Pengasuh Pribadi Jadi Istri

Pengasuh Pribadi Jadi Istri
Penglihatan Danial


__ADS_3

Danial yang mengetahui hal itu pun langsung membantu Dani. Tapi bukannya berhasil menyelamatkan Dani, Danial malah ikutan di pukuli oleh sekelompok remaja yang membully Dani.


.


.


.


Beruntung kakak Danial yaitu Daniel tiba tepat waktu dan berhasil membuat kabur para pembully itu.


Mereka ketakutan karena saat itu Daniel adalah ketua osis di SMA mereka, dan Daniel adalah sosok yang sangat menyeramkan menurut murid-murid di sekolahnya.


Danial yang babak belur hanya cengengesan menatap kakaknya. Daniel hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat adiknya babak belur.


Sejak saat itu Danial selalu bersama Dani, pernah sekali Dani mencoba menjauh dari Danial tapi Danial terus saja mengekorinya.


Bukan karena apa, tapi Dani malu jika harus berteman dengan Danial yang notabenenya adalah anak orang kaya. Sedangkan dirinya adalah orang miskin.


Dan di saat mereka lulus Dani tak bisa melanjutkan kuliahnya karena tidak memiliki biaya.


Dani pernah mendaftar beasiswa, awalnya dia di terima tapi tiba-tiba beasiswanya di batalkan dengan alasan nilai Dani kurang.


Padahal yang sebenarnya adalah nilai Dani lebih dari cukup untuk mendapatkan beasiswa itu.


Tapi karena ulah orang dalam beasiswanya pun hangus di depan matanya.


Danial yang tahu hal itu meminta papanya untuk memberikan beasiswa pada Dani, Dani memanglah anak yang rajin dan cerdas berbeda dengan Danial.


Danial adalah anak yang cerdas tapi dia pemalas sangat bertolak belakang dengan Kakaknya dan Dani.


Mereka bertiga kuliah di kampus yang sama, Dani dan Daniel mengambil jurusan Bisnis sedangkan Danial mengambil jurusan arsitektur.


Dan di saat kematian kedua orang tua Danial dan Daniel. Daniel sebagai penerus dari papanya harus mengambil alih perusahaan.


Di usianya yang ke 24 tahun dan beberapa bulan lagi adalah ulang tahunnya yang ke 25 tahun, Daniel mengambil penuh tugas-tugas itu.


Saat itu Daniel sudah menikah, dia menikah saat berusia 22 tahun.


Usia yang masih sangat muda, tapi Daniel tak peduli karena dia sangat mencintai perempuan itu.


Tapi 3 bulan lagi Daniel memasuki usia 25 tahun, dia memergoki istrinya selingkuh dan Daniel pun depresi berat.


Danial yang saat itu masih labil dan tak mengerti tentang bisnis pun harus terjun ke perusahaan menggantikan kakaknya di bantu Dani yang sudah menjadi asisten Daniel selama 2 tahun terakhir.


Selama beberapa bulan Danial menggantikan kakaknya, perusahaan yang hampir saja gulung tikar itu berhasil di selamatkan oleh Danial.


Tapi Danial lagi-lagi harus menelan pil pahit saat kakaknya meninggal sehari sebelum ulang tahun mereka.


Dan saat ini di usianya yang menginjak 33 tahun lagi-lagi Danial harus kehilangan orang terdekatnya yaitu Dina.

__ADS_1


Dina pergi darinya.


***


"Danial sebaiknya kamu istirahatlah, nenek akan membantu mu menjaga bayi-bayi mu"


"Terima kasih nek"


"Sama-sama sayang" ucap nenek sambil memeluk cucu satu-satunya.


"Kamu yang sabar" ucap nenek sambil menepuk punggung cucunya.


Danial menganggukkan kepalanya.


***


2 bulan setelah kepergian Dina. Sampai saat ini Dani dan Danial masih belum bisa menemukan keberadaan Dina.


Oeekk oeekk


Tangis kedua bayi saling bersautan, pagi ini Danial sangat kerepotan mengurus kedua buah hatinya.


"Sebentar sayang papa lagi kasih adik susu" ucap Danial pada putranya.


