Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Reeha Hilang


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Dina.


.


.


.


"Kalung ku hilang, kalung itu pemberian ibu ku. Bagaimana ini itu satu-satunya yang tersisa dari ibu ku hiks hiks"


"Apa kamu tahu dimana menjatuhkannya?" tanya Dina.


"Tidak tahu, aku tidak tahu. Mungkin terjatuh di sana" ucapnya sambil menunjuk hamparan salju di depan sana.


"Bagaimana bisa jatuh di sana? bukankah kita tidak boleh ke sana?" tanya Dina.


"Aaa itu, sebenarnya aku sudah sering ke tempat ini. Jadi aku pergi ke sana untuk jalan-jalan sebentar. Aku sudah tahu rute di sana dari pemandu ku sebelumnya"


"Oohhh"


"Reeha bisakah kamu membantu ku mencari kalung ku?" tanya Della.


Dina agak ragu.


"Tapi tempat itu cukup jauh" ucap Dina sambil melihat hamparan salju di depan sana.


"Tidak tidak jauh kok, aku hanya jalan-jalan di dekat sini. Please Reeha" ucap Della.


"Bagaimana kalau kita beritahu petugas di sini saja?" tanya Dina.


Della mengangguk.


"Ayo" ajak Dina.


"Iya"


Mereka berdua melangkah mencari penjaga penginapan.


"Excuse me" panggil Dina


"Yes can i help you?" tanya seorang pria yang sepertinya petugas di sana.


"Nona ini kehilangan kalung peninggalan ibunya, bisakah kalian membatunya?" tanya Dina.


"Hilang di mana?" tanya pria muda itu, perkiraan umurnya sekitar 28 tahun.


"Di sana" ucap Della.


"Bagaimana bisa anda sampai di sana?" tanya pria itu terkejut.


"Ahhh...itu..."


"Tempat itu berbahaya di malam hari, kita tidak bisa ke sana" ucap pria itu.


"Lalu bagaimana dengan kalung ku?" tanya Della dengan raut wajah sedih.


"Kami tidak bisa membantu apalagi sebentar  lagi akan ada badai salju, sebaiknya kalian kembali ke dalam"


"Bagaimana ini" ucap Della.


"Kita cari saja besok" ucap pria itu.


"Jika besok maka kita tidak akan pernah bisa menemukannya karena sudah tertimbun salju" ucap Della sedikit berteriak.


"Yang dia katakan benar, apakah tidak bisa mengirim beberapa orang untuk mencarinya sebentar saja" ucap Dina.


"Maaf nona tidak bisa, ini sudah aturan penginapan ini. Dan nona ini membuat masalah sendiri kami tidak harus menanggung perbuatannya" ucap pria itu.


"Hah.. baiklah terimakasih" ucap Dina.


"Emm" jawab pria itu lalu melangkah ke dalam, tapi baru beberapa langkah dia berbalik dan memberi peringatan kepada kedua perempuan itu.


"Oh ya sebaiknya kalian tidak nekat pergi ke sana sendirian, di sana berbahaya kalian bisa tersesat nanti dan terjebak di badai salju"


"Iya terima kasih untuk peringatannya" jawab Dina.

__ADS_1


"Sama-sama saya permisi"


Dina mengangguk


Pria itu kembali ke dalam. Dina menatap perempuan cantik dan polos yang tengah menangis di sampingnya.


"Hiks hiks maafkan aku Bu, aku tidak bisa menjaga barang mu dengan baik"


"Hiks hiks"


Dina hanya bisa diam dan menatap perempuan itu.


"Tidak bisa, aku akan mencarinya sendiri" ucap Della dan melangkah pergi.


"Hei itu bahaya" ucap Dina mengejar perempuan itu.


"Tidak masalah aku akan segera kembali" ucap Della.


"Tidak bisa terlalu bahaya pergi sendiri" ucap Dina menghentikan Della.


"Lalu aku harus bagaimana?!" teriak Della.


"Hah..." Dina menghela nafas.


"Aku akan membantu mu, dua orang akan lebih baik dari pada satu orang" ucap Dina.


Della tersenyum


"Terima kasih banyak, terima kasih" ucap Della.


"Emmm ayo sebelum badai datang" ucap Della.


"Iya" jawab Dina.


