Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 10


__ADS_3

"Sheryl!" ujar Nayla pelan.


Dia kaget Sheryl ada di ruangan bosnya, Nayla lupa kalau yang jadi bosnya itu dady nya Sheryl, hingga tak lama dia sadar dari kagetnya langsung berkata.


 " Astagfirullah, kan pak Daniel dadynya Sheryl kenapa aku bisa lupa?" batinnya.


Nayla pun berjalan ke arah Daniel dah Sheryl sambil tersenyum kaku.


" Selamat siang pak, ini saya sudah membuatkan laporan tentang proyek xxx, saya di suruh kak Keysa untuk mengantarkan kepada bapak untuk di koreksi." ujar Nayla kepada Daniel.


"Hem, baik terimakasih semoga hasilnya tidak mengecewakan." ujar Daniel dengan wajah datar dan dingin.


Sheryl pun kesal melihatnya, tidak bisa kah dadynya itu sehari saja tidak memasang wajah datar? ini kan sahabat dia, eh dadynya kan gak tau kalau Nayla itu sahabatnya, Sheryl pun akhirnya ingin memperkenalkan sahabatnya sekarang padahal kenyataannya dadynya itu tau segala nya.

__ADS_1


"Dady kenalin ini sahabat aku yang suka aku ceritain, ternyata dia kerja di perusahaan dady ya jadi sekertaris dady lagi." ujar Sheryl, pura-pura baru tau kalau Nayla bekerja di perusahaan dadynya. 


" Hem ini itu masih area perusahaan bukan untuk ajang pengenalan, jadi Nayla silahkan mulai bekerja lagi, jika ingin berkenalan nanti saja di luar kantor dan jangan harap setelah saya tau kamu sahabat anak saya kamu akan saya spesial kan, di kantor tetap kamu bawahan saya yaitu sekertaris saya, jadi silahkan keluar ruangan dan kerjakan apa yang harus di kerjakan! dan belajarlah dari Keysa agar kamu menguasai semua apa yang harus kamu lakukan  sebagai sekertaris saya." ujar Daniel panjang lebar dengan suara tegas dan datar, terdengar dingin sekali hingga membuat Sheryl melongo.


Nayla pun tak kalah kagetnya, badannya terasa kaku mendengar bos nya bicara begitu panjang dengan suara yang tegas dan datar, hingga ruangan tiba-tiba menjadi dingin hingga menusuk ke tulang-tulangnya, dia tidak menyangka bosnya ini akan berkata seperti itu. Sehingga terlihat dirinya ini seakan-akan memanfaatkan persahabatan dirinya dengan Sheryl untuk menjadi sekertaris spesial, padahal dirinya tulus bersahabat dengan Sheryl.


"Astagfirullah." batinnya sambil memejamkan mata.


" Baik pak, mohon maaf saya undur diri, mari Sheryl." ujar Nayla sambil membungkuk.


"Ya Alloh dady, bisakah Dady gak bicara seperti itu?" ujar Sheryl.


"Bicara yang seperti apa? dady rasa dady tidak salah bicara!" jawab Daniel enteng.

__ADS_1


padahal dalam hatinya dia pun sama deg-degan takut Nayla menjadi tidak suka terhadap dirinya.


"Apa aku tadi mengatakan hal yang kelewat batas?" ujar Daniel dalam hati.


Sheryl pun hanya bisa tepuk jidat nya sendiri.


" Ya ampun dady, aku baru saja ingin memperkenalkan sahabat aku tapi Dady udah ngomong begitu, itu sama aja dady bilang Nayla mau memanfaatkan aku sebagai anak dady, padahal Nayla itu gak kaya gitu." ujar Sheryl. 


"Kan Dady berbicara sesuai logika aja sayang!" jawab Daniel.


" Tau ah dady ngeselin, aku mending pulang aja." ujar Sheryl sambil mengambil slin bag nya, lalu berjalan keluar dengan wajah cemberut.


" Apa aku salah bicara begitu?" tanya Daniel pada dirinya sendiri. 

__ADS_1


~Mohon maaf ya baru up, baru sempet nih, tolong komentari dong alur cerita ya nyambung gak biar aku perbaiki lagi, maklum pemula 😁~ Jangan lupa vote nya ya.


__ADS_2