesempatan untuk menciuminya.


Dina kembali ke ruangannya.


"Miss Reeha ada apa? anda terlihat kesal" ucap Miss Dylan.


"Tanyakan saja pada bos anda" ucap Dina sambil melangkah untuk mengambil tasnya.


"Anda mau kemana?" tanya Miss Dylan.


"Pulang" jawab Dina.


"Loh bagaimana dengan pakaiannya?" tanya Miss Dylan.


Dina melangkah kemudian berdiri di depan Miss Dylan.


"Mr. Dylan, anda kan baik tampan dan tidak sombong. Tolong selesaikan pakaiannya ya... pleaseee..." ucap Dina sambil mengatupkan kedua tangannya memohon pada Dylan.


"Apa-apaan Miss Reeha, mana bisa begitu. Kita harus mengerjakannya bersama" tolak Miss Dylan.


"Ayolah saya mohon, nanti baju satunya biar saya yang kerjakan deh" rengek Dina.


"No" tolak Miss Dylan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2