
Setelah selesai memilih baju muslim dan membeli beberapa baju dinas malam, Lusi, Nayla dan Sheryl pun pamit kepada Dinda.
Sesuai dengan perkataan tadi Lusi setelah mencoba gaun pengantin mereka pun pergi ke salon untuk memanjakan tubuh mereka, Sheryl pun tak mau kalah dia ikut bergabung dengan momy dan grandmanya untuk body spa dan lainnya.
Setelah selesai, kini badan dan wajah mereka pun kini tampak segar.
"Segar sekali rasanya " ujar Sheryl.
"Sekarang kita kemana nih mom, grandma?" tanya Sheryl ketika mereka sampai di mobil.
"Aku ngikut momy aja! kalau momy cape kita pulang saja ya." jawab Nayla.
"Tidak dong, abis ini kita ke mall ya! ini kan pertama kali momy ngajak keluar, jadi kita harus puas-puasin dulu ya sebelum kamu pulang ke rumah orangtuamu." ujar Lusi.
"Baiklah." jawab Nayla pasrah saja.
"Asyik..... grandma memang paling mengerti kita." ujar Sheryl sambil tersenyum bahagia.
Mereka pun lantas pergi ke salah satu mall di kota B.
Ketika sampai Lusi pun mengajak makan siang terlebih dahulu.
"Kita makan siang dulu ya! ini sudah siang." ajak Lusi pada Nayla juga Sheryl.
"Baik mom, aku juga sudah lapar." jawab Nayla.
"Sama mom, grandma aku juga lapar." ujar Sheryl.
"Ya sudah ayo kita cari makan dulu." ajak Lusi lagi.
Mereka pun mencari salah satu tempat makan di mall tersebut.
Setelah selesai makan mereka pun mengobrol sebentar.
"Mom besok aku ikut dady nganterin kamu ya!" ujar Sheryl kepada Nayla.
"Iya boleh." jawab Nayla sambil tersenyum.
"Kamu itu selalu saja ngikutin dady dan momymu." ujar Lusi.
"Gak apa-apa dong grandma aku kan gak biasa jauh sama momy Nayla." jawab Sheryl.
"Dasar anak manja." ujar Lusi membuat Nayla tersenyum.
"Yee..... gak apa-apalah kan manjanya sama dady dan momy sendiri." ujar Sheryl membuat Lusi menggelengkan kepalanya.
"Oh iya mom abis ini kita solat dulu ya! sebelum berkeliling mall." ajak Nayla.
__ADS_1
"Iya sayang." jawab Lusi dengan tersenyum.
Dia senang mendapatkan menantu yang cantik baik dan rajin beribadah seperti Nayla, Daniel tidak salah memilih seorang istri.
****
Di mansion Daniel begitu uring-uringan menunggu Nayla pulang, dia mondar mandir keluar nanti masuk lagi ke dalam membuat Anderson kesal.
"Harusnya kamu susul saja mereka daripada dari tadi kamu mondar mandir gak jelas." ujar Anderson.
"Mana aku tau butiknya yang mana dad, momy benar-benar keterlaluan! masa aku pengantin prianya dilarang ikut." jawab Daniel.
"Mungkin momymu ingin memberikanmu kejutan." ujar Anderson.
"Kejutan apaan, yang ada aku merana sekarang." ujar Daniel sambil menahan rasa kesalnya.
"Cih... lebay sekali kamu itu, bari berapa jam di tinggal Nayla kau sudah seperti berbulan-bulan." ujar Anderson.
"Yee .... dady kaya yang gak pernah muda saja." jawab Daniel.
Saat Anderson akan menjawab ucapan Daniel pun terhenti karena mendengar suara mobil masuk ke dalam pekarangan mansionnya.
"Kamu liat sana! siapa tau itu mereka pulang." perintah Anderson.
"Baiklah." jawab Daniel sambil berjalan ke arah luar.
Ketika sampai di luar Daniel heran bukan mobil Sheryl yang datang melainkan sebuah mobil asing baginya. Ketika seorang wanita itu keluar dari mobil dia langsung menyapa Daniel.
"Iya dengan saya sendiri, anda siapa?" jawab Daniel.
"Baik pak Daniel, saya asisten dari ibu Dinda desainer yang membuat baju pengantin nanti, saya di perintahkan bu Lusi untuk mengantarkan gaun pengantin pria ke sini untuk di coba dahulu agar tau ketika nanti ada kesalahan." ujar asisten Dinda.
