Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Makan Siang


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Sudah 2 hari Danial mulai kembali bekerja, sebelumnya dia mengambil cuti selama 3 hari untuk menemani Dina di apartemen dan mengajaknya jalan-jalan.


"Aku berangkat dulu ya"


"Nanti siang mau di antarkan makan siang?" Tanya Dina sambil memasang dasi Danial


"Boleh, antarkan langsung ya" ucap Danial


"Tapi kalau nanti saya bertemu nenek bagaimana? tadinya jika anda mau saya akan kirim lewat kurir"


"Jangan pakai kurir, kamu antarkan langsung saja. Nenek sedang pergi berlibur dengan teman-temannya jadi kamu tidak akan bertemu nenek. Lagipula nenek jarang ke kantor kok"


"Ohh... baiklah" ucap Dina sambil tersenyum


"Baik-baik di rumah, aku berangkat dulu" ucap Danial


"Iya"


Di kantor Danial


Danial memijat keningnya yang terasa nyeri


"Bos anda tidak apa-apa?" Tanya Dani


"Kepala ku sakit sekali" keluh Danial


"Mau saya panggilkan dokter?" tanya Dani


"Tidak aku tidak butuh dokter" ucap Danial


"Kalau begitu mau saya panggilkan salah satu dari mereka, bos?" Tanya Dani


Dani tahu apa yang sedang terjadi pada bosnya itu. Dia juga tahu kalau sebenarnya Danial masih belum menyentuh Dina karena Danial sendiri yang mengatakannya.


Dan dia tahu alasan Danial tak kunjung melakukan itu.


"Emm... coba hubungi salah satu dari mereka" ucap Danial


"Baik"


"Oh ya, nanti siang Dina akan mengantar makan siang, pastikan Dina jangan sampai tahu hal ini" ucap Danial


"Baik, kalau begitu saya permisi"


30 menit kemudian seorang perempuan keluar dari ruangan Danial dengan wajah kesalnya.


Dani yang melihat raut wajah perempuan itu pun segera menghampiri Danial.


"Bos" panggil Dani


"Dani, panggil wanita lain kesini" ucap Danial


"Yang tadi kenapa?" tanya Dani


"Dia bahkan tidak bisa membuat ku berdiri" ucap Danial kesal


"Kalau begitu akan saya panggil yang lain"


"Cepatlah"


Dani keluar dari ruangan Danial


"Bos-bos di rumah ada yang lebih cantik malah gak mau" gumam Dani lalu dia segera menghubungi perempuan lain


2 jam kemudian


"Bos"


"Apa?"


"Nona Dina sudah ada di lobby" ucap Dani


"Tahan dia dulu, aku harus mandi dulu" ucap Danial


"Baik"


Di kamar mandi


"Sial tidak ada yang bisa membuat ku puas" ucap Danial kesal


Dari ketiga perempuan yang di panggil Dani tak ada seorang pun yang bisa membuatnya terpuaskan bahkan mereka tidak bisa membuat milik Danial berdiri.


Dan alhasil Danial hanya mengeluarkan uangnya secara cuma-cuma.


Di luar ruangan

__ADS_1


"Nona Dina" sapa Dani


"Tuan Danial ada?" tanya Dina


"Ada nona, bos lagi di kamar mandi. Mari ikut saya terlebih dahulu"


"Baik"


Dani membawa Dina ke pantry khusus yang ada di lantai yang sama dengan ruangan Danial.


"Anda tidak membawa makan siang untuk saya?" Tanya Dani iseng


"Bawa kok" ucap Dina


"Benarkah?" Tanya Dani tak percaya padahal tadi dia hanya bercanda saja


"Iya saya masak banyak" ucap Dina sambil tersenyum


"Bicara yang santai saja nona Dina" ucap Dani


"Apa boleh?" tanya Dina


"Tentu saja, anda istri bos" ucap Dani sambil berbisik di akhir kalimatnya


"Posisi kita sama asisten Dani. Kita sama-sama bekerja untuk tuan Danial, bukankah anda juga tahu tentang perjanjian itu"


"Memang benar saya tahu tentang perjanjian itu, tapi bagaimanapun juga status anda tetap istri tuan Danial"


"Istri rahasianya" sahut Dina dengan wajah sedikit murung


"Begini saja, jika hanya kita berdua anda bicara santai saja" ucap Dani


"Oke setuju asisten Dani" ucap Dina yang kembali ceria


"Cepat sekali perubahan raut wajahnya" ucap Dani dalam hati


"Panggil Dani saja, nona Dina" ucap Dani


"Kalau begitu kamu harus panggil aku Dina saja" ucap Dina


"Saya mana berani" ucap Dani sambil tersenyum


"Kamu menyuruh ku untuk bicara santai tapi kak Dani sendiri malah bicara formal" ucap Dina cemberut


"Ke ke ke maaf, baiklah Dina. Tapi jika ada bos aku tidak boleh bicara begitu pada mu" ucap Dani pelan di akhir kalimatnya


"Tentu saja boleh" jawab Dani sambil tersenyum


"Wah wah sepertinya aku mengganggu kalian ya" ucap Danial yang tiba-tiba muncul di sana


"Sudah lama?" Tanya Danial sambil mengusap lembut kepala Dina


"Baru saja kok" jawab Dina sambil tersenyum


Dani mengamati interaksi mereka berdua.