Mereka melangkah ke hamparan salju di dekat hutan. Dan tanpa Dina sadari mereka melangkah semakin jauh dari penginapan.


Di dalam penginapan.


Danial menoleh ke arah tempat Dina yang berdiri sendirian menikmati langit malam.


"Kemana dia?" tanya Danial.


"Mr. Danial anda mau kemana?" tanya salah satu model cantik yang tadinya duduk di dekat Danial.


"Bukan urusan mu" ketus Danial.


"Ketus sekali sih" ucap model itu dengan wajah cemberutnya.


"Kemana dia? di tinggal sebentar sudah hilang" gumam Danial.


Danial mencari ke seluruh penginapan bahkan ke kamar Dina.


"Dani" teriak Danial.


"Dani!!" teriak Danial lagi.


"Ya ada apa?" tanya Dani yang keluar dari kamarnya di ikuti Dara.


Mereka berdua nampak berantakan.


Danial melirik sinis ke arah mereka berdua.


"Ahhh maaf" ucap Dani dan langsung merapikan dirinya dan merapikan rambut Dara.


"Ada apa Danial? kamu mengganggu kesenangan kami" ucap Dara cemberut.


"Dimana Dina? apa kalian melihatnya?" tanya Danial.


"Bukankah tadi dia bersama mu" ucap Dara.


"Tidak, bukankah tadi sedang barbequean dengan kalian"


Jawab keduanya bersamaan.


"Ya tapi saat aku berpaling sebentar saja dia sudah tidak ada" ucap Danial.

__ADS_1


"Gawat kemana dia?" tanya Dara khawatir.


"Panggil semua orang" ucap Danial.


"Iya"


Beberapa menit kemudian semua orang berkumpul.


"Ada apa ini?" tanya Miss Dylan.


"Apa ada yang melihat Reeha?" tanya Danial.


"Reeha? bukankah tadi masih ada di area barbeque? sedang minum kopi?" tanya Miss Dylan.


"Tidak ada" jawab Danial.


"Sebaiknya kita berpencar dan mencari dia di sekitar sini" ucap Dara.


"Benar, ayo" ucap Miss Dylan.


Mereka pun mulai berpencar.


15 menit kemudian


"Bagaimana?" tanya Danial.


"Tidak ada" ucap Dani.


"Ada apa ini?" tanya pria penjaga penginapan yang datang ke sana.


"Kami mencari seorang perempuan dia hilang" ucap Dani menjelaskan.


"Apa dia memakai penutup di wajahnya?" tanya pria itu sambil menggerakkan tangannya di wajahnya.


"Yes that right, kamu melihatnya?" tanya Danial.


"OH MY GOD!!" seru pria itu.


"Ada apa?" tanya Danial.


"Tadi dia bersama seorang perempuan, mereka mendatangi ku untuk meminta bantuan karena perempuan itu kehilangan kalungnya di luar sana"


"Aku sudah memperingatkan mereka kalau di sana berbahaya, dan melarang mereka pergi"


"Beberapa saat kemudian karena tidak tega aku pergi meminta staff untuk mencari kalungnya. Tapi kami tak menemukan apa-apa di sana, kami baru saja kembali dari sana dan aku ke sini untuk memberitahu gadis itu bahwa tidak ada apapun di sana" ucap pria itu.


Rahang Danial mengeras.


"Siapa perempuan itu" Amuk Danial sambil melihat satu persatu yang ada di sana.


"Della, Della juga tidak ada di sini" ucap Miss Dylan setelah mengecek para modelnya.


"Shittt!!" umpat Danial.


Ceklek


Pintu terbuka. Semua orang menoleh ke arah pintu.


"Della" panggil Miss Dylan.


Danial melangkah dengan cepat ke arah Della. Della yang salah paham pun mengira Danial khawatir padanya.


Sesampainya di hadapan Della, Danial langsung mencengkeram lehernya.


"Dimana Reeha?" tanya Danial dengan penuh amarah.


"Re...Reeha?" tanya Della sambil menahan sakit di lehernya.


"Ya di mana dia!!" bentak Danial.


"Bu...bukankah dia sudah pulang?" tanya Della terbata-bata.


"Apa maksud mu?" tanya Dani yang sejak tadi berdiri di samping Danial.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2