Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 37


__ADS_3

Di rumah ibu Nayla, sekarang ibu dan Nayla sedang memasak untuk menyambut kedatangan keluarga Sheryl. Ibu maupun ayah begitu antusias menunggu kedatangan keluarga Sheryl. Kemaren ibu berbelanja banyak sekali, dari ayam, sayuran, buah-buahan juga tak di lupakan ibu. hari ini ibu memasak sayur asam khas Sunda, ayam goreng, ikan mas bakar yang ikannya di ambil di Empang secara mendadak, tempe dan tahu bacem, goreng jengkol, tak lupa juga dengan lalapan yang di petik di kebun, juga sambalnya. Bapak pun membantu merapikan rumah agar nanti keluarga Sheryl datang, mereka merasa nyaman walau sederhana.


"Nayla gimana sudah sampai mana keluarga Sheryl?" tanya ibu.


"Katanya sekitar satu jam lagi ibu." jawab Nayla.


"Oh ya udah keburu ya, coba tanya Kakamu itu sudah selesai atau belum bakar ikan nya! biar ibu tata yang rapi di tempatnya." perintah ibu, pada Nayla.


"Baik ibu aku ke belakang sebentar." jawab Nayla.


Dia pun bangkit lalu berjalan ke arah belakang rumah dimana Kakanya sedang membakar ikan masnya.


"Aa kata ibu sudah matang belum ikan nya? mau ibu rapi kan di tempatnya." tanya Nayla.


"Tinggal satu lagi Nay, kamu bawa saja ikan yang sudah matangnya! biar sisanya Aa yang bawa nanti." ujar Riyan.


"Ya sudah a, aku bawa ya." ujar Nayla.


" Iya. " jawab Riyan, tanpa melirik ke arah Nayla, karena sedang fokus membakar ikan agar matang merata.


Nayla pun kembali ke dapur, dimana ibunya berada.


"Ibu ini ikan yang sudah matangnya, kata aa tinggal satu lagi nanti biar aa yang bawa." ujar Nayla.


"Ya sudah, sini ibu tata dulu." ujar ibu sambil mengambil ikan bakar masnya di tangan Nayla.


"Ibu apa gak salah masak banyak begini? kalo gak habis nanti sayang bu." ujar Nayla.


"Lho gak apa-apa Nay, ibu seneng aja, Sheryl dan dadynya begitu baik, jadi kita juga harus sambut mereka dengan baik ketika mereka berkunjung ke sini." ujar ibu.


"Ya udah bu, ini apa lagi yang belum bu?" tanya Nayla.


" Itu kamu tinggal uleg aja sambalnya Nay." ujar ibu.


"Baik ibu." ujar nayla.


"Oh iya Nay, yang Dateng emang cuma nak Daniel sama Sheryl doang ya?" tanya ibu.


"Iya ibu kan mereka cuma berdua disini." ujar nayla.


"Lho emang orangtua nak Daniel dimana Nay?" tanya ibu kepo.


"Sheryl sih bilangnya mereka tinggal di Amerika ibu, kakek nya Sheryl asli orang Amerika dan kantor pusatnya pun ada di sana, nah yang tempat Nayla kerja itu hanya cabangnya aja ibu. " jawab Nayla panjang lebar menjelaskan kepada ibunya.

__ADS_1


"Oh gitu, pasti kakek dan neneknya Sheryl juga baik ya Nay, contoh nya anak dan cucunya juga baik." ujar ibu.


"Iya ibu mereka baik, Nayla kan pernah bertemu." ujar Nayla sambil tersenyum.


Tiba-tiba Riyan datang menyerahkan ikan mas bakarnya, dia pun lanjut ke kamar untuk mengambil handuk dan baju, Riyan sudah tidak enak badannya terasa lengket karena belum mandi.


Terlihat juga ayah sudah selesai merapihkan rumahnya, Nayla yakin orang yang berkunjung pasti akan betah berada di ruangan ini.


"Nah ini sudah selesai semua, tinggal nunggu mereka datang, sambil menunggu mereka datang, kamu mandi duluan saja bergantian sama ibu!" ujar ibu pada Nayla.


"Baik ibu." ujar Nayla, dia pun bangkit berjalan menuju kamar untuk mengambil handuk dan membawa baju ganti, untuk dia bawa ke kamar mandi. Nayla pun masuk dan membersihkan tubuhnya agar ketika sahabatnya datang dia sudah segar.


****


Di perjalanan, kini keluarga Sheryl telah sampai di kota Nayla dilahirkan. Sheryl pun mengarahkan jalan kepada dadynya, Daniel pun mengikuti arahan Sheryl karena ini perjalanan pertama Daniel ke rumah Nayla.


"Kamu gak salah jalan kan Sheryl?" tanya Daniel.


"Gak dady, rumah Nayla memang ada di perkampungan jauh dari kota, tempatnya juga masih asri segar dan sejuk dady." jawab Sheryl.