Tangan kirinya menggendong putrinya sedangkan tangan kanannya sedang memegang botol susu milik putrinya sambil sesekali menepuk-nepuk bokong mungil putranya mencoba menenangkannya.


Tak lama kemudian botol susu putrinya sudah kosong, dengan perlahan Danial menidurkan putrinya di ranjang miliknya.


Danial meletakkan bantal di sekitar tubuh putrinya agar putrinya tidak terjatuh.


Setelah itu Danial menghampiri putranya yang berada di box bayi kemudian dia menggendongnya.


"Cup cup putra papa lapar ya sebentar ya sayang" ucap Danial sambil mengecup putranya.


Danial melangkah ke meja yang di siapkan khusus untuk barang-barang si kembar. Danial membuat susu untuk putranya sambil menggendong putranya yang masih menangis.


"Sebentar lagi selesai sayang..." ucap Danial sambil menimang-nimang putranya.


Tak lama kemudian tangis bayi tampan itu berhenti. Bayi mungil itu menyedot susunya dengan sangat cepat.


Danial benar-benar tak tega melihat putra dan putrinya seperti ini. Air mata Danial menetes, Danial melangkah dan duduk di sebelah putrinya.


"Lihatlah Dina lihat apa yang telah kamu lakukan pada kami Dina. Tega sekali kamu meninggalkan anak-anak mu sendiri" ucap Danial sambil menatap putri dan putranya.


"Papa janji akan menemukan mama sayang, bersabarlah sebentar" ucap Danial sambil mendekap putranya.


Tok tok


Danial mendongak dan menatap ke arah pintu yang terbuka.

__ADS_1


"Masuklah Dani" ucap Danial saat melihat Dani di ambang pintu.


Dani melangkah masuk ke dalam kamar Danial.


"Si kembar rewel lagi?" tanya Dani.


"Emm" jawab Danial sambil mengangguk.


"Danial bagaimana kondisi mu? kamu baru saja sembuh kamu harus banyak istirahat" ucap Dani.


Sejak saat itu Dani bicara dengan santai pada Danial, karena Danial yang memaksanya. Dia beralasan sudah muak mendengar Dani bicara formal padanya.


Tiga minggu lalu Danial baru saja di operasi, setelah menunggu gilirannya selama berbulan-bulan akhirnya gilirannya pun tiba untuk mendapat donor kornea.


"Bagaimana aku bisa beristirahat Dan, si kembar tidak mau bersama orang lain bahkan dengan nenek saja mereka tidak mau" Ucap Danial masih menggendong putranya yang belum selesai minum susu.


Beberapa jam setelah operasi, Danial mendapat kabar bahwa si kembar menangis dan tak kunjung berhenti.


Bahkan di gendongan nenek Dharma pun mereka tidak mau berhenti menangis, padahal biasanya mereka tidak seperti itu.


Semua orang di mansion mencoba menenangkan si kembar, dari mulai memberinya susu dan menggendong mereka.


Tapi tak membuahkan hasil, si kembar bahkan belum minum susu sedikit pun karena mereka menolak botol susu mereka.


Nenek Dharma pun terpaksa membawa si kembar ke rumah sakit. Dan setelah Danial menggendong mereka barulah mereka berhenti menangis.


Danial yang tak tega pada kedua bayinya pun meminta pulang dari rumah sakit saat itu juga.


Awalnya dokter sangat melarangnya tapi Danial tetap memaksa, dan meminta di rawat di rumah saja.


Setelah mendapatkan izin dokter, Dani segera mengurus semuanya. Dia juga membeli beberapa alat kesehatan yang kemungkinan di perlukan di rumah, dengan petunjuk dari dokter.


Danial pun pulang ke mansion, nenek Dharma mempekerjakan dokter dan perawat pria di mansion untuk terus memantau kondisi cucunya.


"Hah..." Dani menghela nafas.


Dani menatap iba ke arah Danial dan kedua bayinya.


"Kamu sudah menemukan keberadaannya?" tanya Danial sambil menatap Dani.


Dani menggelengkan kepalanya.


"Aku tak menemukan sedikitpun jejaknya, dia seperti hilang bagai di telan bumi"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2