Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 67


__ADS_3

Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Daniel dan keluarganya sampai di kota B, Daniel pun menghubungi momynya karena mereka berbeda mobil agar berhenti di salah satu restauran yang Daniel sebut untuk makan siang terlebih dahulu sebelum sampai rumah.


Setelah mereka berhenti di restauran itu, mereka pun masuk dan langsung memesan makanan.


"Mas sambil nunggu pesanan datang, kita solat dulu yuk bergantian!" ajak Nayla karena memang saat ini waktu menunjukan pukul 2 siang.


"Iya sayang, ayok kita duluan!" jawab Daniel.


"Mom, dad, dan Sheryl aku sama Nayla solat duluan ya!" pamitnya pada orangtua dan anaknya.


Lusi, Anderson dan Sheryl pun mengangguk, lalu mereka pun pergi ke musola yang ada di restauran itu.


Setelah selesai menunaikan kewajibannya, karena pesanan belum datang akhirnya Lusi, Anderson dan Sheryl pun bergantian untuk melaksanakan kewajiban mereka, setelah mereka selesai pesanan pun datang dan mereka semua langsung melahap makanan mereka.


"Mom nanti aku dan Nayla pulang ke apartemen dulu ya!" izin Daniel pada Lusi, setelah mereka selesai makan.


Nayla yang mendengar pun melirik ke arah Daniel, karena dari awal tidak ada rencana untuk pulang ke apartemen.


"Emang kamu mau ngapain di apartemen?" tanya Lusi heran.


"Hem.... mau mengambil baju Nayla kan masih banyak yang di sana! sama sekalian mengecek dan merapihkannya agar nanti keluarga Nayla datang merasa nyaman." jawab Daniel.


Lusi pun mengangguk.


"Apa kalian tidak lelah, kan bisa besok Niel?" tanya Lusi lagi.


"Gak apa-apa mom, biar sekalian aja gak bolak balik! karena nanti juga pasti kita disibukan lagi dengan persiapan resepsi di sini." jawab Daniel.


"Baiklah, tapi jangan cape-cape ya! jaga kesehatan kalian berdua!" perintah Lusi.


"Siap momy." ujar Daniel.


"Sher kamu gak ikut sama kita?" tanya Nayla karena Nayla bisa mencium ada udang di balik ucapan Daniel.


"Hehehe aku ikut grandma aja mom, soalnya sudah lelah!" jawab Sheryl sambil cengengesan dan menggaruk lehernya yang tak gatal.


"Tumben kamu tak mengikuti dadymu?" tanya Lusi.


"Hehehe aku takut grandma, mata ini melihat hal yang tidak boleh dilihat bisa tak suci lagi aku." jawab Sheryl.


Blush... pipi Nayla memerah karena tau kemana arah pembicaraan Sheryl.


"Kamu ini! namanya juga masih pengantin baru." ujar Lusi sambil tersenyum.


"Iya dunia serasa milik berdua." ujar Sheryl menambahkan membuat semua orang tersenyum.


"Ya sudah mom, dad, Sheryl aku dan Nayla duluan ya pulangnya!" pamit Daniel lagi.


"Ya nak, hati-hati di jalan." ujar Lusi.

__ADS_1


"Iya dad, mom hati-hati di jalan." ujar Sheryl juga.


Mereka pun mengangguk, Nayla pun berjalan ke arah Lusi dan memeluknya, lalu Sheryl dan Anderson.


"Nayla duluan ya!" ujarnya pada mereka.


****


Setelah sampai parkiran apartemen Daniel melihat Nayla tertidur, mungkin karena lelah juga kenyang sehabis makan barusan. Daniel pun berinisial untuk menggendong Nayla karena tidak tega jika harus membangunkannya.


Saat sampai apartemen baru Nayla membuka matanya, dia kaget karena saat ini dirinya sedang di gendong oleh Daniel.


"Mas!" panggilnya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Daniel masih tetap menggendong Nayla menuju kamar Nayla.


"Kenapa mas tidak bangunkan aku?" tanya Nayla tanpa menjawab pertanyaan Daniel.


Daniel pun tersenyum.


"Mas gak tega, kamu pulas sekali." jawabnya sambil menurunkan Nayla ketika mereka sudah sampai di kamar Nayla.


"Tapi kan aku jadi gak enak sama mas! aku berat ya mas?" tanyanya.


"Bagi mas gak!" jawab Daniel sambil tersenyum sambil mencubit hidung Nayla.