"Ya sudah kenapa lama sekali perjalanannya?" ujar Daniel.


"Kamu itu, bilang saja sudah tak sabar liat Nayla." ujar Anderson.


"Nah dad, belok kiri! itu gangnya kampung Nayla." ujar Sheryl.


"Baiklah." ujar Daniel.


Daniel pun membelokkan mobilnya ke arah yang Sheryl maksud, namun tiba-tiba saja jantung Daniel berdetak kencang dia gugup dia juga berdoa semoga semuanya berjalan dengan lancar.


"Tuh dad rumahnya yang di cat hijau, kita parkir di mesjid saja yang tak jauh dari rumah Nayla." ujar Sheryl.


Daniel hanya mengangguk saja mendengarkan perintah Sheryl.


Setelah parkir di mesjid, Daniel dan keluarganya pun berjalan menuju rumah Nayla, Sheryl pun mengucapkan salam agar Nayla dan keluarganya tau bahwa mereka telah datang.


"Assalamualaikum, ibu, ayah, Nayla." ujar Sheryl.


"Waalaikumsalam." jawab ayah sambil membuka pintu.


"Nak Daniel, Sheryl, ayo silahkan masuk! kalian sudah di tunggu Nayla dari tadi." ujat ayah, namun dia kaget ternyata tak hanya Daniel dan Sheryl yang ikut, ada sepasang suami istri yang juga seumurannya, mungkin lebih tua mereka sedikit, namun mereka terlihat gagah dan cantik di usianya, mungkin karena mereka banyak uang pikir ayah.


"Maaf ayah ini orangtua saya, dia baru datang ke Indonesia, jadi dia juga ingin ikut berkunjung ke sini." ujar Daniel.

__ADS_1


Ayah pun tersenyum


"Tidak apa-apa nak Daniel, ayo silahkan pak, Bu masuk!" ujar ayah dengan ramah dan di balas dengan tersenyum.


Keluarga Daniel pun masuk ke dalam rumah orangtua Nayla, mereka pun mengedarkan ke seluruh ruangan yang tadi ayah Nayla rapihkan , Walau rumahnya sederhana tapi nyaman itu yang terucap di hati keluarga Daniel.


"Maaf rumah kami tak semewah rumah kalian, tapi insyaallah nyaman ya." ujar ayah.


" Iya pak tidak apa-apa, ini juga sudah nyaman sekali." ujar Anderson sambil tersenyum dan duduk di lantai yang sudah di gelar tiker permadani yang di depannya ada meja besar seperti sedang di lesehan.


"Terimakasih pak." ujar ayah.


Lalu tiba-tiba si ibu datang.


"Apa mereka Sheryl yah?" ujar ibu, namun setelahnya dia kaget di sana ada sepasang suami istri yang seperti orang bule, walau kenyataannya memang mereka orang Amerika.


"Aduh meni gelis jeng kasepnya bule teh!" ucap ibu refleks dan langsung menutup mulutnya.


"Eh maaf bapak ibu siapa?" tanya ibu membuat ayah Nayla menggelengkan kepala saja.


"Maaf saya lusi momy nya Daniel dan ini anderson dadynya Daniel." ujar Lusi dengan ramah dan tersenyum.


"Duh maaf, maaf ya saya tidak tau, Nayla bilang yang akan datang dady dan Sheryl saja, karena katanya kalian masih di luar negeri." ujar ibu.


" Iya ibu tidak apa-apa, ini juga mendadak." ujar Lusi sambil tersenyum.


Tak lama datang Nayla dengan setelan tunik dan rok plisket dan tak lupa kerudung yang senada dengan bajunya.


"Sheryl!" ujar Nayla sambil menghampiri Sheryl dan memeluknya, Nayla belum menyadari bahwa orangtua Daniel pun ikut dan ada di Sana. Setelah memeluk Sheryl dia menyapa Daniel, Nayla terkejut melihat kakek neneknya Sheryl juga ikut berkunjung.


"Grandma, grandpa kalian ikut juga! apa kabar?" ujar Nayla sambil menghampirinya orangtua Daniel dan mencium punggung tangan mereka.


"Kami baik sayang." ujar Lusi sambil mencium kening Nayla dengan sayang.


"Oh iya kalian pasti cape, ayo kita makan bersama! mumpung masih pada hangat agar makannya terasa nikmat." ujar ibu.


Mereka pun mengangguk, Nayla pun membantu ibunya membawakan makanannya untuk di bawa ke meja, dimana ayah dan keluarga Sheryl berkumpul.


Setelah selesai menyiapkan semuanya ibu berkata.


" Maaf ya menunya sederhana, tapi rasanya di jamin Mantul bu." ujar ibu.


"Iya ibu tak apa-apa, yang penting rasanya enak." ujar Lusi.

__ADS_1


Mereka pun mulai makan, setelah membaca doa yang bapak pimpin.


__ADS_2