
Nenek Dharma langsung naik ke kamar cucunya saat mendengar suara cicitnya yang menangis sangat kencang.
.
.
.
Nenek Dharma langsung mengangkat salah satu cicitnya lalu memberikannya pada Danial untuk di timang, kemudian menggendong cicit satunya.
"Di mana Dina, Danial?" tanya nenek Dharma sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Dina.
Danial terdiam dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.
"Danial kenapa kamu tidak menjawab dan kenapa kamu menangis? dimana istri mu Danial?" tanya nenek Dharma.
"Dia pergi nek" jawab Danial sambil memeluk putrinya yang berada di gendongannya.
"Pergi kemana? apa masih lama sampainya, si kembar sudah lapar"
"Dia pergi nek dan tak akan kembali" lirih Danial.
"Apa?!" ucap nenek terkejut.
"Apa maksud mu Danial!?" sentak nenek.
"Perjanjian kita sudah berakhir nek dan dia pergi"
"Perjanjian? perjanjian apa Danial?"
"Sebelum menikahinya aku memberikan dia uang nek, dan sebagai gantinya dia memberikan ku anak. Aku membuat surat kontrak dengannya, nek"
"Astaghfirullah Danial!" teriak nenek Dharma.
Nenek Dharma tahu bahwa Danial hanya memanfaatkan Dina untuk punya anak, tapi nenek Dharma tidak menyangka bahwa cucunya sampai harus membuat surat kontrak dan membayar Dina demi memberinya cicit.
Nenek Dharma kira mereka sudah saling mencintai. Tapi ternyata dia salah.
"Hiks hiks Kenapa dia meninggalkan kami nek? kenapa dia meninggalkan kami seperti ini? kalau pun dia ingin pergi seharusnya dia pergi saat bayi-bayi kita sudah agak besar, saat ini mereka masih butuh ibunya" ucap Danial sambil mendekap putrinya yang ada di gendongannya.
Nenek tak dapat mengatakan apapun, dia hanya bisa menangis melihat cucu dan cicitnya di tinggal pergi oleh wanita yang sangat mereka butuhkan saat ini.
"Bos ini susunya" ucap Dani yang berlari tergesa-gesa untuk mengantar susu.
Nenek menghampiri Dani dan meminta satu botol susu pada Dani.
__ADS_1
"Berikan susunya Dani"
Dani memberikan botol susu formula pada nenek.
Nenek segera memberikan susu itu pada cicit yang sedang dia gendong sedangkan Dani dia membantu Danial untuk memberikan susu pada bayi yang sedang Danial gendong.
Tangis kedua bayi malang itu pun terhenti dan dengan gerakan cepat bayi-bayi itu menyedot susu dari dalam botol.
Nenek tak sanggup melihat cicitnya yang menyusu lewat botol.
"Pelan-pelan sayang nenek tahu kamu lapar tapi pelan-pelan saja" ucap nenek Dharma, yang tak Mungkin di mengerti oleh bayi seumuran mereka.
Setelah beberapa saat botol susu itu kosong tak tersisa dan bayi-bayi mungil itu sudah terlelap karena sudah kenyang.
Beruntung mereka mau meminum susu formula walaupun itu adalah pertama kalinya mereka minum susu formula.
Dengan hati-hati nenek menidurkan cicitnya di atas ranjang Danial lalu dia mengambil bayi di gendongan Danial kemudian menidurkannya di sebelah saudaranya.
Danial mengusap dengan kasar air mata di kedua pipinya. Lalu dia beranjak dari tempatnya.
"Anda mau ke mana bos?" tanya Dani saat melihat Danial beranjak.
"Aku akan mencari istri ku, dia pasti masih ada di sekitar sini" ucap Danial.
"Tidak aku akan mencarinya sendiri"
"Tidak bisa bos, saya sangat yakin nona Dina sudah tidak ada di kota ini"
"Apa maksud mu Dani?" tanya Danial.
