Pergi Karena Cinta

Pergi Karena Cinta
Episode 71


__ADS_3

Adzan subuh sudah berkumandang Nayla yang sedang terlelap pun langsung membuka matanya.


"Hem.." suaranya pelan.


Lalu dia pun melirik ke arah suaminya yang kini sedang memeluknya dengan erat, sungguh kini jantungnya begitu berdetak, kadang Nayla bertanya kepada dirinya sendiri! apa dia saat ini sudah jatuh cinta? tapi kenapa rasanya berbeda dengan apa yang dia rasakan terhadap Rangga dulu? ya dunia Nayla tentang Rangga kini sudah mulai terlupakan! apa sekarang Nayla benar-benar sudah mencintai suaminya? selalu seperti itu yang ada di benaknya, namun dia pun selalu berucap biarkan waktu yang nanti akan menjawab semuanya.


Ketika Nayla akan bangkit dan mencoba melepaskan pelukan Daniel, Daniel malah semakin erat memeluknya.


"Mas sudah adzan subuh, yuk kita mandi wajib dulu dan solat subuh dulu!" ajak Nayla dengan suara lembut.


"Hem.. masih pengen meluk kamu!" jawab Daniel.


"Nanti setelah solat kan bisa mas!" ujar Nayla.


"Benar ya habis solat?" ujar Daniel dengan semangat dan langsung bangkit.


"Iya meluknya!" jawab Nayla dengan gugup karena Daniel pasti mengiranya dengan hal lain.


"Lebih dari peluk! karena semalem mas hanya minta 3 ronde saja!" ujar Daniel menggoda Nayla.


Dan ya semalem Daniel hanya menakut-nakuti Nayla saja yang bilang akan bermain sampai 7 ronde! mana tega dia melihat istrinya kelelehan dan kurang tidur.


"Ish... mas itu pasti mengarah ke situ terus!" ujar Nayla.


"Hahaha ya sudah, ayo kita mandi bareng! mas janji hanya mandi saja!" ajak Daniel.


"Benar ya mas? aku benar-benar lelah soalnya!" jawab Nayla.


"Iya sayang." ujarnya kepada Nayla dan langsung menggendong Nayla menuju kamar mandi


Nayla pun sudah tak kaget lagi dengan kebiasaan Daniel ini, Nayla hanya bisa mengalungkan tangannya kepada leher Daniel.


Setelah selesai mandi dan berwudhu mereka pun langsung melaksanakan solat berjamaah berdua dengan Daniel yang mengimami.


Setelah selesai solat, sambil menunggu waktunya memasak atau membuat makanan untuk sarapan Nayla pun melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan begitu merdu membuat Daniel betah sekali mendengarnya.


Begitu dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Nayla pun langsung menghentikan bacaannya dan meminta izin kepada Daniel untuk menyiapkan sarapan keluarga. Awalnya Daniel melarang karena takut Nayla cape karena sudah ada maid yang akan mengurusnya namun Nayla tetap kekeh ingin menyiapkan sarapan keluarga sebagai bentuk baktinya kepada suami dan keluarga suaminya, Nayla juga gak keberatan jika dia harus memasak karena selain kewajibannya juga Nayla memang hobi memasak jadi menurutnya dia senang saja kalau harus melakukannya, dan pada akhirnya Daniel pun setuju dengan syarat hanya memasak biarkan masalah lainnya itu menjadi bagian orang yang sudah dia tugaskan.


"Ya sudah aku turun dulu ya!" pamit Nayla.


"Iya." jawab Daniel sambil tersenyum.


Nayla pun turun dan begitu semangat menuju dapur, di sana ternyata sudah ada bi Sumi dan lainnya, Nayla pun menghampiri mereka.


"Bi biar aku saja yang memasak untuk sarapan!" ujarnya pada bi Sumi.


"Baiklah non, tapi tetap bibi akan bantu!" jawab bi Sumi karena sudah tau kalau Nayla memang suka memasak.

__ADS_1


"Baiklah." ujar Nayla dan langsung memulai mengeluarkan bahan-bahan yang akan dia pasak dan meminta bantuan bi Sumi.


Setelah selesai terhidang masakannya Nayla pun tersenyum dengan puas.


"Semoga saja semua pada suka ya bi!" ujarnya.


"Pasti non, masakan non kan top banget." puji bi Sumi.


"Makasih bi, ya sudah aku ke atas dulu ya bi!" pamitnya.


"Sama-sama, iya non." jawab bi Sumi.


Nayla pun langsung kembali ke kamarnya untuk mandi karena badannya bau keringat bawang, saat dirinya sampai di kamar Daniel langsung saja memeluknya.


"Mas aku bau bawang lho!" ujar Nayla.


"Gak apa-apa mas tetap suka." jawab Daniel.


"Ihh mas tapi aku yang gak pede, mas aku mandi dulu saja ya! terus kita ke bawah untuk sarapan." ujar Nayla.


"Ya nanti kita akan mandi bersama!" jawab Daniel sambil mengendus leher Nayla.


