Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
episode 34


__ADS_3

Seperti yang di rencanakan tadi siang, kini Daniel pulang di antar oleh Nayla dengan Nayla yang mengemudinya. Di dalam perjalanan mereka saling diam, tidak ada yang memulai obrolan, membuat keheningan menemani dalam perjalanan mereka. Untung lalu lintas hari ini tidak terlalu padat, jadi mereka sampai ke mansion lebih cepat.


Setelah memarkirkan mobil, di depan mansion Nayla turun dan membuka pintu mobil. Daniel pun menyuruh Nayla memberikan konci mobil nya kepada satpam, biar satpam yang memasukannya ke dalam garasi. Nayla pun menurut dia memberikan konci mobil itu kepada satpam.


"Terimakasih pak." ujar Nayla sambil tersenyum.


"Iya nona tidak apa-apa, ini sudah tugas saya jadi tidak usah berterimakasih." jawab pak satpam.


Nayla pun tak menjawab lagi, dia hanya mengangguk dan tersenyum.


Daniel yang melihat itu juga tersenyum.


" Tidak salahkan pilihan ku! wanita itu begitu baik." ujarnya dalam hati.


Daniel pun memanggil bi Sumi untuk membuatkan makan malam yang banyak, karena nanti Sheryl dan Nayla akan makan bersama.


Bi sumi sendiri sudah mengenal Nayla, karena Nayla kadang suka main ke mansion dan pastinya membantu bibi memasak.


"Nayla kamu ikut makan malam saja di sini bersama Sheryl nanti baru kamu pulang! biar saya yang menghubungi Sheryl, jika kamu mau beristirahat boleh di kamar Sheryl saja, Sheryl juga gak bakal marah dan tentu saja kamu taukan letaknya dimana?" ujar Daniel.


"Baik pak, iya pak saya tau." jawab Nayla.


"Baiklah saya ke atas dulu, mau menghubungi Sheryl sekalian solat magrib." ujar daniel.


Memang sedikit lagi adzan magrib akan berkumandang karena tadi Nayla pulang dari kantor tepat jam 17.15.


"Baik pak." jawab Nayla lagi.


Nayla pun menghampiri bi Sumi yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk di masak bersama maid yang lain.


"Bi aku ke kamar sheryl dulu ya mau solat dulu, nanti aku turun lagi buat bantu bibi masak." ujar Nayla.


"Tidak apa-apa non Nayla, di sini juga bnyak yang bantu bibi, bibi dan yang lain juga mau solat dulu! baru nanti dilanjutkan lagi." jawab bi Sumi.


"Iya bibi gak papa, aku malah sedikit gak nyaman kalo di kamar sendiri, mending nanti bantu bibi." ujar Nayla.


"Baiklah." jawab bibi.


Nayla pun tersenyum, lalu pamit sekali lagi ke bibi dan naik ke atas menuju kamar Sheryl.


****


Di dalam kamar, Daniel setelah melaksanakan solat magrib, memanggil nomer Sheryl namun tak kunjung di angkat.

__ADS_1


"Duh Sheryl kamu kemana? bikin dady khawatir." ujar Daniel.


Setelah beberapa kali tidak di angkat, akhirnya panggilan pun kini di angkat oleh Sheryl.


"Assalamualaikum dady." jawab Sheryl di sebrang sana.


"Waalaikumsalam, kamu lagi dimana? ko telpon dady baru di angkat." tanya Daniel dengan nada khawatir.


"Maaf dady, tadi aku mampir di mesjid dulu, emang ada apa dady?" jawab Sheryl .


"Syukurlah dady kira kamu kenapa-kenapa, ini Nayla ada di rumah dady, kamu bisakah pulang ke mansion untuk jemput Nayla! sekalian makan malam bersama." ujar Daniel.


" APA dady Nayla ada di mansion! ko bisa dady?" tanya Sheryl.


"Ceritanya panjang sayang, udah nanti dady ceritakan! pokoknya dady cuma mau bilang itu aja." ucap Daniel.


" Dady tidak berbuat macam-macamkan sama Nayla?" tanya Sheryl.


