Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Dani & Dara


__ADS_3

"Aku akan mengobatinya sendiri, kamu bisa pulang" ucap Dara.


.


.


.


"Tck" Dani berdecih, dia tidak setega itu membiarkan Dara sendirian seperti itu.


Dani mencari sendiri kotak obat milik Dara.


Dia mencari di laci nakas, dan dia menemukannya.


Dani duduk di samping Dara, tapi Dara bergerak menjauh dari Dani.


"Diamlah, biarkan aku mengobati luka mu setelah itu aku akan pulang" ucap Dani sambil menahan lengan Dara.


Tanpa Dani tahu tubuh Dara memanas saat Dani menyentuh kulitnya. Dara mencoba melepaskan diri tapi Dani tak membiarkannya.


"Patuhlah Dara" ucap Dani lalu dia membuka kotak obat.


Dani mulai mengobati luka Dara.


"Hiss" ringis Dara saat merasakan perih.


Dani memajukan wajahnya dan meniup pelan luka Dara. Tubuh Dara meremang, sejak tadi dia sudah menahannya mati-matian.


Tapi Dani malah semakin membangunkan rasa itu.


"Dani..." panggi Dara sambil menatap wajah Dani.


"Apa?" tanya Dani tak paham.


"Aku tidak bisa menahannya lagi" ucap Dara sambil bergeser mendekati Dani.


Dani mengerutkan keningnya tak paham.


"Dani tolong aku, aku sudah tidak tahan" ucap Dara sambil menyentuh lengan Dani.


Dani membulatkan matanya saat paham arah pembicaraan Dara. Dani segera melepaskan tangan Dara dari lengannya.


"Jangan gila Dara" ucap Dani sambil berdiri dari tempatnya.


"Dani aku mohon" ucap Dara dengan tatapan sangat memohon.


"Aku tidak bisa" ucap Dani sambil berbalik, dia tidak mau menatap wajah Dara.


"Kenapa?" tanya Dara dengan suara lemahnya.


"Kamu teman ku, aku tidak bisa" ucap Dani masih membelakangi Dara.


"Tolong Dani, aku tidak bisa menahannya lagi. Lakukanlah sekali saja aku mohon" ucap Dara sambil memeluk Dani dari belakang.


Dani memejamkan matanya, setelah itu dia berbalik dan...


"Arghhh, Dani hentikan!" teriak Dara


Dani terus mengguyur tubuh Dara dengan air dingin di bawah shower.


Dani tidak memenuhi permintaan Dara, dia malah membawa Dara ke kamar mandi dan menyiram tubuh Dara dengan air dingin.


"Dani hentikan!" teriak Dara kedinginan sambil memeluk tubuh Dani, membuat pakaian Dani ikutan basah kuyup.


"Hen...tikan Dani" ucap Dara dengan tubuh gemetar kedinginan.


Dani mematikan shower, lalu menatap Dara yang memeluknya dengan tubuh gemetar.


"Sudah lebih baik?" tanya Dani.


Pakaian mereka basah kuyup.

__ADS_1


Dara menggelengkan kepalanya membuat Dani mengerutkan keningnya.


"Aku kedinginan, tapi rasa itu tidak hilang" ucap Dara dengan mulut gemetar kedinginan.


"Astaga bagaimana ini" ucap Dani, dia mendongak ke atas sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Dani..." panggil Dara sambil mendongak menatap Dani.


Dani menunduk menatap perempuan yang lebih pendek beberapa centi darinya.


"Aku tidak bisa" ucap Dani dengan suara lirihnya.


Mata Dara berkaca-kaca.


"Kamu tega sekali Dani, aku tersiksa Dani!" teriak Dara sambil menangis.


Dani terkejut melihat Dara menangis.


"Dara Dara jangan menangis" ucap Dani sambil menangkup wajah Dara dan mengusap air mata di pipi Dara.


"Hiks hiks"


"Dara..."


Dani benar-benar tak tega melihat keadaan Dara, tapi dia tidak bisa menyentuh temannya sendiri. Dani sungguh tidak bisa.


Dani menelan salivanya dengan susah payah. Dia terdiam beberapa saat.


"Baiklah aku akan membantu mu" ucap Dani.


Dara mendongak menatap Dani dengan mata sembabnya.


"Pejamkan mata mu" ucap Dani


Dara menganggukkan kepalanya. Lalu Dara memejamkan matanya.