Danial duduk di kursi yang ada di samping Dina.


"Anda mandi?" Tanya Dina saat melihat rambut setengah basah Danial


"Iya, aku gerah" ucap Danial beralasan


"Bukankah di kantor anda ada AC? tidak mungkin kan kantor sebesar ini AC-nya jelek" tanya Dina


Dani hampir saja tertawa mendengar ucapan Dina. Tapi dia segera menutup mulutnya saat melihat Danial melotot ke arahnya.


"Aaa... itu... tadi habis meeting di luar jadi gerah" ucap Danial agak gugup


"Begitu, memang lagi panas banget sih" Ucap Dina percaya, dia membuka kotak makan yang dia bawa.


"Kamu naik apa ke sini?" Tanya Danial


"Ojek online"


"Kamu naik motor?" tanya Danial


"Iya"


"Kenapa tidak naik taxi saja?" tanya Danial


"Naik taxi lama, lebih cepat pakai motor. Jika saya kelamaan anda nanti kelaparan" ucap Dina sambil terkekeh di akhir kalimatnya


"Besok naik taxi saja, aku akan tunggu" ucap Danial


"Besok mau di antar makan siang lagi?" tanya Dina


"Tentu saja"

__ADS_1


"Baiklah, silahkan di nikmati" ucap Dina sambil memberikan sendok pada Danial


"Kamu tidak makan?" tanya Danial


"Sebelum ke sini saya sudah makan"


Danial menganggukkan kepalanya lalu pandangannya mengarah ke Dani yang sejak tadi melihat interaksi dirinya dan Dina.


"Kamu masih di sini?" tanya Danial


"Tentu saja, saya mau makan siang juga" ucap Dani


"Ini milik ku sana beli sendiri" ucap Danial mengusir Dani


"Nona Dina bilang ini untuk saya juga" ucap Dani merebut salah satu kotak makan berisi lauk


Danial menoleh ke arah Dina dengan cepat


"Saya masak banyak, jadi biarkan saja asisten Dani makan bersama" ucap Dina sambil tersenyum ke arah Danial


"Tidak bisa"


Dina tak tahu harus bagaimana.


"Bukankah itu terlalu banyak? anda tidak akan sanggup menghabiskan semuanya" ucap Dina


"Aku bisa"


"Tapi..."


Danial berdiri dan membereskan semua kotak makan yang di bawa Dina, dia menutup kembali semuanya dan membawa semua kotak makan itu sambil menarik lengan Dina untuk ikut dengannya.


"Tunggu, masih ada satu yang belum di bawa" ucap Dina kembali menghampiri meja


"Itu untuk Dani saja, ayo kemari ikut aku" ucap Danial


"Tapi sayur itu untuk anda" ucap Dina


"Aku tidak suka sayur, berikan pada Dani saja" ucap Danial sambil menarik lengan Dina dengan lembut dan pergi dari sana


"Dasar bos, yang gak mau di kasih ke aku" Ucap Dani mengomel


Sesampainya di ruangan Danial, Danial meletakkan kotak-kotak berisi nasi dan lauk itu ke meja.


Danial menoleh ke belakangnya


"Kamu kenapa?" Tanya Danial yang melihat Dina cemberut


"Anda tidak pernah makan sayur yang saya masak" ucap Dina cemberut


"Kamu tahu sendiri aku tidak suka sayur" ucap Danial


"Seperti anak kecil saja" ejek Dina


Danial menarik Dina dengan pelan dan membuatnya duduk di sofa, lalu Danial duduk di samping Dina.


"Tadi kamu bilang aku harus membaginya dengan Dani, tapi setelah aku bagi kenapa kamu malah cemberut?"


"Itu karena anda memberikan apa yang tidak anda sukai pada asisten anda, seharusnya sebagai bos anda tidak boleh seperti itu"


"Oke oke jangan marah lagi"


"Anda harus makan sayur, jangan seperti anak kecil"


"Iya iya lain kali akan aku makan" bujuk Danial


"Oke saya pegang ucapan anda"


"Iya, Darling cerewet banget sih" ucap Danial sambil menarik hidung Dina pelan


"Arghh sakit" keluh Dina sambil menyentuh hidungnya


.


.


.


Hai teman-teman 👋👋👋


Mulai hari ini aku bakalan update lebih dari satu bab ya... 😊


Terus dukung aku ya dengan cara like dan komen ya teman-teman 😊.


Jangan lupa subscribe juga, biar makin semangat updatenya, tinggalkan jejaknya ya... 😊❤.


Baca juga novel aku yang lain ya... Thank You 😊💕

__ADS_1


__ADS_2