
Di mansion Daniel.
Masih di kamar Sheryl.
"Dad, tadi aku ketemu Rangga!" ujar Sheryl.
Daniel pun melepaskan pelukannya dari Sheryl dan menatap Sheryl.
"Lalu, apa yang kalian bicarakan?" tanya Daniel.
"Dia ingin bertemu dengan Nayla dad!" jawab Sheryl.
Tubuh Daniel menegang kala mendengar jawaban dari Sheryl.
"Dan apa kamu mengizinkan?" tanya Daniel lagi.
"Aku tidak menjawabnya dad, karena aku juga bingung harus menjawab apa? tapi dia bilang tidak sekarang! dia harus memastikan sesuatu tentang orangtuanya." jawab Sheryl.
"Memang mau apa dia bertemu dengan Nayla?" tanya Daniel kesal.
"Dia ingin memastikan apakah masih ada cinta di mata Nayla!" jawab Sheryl sambil menatap Daniel.
"Brengsek....kenapa harus begitu?" ujar Daniel sambil mengepalkan tangannya.
"Dady, sabar dulu..... dan aku minta maaf, aku memberikan nomor Nayla kepadanya." ujar Sheryl sambil mengelus pundak Daniel dan meminta maaf kepada Daniel.
"Hah....kamu memberikan nomor Nayla?" tanya Daniel.
"Iya dad, aku terpaksa memberikannya! karena kalau aku tidak memberikannya dia akan datang ke rumah kita." jawab Sheryl dengan wajah menunduk.
"Baiklah tidak apa-apa! dady tau kamu tidak akan asal memberikan nomor ponsel Nayla kepada orang lain tanpa alasan, tapi untuk apa dia meminta nomor Nayla?" ujar Daniel.
"Dia mengatakan hanya ingin mendengar suara Nayla! sungguh Rangga sudah gila dad." jawab Sheryl.
"Kurang ajar! apa perlu dady menghajarnya?" ujar Daniel kesal karena takut dan juga cemburu.
"Jangan dady, Rangga bilang jika dia sudah memastikan apa yang aku ucapkan terhadap orangtuanya benar! dia akan mengiklaskan Nayla." ujar Sheryl.
"Benarkah?" tanya Daniel.
"Iya dad, aku juga bingung dad! di satu sisi aku kasian terhadapnya, aku bisa melihat luka hati dan matanya! karena aku juga berteman baik dengannya tidak setahun dua tahun, tapi di satu sisi aku gak mau kebahagian dady hancur! aku tak tau harus bagaimana dad?" ujar Sheryl sambil mengeluarkan air matanya.
"Apa aku salah memilih Dady dan Nayla bahagia?" tanya Sheryl.
"Tidak sayang, kamu tidak salah! maaf karena membela dady, kamu jadi seperti ini!" ujar Daniel memeluk Sheryl lagi.
__ADS_1
"Dan kamu tau sendiri karakter Nayla! dia tidak akan mudah memutuskan ikatan suci hanya karena datang masa lalu, jadi menurut dady kita serahkan semuanya kepada Nayla! jika nanti memang Nayla ingin kembali dengan Rangga, maka dady pun akan mencoba mengiklaskannya! tapi jika Nayla ingin terus bersama dady, dady akan memperjuangkannya!" ujar Daniel lagi.
"Iya dady benar! kita serahkan semuanya kepada Nayla, aku yakin Nayla bukan orang yang akan dengan mudah memutuskan ikatan suci pernikahan hanya karena Rangga datang." jawab Sheryl.
"Ya sudah, sekarang kita turun ke bawah untuk makan malam! pasti Nayla sudah menunggu kita." ajak Daniel.
"Baiklah dad." ujar Sheryl.
Beruntunglah mereka Nayla sedang di dapur untuk menyiapkan makan malam, jadi tidak mungkin Nayla mendengarkan pembicaraan Dady dan anak itu.
Sheryl dan Daniel pun turun ke bawah bareng sambil gandengan tangan, untung dady sama anaknya kalau bukan udah pasti Nayla cemburu. Bisa Daniel dan Sheryl liat, Nayla begitu sibuk menyiapkan makan malam, padahal di sana ada begitu banyak pelayan! namun urusan untuk makan Nayla meminta sendiri biar dia yang turun tangan dan Daniel pun tidak bisa menolak keinginan istri tercintanya.
"Sheryl!" ujar Nayla ketika melihat Sheryl dan Daniel datang.
Nayla pun langsung menghampiri Sheryl.
"Maaf ya aku pulang telat! kamu jadi sendirian di rumah." ujar Nayla sambil menggenggam tangan Sheryl.
"Iya gak apa-apa momy." ujar Sheryl sambil tersenyum dan di balas dengan senyuman Sheryl.
"Mas nya gak di tanya nih?" ujar Daniel.
"Dihh mas ini." ujar Nayla langsung aja kembali menata makanan di meja makan membuat Daniel tersenyum.