Setelah melihat Dara memejamkan matanya tangan Dani mulai bergerak.


Tubuh Dara bergetar saat jari-jemari Dani mulai bergerak. Sedangkan Dani nampak sangat tegang.


Itu benar-benar membuat Dani merasa bersalah pada temannya itu. Karena tubuhnya mulai ikut panas dingin.


Bahkan sejak tadi mati-matian Dani berusaha agar tidak tergoda.


"Dani... ah..." racau Dara saat tangan Dani mulai bergerak semakin agresif.


"Maafkan aku Dara" bisik Dani di telinga Dara.


Setelah mengatakan itu tangan Dani bergerak dan membantu Dara.


"Ahhh Dani..."


Dara merapatkan pahanya dan mengapit tangan Dani.


"Jangan di jepit, bagaimana caranya aku bergerak jika kamu menjepit tangan ku?" bisik Dani di telinga Dara.


Perlahan Dara melonggarkan jepitannya.


Beberapa menit kemudian.


"Arghhh!!" teriak Dara.


Tubuhnya seketika lemas, Dani segera menyanggah tubuh Dara. Dani membiarkan Dara bernafas sejenak.


"Sudah?" tanya Dani setelah beberapa saat membiarkan Dara.


Dara menggeleng cepat.


"Kurang, aku ingin lagi. Rasanya semakin panas Dani" lirih Dara.


"Apa?" tanya Dani terkejut.

__ADS_1


"Lakukan lagi Dani, aku mohon" ucap Dara sambil menarik kembali telapak tangan Dani.


Glek


Melihat Dani diam saja Dara langsung menarik tengkuk leher Dani dan langsung menciumnya.


Dani membulatkan matanya saat Dara menciumnya dengan sangat rakus.


Beberapa detik berlalu, Dani mulai membalas ******* Dara. Akal sehatnya mulai hilang.


Tangan Dani berada di pinggang Dara, memeluknya sangat posesif. Begitu pula dengan tangan Dara yang memeluk pinggang Dani dengan sangat erat.


Mereka berdua semakin menjadi-jadi. Pakaian-pakaian berserakan di lantai.


Setelah itu Dani mengangkat tubuh Dara seperti koala dan keluar dari kamar mandi menuju ranjang.


Dani tak melepaskan ciumannya, dia menidurkan tubuh Dara di ranjang.


"Ahh" satu teriak lolos dari bibir Dara saat Dani bergerak turun.


"Dani..."


Dani mendongak menatap wajah Dara.


"Kamu yakin?" tanya Dani dengan suara seraknya.


"Jika kamu berubah pikiran sekarang masih sempat" ucap Dani.


Kedua mata mereka saling terkunci, dan Dara menganggukkan kepalanya.


"Kamu akan menyesalinya setelah ini" ucap Dani.


"Aku tidak akan menyesal Dani, lakukanlah" ucap Dara lalu dia memejamkan matanya, dia sudah siap menerima semua yang di lakukan Dani.


Dani yang sudah panas dingin pun tak bisa mundur lagi. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, dia tidak peduli.


Dan jika terjadi sesuatu dia akan bertanggung jawab.


Dani menunduk dan mengecup kening Dara dengan sangat lembut.


"Aku akan mulai" bisik Dani di telinga Dara.


Dara menganggukkan kepalanya.


Dani memposisikan dirinya di bawah sana, dan...


Dara meremas seprai di bawahnya saat merasakan Dani mulai masuk.


Dan sekali hentak Dani pun akhirnya tenggelam di dalam sana.


"Arggghhhh!" teriak mereka bersamaan.


Dani merasakan sensasi yang berbeda dari sebelumnya sedangkan Dara merasa kesakitan.


Menyadari hal itu Dani menunduk ke bawah dan seketika wajahnya nampak pucat saat itu juga.


"Da...Dara" ucap Dani sambil menatap ke bawah.


Cairan merah mengalir di bawah sana dan membekas di seprai berwarna putih milik Dara.


Dara tersenyum sambil menatap Dani, bulir-bulir kecil keluar dari kelopak matanya.


"Ka...kamu pe...?" ucap Dani, dia nampak sangat syok.


Dara menganggukkan kepalanya pelan sambil menahan sakit.


Dani benar-benar terkejut, dia pikir Dara sudah kehilangan mahkotanya karena Dara kuliah di luar negeri.


Dia pikir Dara sudah terpengaruh pengaruh budaya luar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2