"Tidak sayang, macam - macam seperti apa? " tanya Daniel pura-pura gak ngerti.


" Pokoknya awas kalo Dady sampai macam-macam, Dady berurusan sama aku!" ancam Sheryl membuat Daniel tertawa.


"Ya sudah dady matikan dulu telponnya." ujar Daniel.


"Waalaikumsalam ." jawab Daniel.


Daniel pun menutup panggilannya, lalu menghela nafas.


"Dady akan macam-macam jika Nayla sudah jadi istri Dady." ujar Daniel dalam hati sambil tersenyum.


Daniel pun merebahkan tubuhnya sejenak di atas kasurnya yang empuk.


*****


Sesuai apa yang Nayla katakan tadi, setelah selesai solat dia akan membantu bibi memasak, Nayla juga pun yang memasak atas permintaan Nayla sendiri, bibi dan maid yang lain hanya membantu. Mereka senang dengan Nayla karena Nayla begitu baik dan ramah, mereka pun tampak akrab sekali, mungkin karena mereka sudah sering bertemu.


Setelah selesai masak, ada suara langkah berjalan menuju arah dapur, Nayla pun melirik dan ternyata Sheryl yang datang.


"Sheryl kamu sudah datang?" ujar Nayla sambil menghampiri Sheryl.


"Iya Nay, tadi dady ngabarin aku kalo kamu ada di mansion, aku kaget ko kamu bisa ada di mansion?" tanya Sheryl.


"Itu Sheryl aku minta maaf, gara-gara jalannya tidak hati-hati, jadi membuat dady mu terluka, tapi hanya luka ringan! makanya aku tadi yang bawa mobil dady kamu ke sini." jawab Nayla.

__ADS_1


Sheryl pun kaget tapi tidak komentar apa pun.


"Pasti bikin kesempatan dalam kesempitan ini." ujar Sheryl dalam hati.


"Ya sudah Nay gak apa-apa, dady orang nya kuat ko, oh iya ini kamu yang masak? asyik makan enak." ucap Sheryl sambil tersenyum bahagia.


"Iya ayo kita makan bersama! kamu panggilkan Dady mu, agar kita cepat pulang." ujar nayla.


"Emang kenapa Nay di sini?" tanya Sheryl heran.


"Aku gak apa-apa, cuman lebih nyaman di apartemen saja hehe." ujar Nayla.


"Ya sudah aku panggilkan dady dulu." ujar Sheryl sambil meletakan tasnya di sofa ruang keluarga.


****


Tok tok tok


"Dady ini aku, ayo kita makan malam bersama!" ujar sheryl.


"Iya." jawab Daniel.


Daniel lantas membuka pintu dan keluar berjalan bersama Sheryl.


Di sana dia melihat Nayla sedang membantu yang lain menyiapkan makan malam, lalu dia duduk berdampingan bersama Sheryl menunggu hidangan siap semua.


"Dady ayo kita makan! ini masakan Nayla lho Dady, rasanya jangan di ragukan lagi, enak banget dady, ayo cobain!" ujar Sheryl sambil mengambilkan dadynya nasi sama lauknya . Nayla sendiri duduk di sebrang Daniel.


"Hemm...iya enak!" ucap Daniel setelah dia mencoba masakan Nayla.


Nayla hanya membalas dengan tersenyum.


"Iya kan bener kata aku." ujar Sheryl.


Mereka pun makan dengan Sheryl yang bnyak bicara, Daniel dan Nayla hanya menanggapi seperlunya.


Setelah selesai makan nayla dan Sheryl pamit pulang ke apartemen pada Daniel.


Awalnya Daniel meminta mereka menginap, namun Nayla tidak enak hati dan memilih pulang ke apartemen, dan mereka berdua pun pulang dengan Sheryl yang mengemudi mobilnya.


~ Maaf baru up, karena keluarga saya ada di Cianjur, jadi hati gak tenang sampe gak kepikiran ide buat nulis nya ~


Jangan lupa dukung author ya dengan tinggalkan like, vote and coment nya agar author semangat menulis dan memikirkan ide nya.

__ADS_1


Terimakasih salam sehat selalu.


__ADS_2