"Ya sudah, ayo kita makan!" ujar Nayla kepada Daniel dan Sheryl.
****
Di mansion orangtua Rangga.
Saat Rangga sampai di mansion orangtuanya, ternyata mamah dan papahnya sedang menunggunya untuk makan makan.
"Rangga, kamu sudah datang?" tanya Milla.
"Ayo kita langsung makan! mamah dan papah sudah menunggumu dari tadi." Lanjutnya.
"Iya mah, kebetulan setelah makan ada yang mau aku bicarakan sama mamah dan papah." jawab Rangga.
"Baiklah, ayo!" ajak Milla.
Lalu mereka pun makan bersama dengan keheningan. Setelah selesai makan, mereka pun langsung berkumpul di ruang keluarga seperti yang Rangga katakan tadi, ada yang ingin dia bicarakan kepada kedua orangtuanya.
Setelah lama tercipta keheningan karena tidak ada yang memulai pembicaraan, Milla pun langsung membuka mulutnya dengan bertanya kepada Rangga.
"Katanya ada yang mau di bicarakan dengan kami, ko sekarang malah pada diam." tanya Milla lembut.
__ADS_1
"Aku tidak tau harus bicara dari mana mah! makanya aku diam, yang pasti satu hal yang harus mamah dan papa tau! aku kecewa dengan kalian." ujar Rangga.
Milla dan suaminya pun kaget mendengar apa yang Rangga ucapakan, Milla pun langsung bertanya kepada Rangga.
"Maksudnya? kenapa kamu kecewa dengan mama dan papa? memang kami melakukan apa?" tanya Milla heran.
"Apa mamah yakin tidak tau? atau mamah pura-pura gak tau?" jawab Rangga.
"Maksudnya apa Rangga? mamah benar-benar gak ngerti?" tanya Milla karena belum sadar kemana arah pembicaraan Rangga nantinya, sedangkan suaminya kini paham apa yang akan Rangga bicarakan.
Rangga pun tersenyum sinis.
"Mamah tau kan aku sangat mencintai Nayla dengan sepenuh hati aku, bahkan Nayla adalah separuh nyawaku! namun apa yang mamah dan papah lakukan? aku tidak menyangka hancurnya dan sakitnya hatiku di sebabkan oleh orangtuaku sendiri." ujar Rangga menertawakan dirinya.
Deg.... "Dari mana Rangga tau?" ujar Milla dalam hatinya.
"Rangga! mamah...." ujar Milla terbata.
"Mamah dan papah pasti gak nyangka kan aku tau! dan pasti bertanya-tanya kenapa aku tau? aku menyelidikinya mah, aku juga bodoh kenapa tidak merasa ada kejanggalan di saat aku tidak bisa menghubungi Nayla! dan ketika aku menyelidikinya, wauw.. aku tidak menyangka semua ini perbuatan mamah dan papah." ujar Rangga.
"Apa mamah dan papah tidak sadar, perbuatan kalian telah menghancurkan hidup aku! aku benar-benar kecewa sama kalian! apa kesalahanku mah? apa?" tanya Rangga dengan nada sendu dan juga mengeluarkan air matanya.
"Apa mamah tau? betapa hancurnya hati ini melihat Nayla menjadi istri orang lain?" tanyanya lagi.
"Rangga maaf, tapi ini yang terbaik untukmu! Nayla bukan wanita baik-baik, dia tidak pantas bersanding denganmu! dia hanya ingin hartamu saja Rangga! dia tidak tulis mencintaimu!" jawab mamah Rangga.
"Mamah salah mah, Nayla orang yang tulus! dia tidak pernah melihat orang karena hartanya." ujar Rangga dengan nada tinggi karena tak terima dengan perkataan mamahnya tentang Nayla.
"Rangga! jaga nada bicaramu!" ujar papahnya Rangga.
"Rangga, kamu harus buka matamu! kalau dia tulus mencintaimu pasti dia tidak akan menikah dengan Daniel hanya karena putus komunikasi denganmu!" ujar Milla.
"Mungkin kalau aku tidak tau apa kenapa Nayla bisa menikah dengan om Daniel, aku pun akan berpikir seperti mamah! namun mah apa yang aku dengar semua ini terjadi gara-gara mamah dan papah! andai kalian tidak ikut campur dengan hubunganku dengan Nayla, mungkin Nayla saat ini belum menikah." ujar Rangga.
"Apa maksudmu Rangga! apa kamu juga menyelidiki pernikahan Nayla dan Daniel?" tanya Milla.
"Ya, dan apa yang aku dapatkan! ternyata Nayla pun terpaksa menikah dengan om Daniel!" jawab Rangga.
"Dan mamah tau itu yang membuat aku semakin terluka?" ujar Rangga.
"Apa? bagaimana mungkin." ujar Milla kaget.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Terimakasih..
__ADS_1
Jangan lupa dukungan untuk author ya!