"Sakit mas!" ujar Nayla sambil mengelus hidungnya.


"Kita akan menginap di sini 2 hari ya! kalau momy atau Sheryl telpon jangan di angkat!" ujar Daniel.


"Lho memang kenapa mas?" tanya Nayla.


"Mas hanya ingin berdua dengan mu! karena setelah itu kita akan di sibukkan lagi dengan persiapan resepsi di sini, belumlah teman-teman mas akan datang dari New York ingin berkenalan dengan mu." jawab Daniel.


"Oh....teman mas cewek apa cowok?" tanya Nayla.


"Cewek, cowok." jawab Daniel.


"Kenapa kamu cemburu kalau ada temen ceweknya?" tanya Daniel PD sekali.


"Ish.... bukan begitu, ya aku tanya aja gitu!" jawab Nayla.


Daniel pun tersenyum.


"Teman atau sahabat karib mas itu ada 5, yang 2 cowok termasuk Alex, kamu juga pasti sudah kenal dan yang 2 cewek." ujar Daniel.


"Apa mereka belum menikah mas? secara mas udah punya Sheryl!" tanya Nayla.


"Yang 2 sudah, dan yang 2 lagi belum, karena memang usianya 7 tahun di bawah mas! nah kenapa mas sudah punya Sheryl karena waktu itu mas menikah muda sedangkan teman mas menikah di saat usia mereka 35, kalau teman mas yang cewek dia menikah di usia 30an jadi di sini hanya mas yang sudah memiliki anak sebesar Sheryl yang lain mungkin baru SD." jawab Daniel.

__ADS_1


"Nanti kalau ketemu, pasti mereka juga akan menjelaskan." lanjutnya.


"Oh gitu." ujar Nayla sambil manggut-manggut.


"Ya sudah, ini bukan saatnya bicarain temen mas! ini saatnya kita melakukan aktivitas." ujar Daniel sambil mengedipkan matanya kepada Nayla.


"Hah.... aktivitas apa mas?" tanya Nayla.


"Aktivitas yang menyenangkan bagi suami istri." ujar Daniel sambil mengelus pipi Nayla.


Nayla pun kini paham kemana arah pembicaraannya Daniel dan langsung saja berdiri.


"Mas aku mau ke dapur dulu ya!" pamit Nayla menghindari apa yang ingin Daniel lakukan.


"Eh sayang kamu gak boleh gitu pamali." ujar Daniel sambil mengejar Nayla yang pergi begitu saja.


Nayla tau Daniel mengikutinya pun langsung berlari dan Daniel pun langsung saja mengejarnya.


"Kamu mau kemana hem..." ujarnya sambil terus mengejar Nayla.


"Aku mau ke dapur dulu mas! kenapa kamu malah mengikutinya?" jawab Nayla.


"Ke dapur atau menghindari mas hem..." ujar Daniel yang berhasil menangkap Nayla dan langsung menggendongnya.


"Akh..... mas!" ujarnya.


"Kamu itu dosa menolak keinginan suami!" ujar Daniel.


"Ish... mas siapa yang menolak? aku hanya ingin ke dapur dahulu." jawab Nayla sambil menutup wajahnya pakai kedua tangannya.


"Alasan....kamu harus mas hukum!" ujar Daniel.


"Hehehe mas nanti malam saja ya!" jawab Nayla.


"Tidak bisa, ini sudah tidak bisa di tunda." ujar Daniel dan langsung saja memberikan hukuman yang indah dan ni'mat kepada Nayla.


****


Di suatu tempat seorang wanita sedang memegang kartu undangan resepsi pernikahan Daniel, dia meremas kuat kartu undangan itu.


"Apa yang kurang dariku Daniel? aku menunggumu hingga belasan tahun! namun kau tidak pernah melirikku." ujarnya.


"Aku ingin tau seperti apa wanita pilihanmu? apa dia lebih baik dariku Daniel? apa dia lebih cantik dariku? tunggu aku Daniel! aku tidak terima jika wanita itu di bawah levelku!" lanjutnya dan langsung membuang kartu undangan itu ke tong sampah lalu dirinya merebahkan tubuhnya di atas kasur.


☘️Sekian dulu.☘️


Wah siapa wanita ini?.......


Yang penasaran tetap ikuti kisah Daniel dan Nayla ya!

__ADS_1


Maaf baru up, di karena anak sakit jadi belum terpikir idenya.


Jangan lupa dukungan untuk author ya, terimakasih. 🥰🥰


__ADS_2