"Nona Dina sudah pergi 3 jam yang lalu" ucap Dani.
"Tahu dari mana kamu?" tanya Danial.
"Saya sudah meminta petugas keamanan untuk memeriksa CCTV, dan anak buah saya sudah mencarinya ke seluruh penjuru kota ini bos, nona Dina tidak ada di sini" ucap Dani yang mendapat laporan saat tadi dia menunggu bik Dahayu selesai menyeduh susu untuk si kembar.
"Berarti dia ada di rumahnya, aku akan mencarinya di sana" ucap Danial melangkah keluar dari kamar.
"Bos tunggu bos tunggu" ucap Dani mencoba menahan Danial yang sudah keluar dari kamarnya.
"Apa lagi Dani aku harus segera membawa pulang istri ku!" sentak Danial.
"Dengan alasan apa anda akan menjemputnya di sana bos?"
"Dia istri ku!"
__ADS_1
"Memang benar nona Dina istri anda, tapi keluarganya tidak ada yang tahu dia istri anda kecuali ayahnya, dan misalnya nona Dina tidak ada di sana keluarganya akan terkejut melihat kedatangan anda. Mereka akan bertanya di mana nona Dina, terutama ayahnya, bukankah saat itu beliau sakit jantung? jika beliau mendengar kabar anaknya hilang saya takut itu akan membuatnya kembali terkena serangan jantung bos" ucap Dani panjang lebar.
"Beliau tahunya anda dan nona Dina saling mencintai bukan karena kontrak" ucap Dani pelan.
"Lalu apa yang harus aku lakukan Dani?!! Istri ku pergi meninggalkan aku dan bayi-bayi ku yang masih baru satu bulan lahir ke dunia ini!!" teriak Danial murka.
"Apa yang harus aku lakukan Dani!! Mereka butuh ibunya! jika aku tidak segera menemukan istri ku apa yang akan terjadi pada bayi-bayi ku Dani!!!" Sentak Danial murka.
"Bos tolong dengarkan saya, sebaiknya anda tetap di sini bersama si kembar, biarkan saya yang akan mencari nona Dina, kondisi anda juga tidak memungkinkan untuk bepergian bos, tolong mengertilah, anda tetap di sini bersama si kembar"
"Tidak bisa Dani aku akan mencarinya sendiri" ucap Danial memaksa pergi, dia bahkan mendorong tubuh Dani yang menghalanginya.
"Bagaimana kamu akan mencarinya Danial?!" sentak Dani.
"Kamu saja tidak bisa melihat, untuk apa kamu turun tangan sendiri itu tidak akan berguna" ucap Dani yang mencoba menyadarkan Danial, temannya.
️Danial menggertakkan rahangnya.
"Maaf Danial, tapi sebaiknya kamu pahami sendiri kondisi mu, dan tetaplah bersama si kembar aku akan mencari istri mu dengan sekuat tenaga" ucap Dani memelankan suaranya.
"Yang Dani katakan benar Danial, sebaiknya kamu tetap di sini bersama anak-anak, mereka pasti membutuhkan mu di saat ibunya tidak ada" ucap nenek yang menyusul keluar.
Danial mengangguk pelan.
"Baiklah, tolong segera temukan istri ku, entah harus menghabiskan berapa banyak uang aku tidak peduli, segera temukan dia bagaimanapun caranya"
"Baik" ucap Dani.
"Saya pamit" ucap Dani.
"Hmm" jawab Danial dengan lesu.
Dani melangkah pergi untuk mencari istri bos sekaligus temannya itu.
***
Danial dan Dani mulai berteman sejak SMA, saat itu Dani tengah di bully oleh teman sekelas mereka.
Danial yang mengetahui hal itu pun langsung membantu Dani. Tapi bukannya berhasil menyelamatkan Dani, Danial malah ikutan di pukuli oleh sekelompok remaja yang membully Dani.
.
.
.
__ADS_1