"Hah.... kita mas, emang kamu mau emt...." ujar Nayla terhenti ketika Daniel langsung mencium bibirnya.


"Mas..." protes Nayla ketika tautan mereka terlepas.


****


"Wisss pengantin baru tancap gas terusssss!" ujar Sheryl ketika Nayla dan Daniel sampai di ruang makan dan ternyata semua orang sedang menunggunya.


"Kamu sih mas." ujar Nayla berbisik sambil mencubit pinggang Daniel.


"Kamu ini masih bocah ngeledek orangtua mulu." jawab Daniel mencubit pipi Sheryl ketika dia sudah dekat dengan Sheryl.


"Aw.. dady!" ujar Sheryl kesal di balas dengan senyuman mengejek dari Daniel.


"Sudah... sudah.... ayo kita mulai sarapannya." ujar Anderson tegas.


Dan mereka pun langsung memulai sarapannya dengan hening, Setelah sarapan seperti biasanya jika mereka sedang senggang langsung berkumpul di ruang keluarga.


"Mom, Alex dan Renata nanti sampai malam ini dan akan menginap di sini sampai hari resepsi." ujar Daniel.


"Baiklah, nanti momy perintahkan maid untuk merapihkan kamar tamu, oh iya lalu Diva sama David bagaimana? apa mereka tidak menginaplah di sini juga? momy kangen dengan cucu-cucu momy dari mereka." tanya Lusi karena sudah menganggap sahabat Daniel sebagai anaknya sendiri.


"Diva dan David akan menginap di hotel saja katanya mom, besok baru akan ke sini! Daniel juga sudah bilang suruh di sini saja dulu, tapi kata mereka, mereka ada keperluan yang lain dulu." jawab Daniel.


"Baiklah besok mansion ini akan ramai, dan kamu pasti suka Nay sama sahabatnya Daniel." ujar Lusi pada Nayla.

__ADS_1


"Insyaallah mom." jawab Nayla sambil tersenyum.


"Semoga saja kami cocok." Doa Nayla dalam hati karena takut nanti sahabat Daniel ada yang tidak suka dengannya.


Sheryl yang menyimak pembicaraan antara Dady dan grandmanya pun diam dan enggan menjawab karena memikirkan tentang Renata, ya Sheryl tau tentang perasaan sahabat dadynya itu, Sheryl sih dulu setuju-setuju saja jika dadynya menikahi Renata karena memang Renata orang baik tapi sayang dadynya tidak mencintai Renata! dia hanya menganggap Renata adiknya dan sahabatnya tidak lebih, lalu Sheryl bisa apa? dia hanya akan mendukung dady bersama orang yang di cintai dady juga.


"Apa tante Renata bisa menerima pernikahan dady? ko aku takut ya tante Renata malah mengganggu rumah tangga Dady?" pikirnya.


"Semoga saja ini hanya ketakutanku." lanjutnya.


"Kamu kenapa Sher?" tanya Nayla ketika menyadari Sheryl dari tadi hanya melamun.


"Eh... aku tak apa ko mom." jawab Sheryl sambil tersenyum.


"Tapi dari tadi kamu melamun lho!" ujar Nayla membuat semua orang langsung melirik ke arah Sheryl.


"Hehehe aku hanya memikirkan, kapan aku menyusul dady menikah?" candanya sambil tertawa.


Tuk..


"Dady sakit!" ujar Sheryl karena Daniel malah mengetuk jidatnya sedikit kencang.


"Itu agar otakmu tidak geser, kamu kuliah dulu saja yang benar! nanti dady jodohkan kamu sama Alex." ujar Daniel menggoda Sheryl karena tau Sheryl tidak pernah akur dengan sahabatnya itu.


"Idihh..... ogah banget aku, dady ini kaya anaknya gak laku saja mau di jodohkan sama orang modelan begitu." jawab Sheryl sewot karena tidak terima jika dirinya benar-benar di jodohkan dengan Alex.


"Memang kenapa denah Mr. Alex Sher? dia baik menurutku." tanya Nayla heran membuat Daniel menatapnya tajam karena telah memuji laki-laki lain.


"Hehehe..." Nayla menggaruk lehernya yang tak gatal karena di tatap Daniel begitu.


"Kamu gak boleh muji orang lain selain aku." bisik Daniel dan Nayla pun mengangguk karena tau Daniel sedang cemburu.


"Baik apanya? momy belum kenal dia saja! dia itu sangat menyebalkan." jawab Sheryl.


"Jangan terlalu membenci nanti jadi cinta." ujar Daniel terus menggoda Sheryl.


"Dady!" ujar Sheryl membuat Daniel langsung tertawa.


Lusi dan Anderson hanya menggelengkan kepala saja, selalu saja anak dan dady itu berdebat namun saling menyayangi.


☘️Sekian dulu ya.☘️


Terimakasih yang masih setia ngikutin kisah Nayla dan Daniel.


Mohon dukungannya ya dengan like, komen dan votenya! tidak lupa dengan poinnya agar author semangat menulis.


Salam sehat untuk kita semua. 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2