"Baik, silahkan masuk!" ujar Daniel.
Lalu asisten Dinda pun kembali ke mobil untuk membawa beberapa jas untuk Daniel coba di bantu seorang temannya yang juga perempuan.
Setelah itu mereka masuk ke dalam mansion, Daniel menyuruh mereka menunggu di ruang tamu! Daniel juga memanggil dadynya untuk melihat dia mencoba jas apakah cocok atau tidak!
"Wah.... anak dady keren sekali! Nayla pasti akan terkesima melihatnya." ujar Anderson memuji Daniel ketika Daniel mencoba baju pengantinnya.
"Benarkah dad? coba ada Nayla ah... apa dia juga akan memuji Daniel dad?" tanya Daniel.
"Tentu saja, dady saja laki-laki terkesima melihatmu apalagi Nayla!" jawab Anderson.
"Ah lagian ya momy aneh sekali masa mencoba baju pengantin terpisah begini." ujar Daniel.
"Sabar, tidak ada yang bisa membantah ratu rumah ini begitu juga dady." ujar Anderson.
__ADS_1
"Dasar dady bucin." ujar Daniel meledek dadynya tapi dalam hati dia senang, walau usia mereka tak muda lagi orangtuanya tetap romantis.
"Biarin saja, bucin juga sama istri dady sendiri." jawab Anderson.
"Dih....." ujar Daniel.
Setelah itu Daniel kembali mencoba jas yang ke dua dan ke tiga dan semuanya memuaskan.
"Baik, ini bagus semua dan cocok terimakasih." ujar Daniel kepada assisten Dinda.
"Baik pak Daniel, kalau begitu kami pamit undur diri." jawab asisten Dinda.
Setelah asisten Dinda pergi, Daniel pun kembali duduk di sofa sambil menghela nafasnya.
"Aku telpon saja Nayla!" ujarnya lalu mengeluarkan ponsel dan mencoba memanggil Nayla namun tak kunjung Nayla angkat.
Daniel juga mencoba memanggil momynya dan Sheryl namun mereka semua kompak tidak mengangkat panggilan Daniel.
"Kemana mereka? kenapa kompak sekali tidak ada yang menjawab telponku?" ujar Daniel.
"Mungkin mereka sedang asyik jalan, sudahlah biarkan mereka menghabiskan waktu mereka bersama, sebelum besok Nayla kembali ke rumah orangtuanya." ujar Anderson.
"Lalu waktuku dengan Nayla kapan?" ujar Daniel merengek.
"Kamu itu seperti anak kecil saja, ya tentu saja kamu masih punya waktu malam, justru itu yang kamu inginkan kan? daripada siang bersamamu lalu malam momy dan anakmu menguasai Nayla!" ujar Anderson.
"Dady benar juga ya, ya sudah lebih baik sekarang aku solat lalu tidur agar nanti staminanya lebih kuat." ujar Daniel sambil mengedipkan matanya pada Anderson.
"Dasar duda labil." ejek Anderson.
"Sekarang sudah tidak duda lagi dad, ada Nayla." jawab Daniel sambil tersenyum.
"Cih.." ujar Anderson mendesis tapi tersenyum melihat anaknya kini kembali seperti dulu banyak tersenyum.
"Semoga Nayla membawa kebahagian untukmu juga Sheryl." doa Anderson dalam hati.
"Ya sudah dad aku ke atas dulu ya, dady juga istirahat aja jangan nungguin momy!" ujar Daniel.
"Iya nanti dady menyusul." jawab Daniel.
Daniel pun mengangguk dan bangkit dari duduknya berjalan ke arah tangga untuk pergi ke kamarnya, dia ingin melaksanakan solat juga ingin istirahat agar nanti malam staminanya kuat untuk menggempur Nayla.
Sedangkan di sebuah mall, Nayla begitu gelisah ketika dia dengan sengaja tidak mengangkat panggilan Daniel atas perintah Lusi. Dia berdoa semoga Daniel tidak marah dan tidak menghukumnya dengan hukuman yang hanya boleh di lakukan suami istri nanti malam, karena kalau sudah begitu bakal Nayla pastikan Daniel tak akan memberi Nayla ampun.
☘️Sekian dulu ya.☘️
Yang penasaran dengan kelanjutannya, pantengin terus cerita author ya.
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan like, vote, poin dan komentarnya ya.
Terimakasih. 🤗🤗